Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 34 - Terjebak oleh cintamu


__ADS_3

Di sepanjang jalan mau pulang ke rumahnya, Jorell masih terus menatap ke arah Mazaya, ia masih merasa kalau semua ini tidaklah nyata. Ia takut ia hanya bermimpi dan nanti ketika bangun semuanya akan sama seperti sebelumnya. Tapi, genggaman tangan Mazaya begitu nyata dan ia pun sadar kalau ini semua memang nyata.


"Jadi setelah ini mau apa? Langsung lamaran atau menikah saja?" tanya Jorell yang sudah tidak sabar. Ia sangat takut jika mamanya nantinya akan berubah pikiran.


"Jangan pikirkan itu dulu. Kita harus bertemu mamamu dulu. Kau harus mengucapkan terima kasih padanya."


Jorell menyenderkan kepalanya di bahu Mazaya.


"Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku menjalani kehidupan yang sangat berat. Menahan rindu, menahan untuk tidak menghubungimu juga menahan perasaan untuk mengalah dengan mama. Rasanya capek dan lelah sekali. Jadi tolong jika aku melamar mu nantinya, kamu harus menerimaku."


Mazaya mengusap kepala Jorell lalu menjawab, "Aku memang tidak akan menolaknya. Soalnya aku sudah terjebak oleh cintamu. Mau sejauh apapun aku berada, mau seyakin apapun aku bisa bertahan dan melupakan mu. Nyatanya, itu tak cukup. Jika sudah terjebak, aku tidak bisa keluar. Jalan keluarnya hanya ada padamu."


"Ternyata kau bisa bermulut manis juga," ucap Jorell yang masih tidak menyangka Mazaya nya yang jutek dan cuek bisa berkata-kata manis juga. Bahkan membuat jantung Jorell berdebar sangat kencang.


"Setiap orang pasti akan berubah jika sudah menemukan seseorang yang pantas mendapatkan reward dari dirinya. Dan kamu, kamu berhasil membuat aku berubah dengan caramu."

__ADS_1


"Begitu juga dengan aku, yang berubah karena mu dengan caramu tanpa aku sadari. Terima kasih untuk semua."


*


*


Mazaya dan Jorell sudah tiba di kediaman Livingston. Disana sudah ada Margareth dan Jefrey yang duduk di ruang tamu. Jefrey tampak terkejut karena melihat Mazaya ada di rumahnya begitu juga dengan Jorell yang tak jadi pergi. Beda halnya dengan Margareth yang yakin, Mazaya bisa mengurungkan niat anaknya.


"Apa ini? Kenapa bisa semua ini terjadi? Ma? Mama tidak marah dan mau memisahkan mereka berdua lagi?" tanya Jefrey yang masih agak heran mamanya tampak biasa saja tidak seperti biasanya yang mudah meledak jika itu berhubungan dengan Jorell apalagi kalau disangkut-pautkan dengan Mazaya. Sudahlah, pasti mamanya akan langsung badmood.


"Coba jelaskan? Apa ini sebenarnya? Kenapa bisa kalian ada disini? Dan mama tidak marah?"


Belum juga dapat jawaban dari keduanya. Margareth menarik Jefrey untuk pergi dari sana.


"Mama ini apaan sih? Pake tarik-tarikan segala! Jelaskan Ma! Apa yang aku nggak tahu!"

__ADS_1


Mau tak mau Margareth menceritakan semuanya dari yang ia datang menemui Mazaya, merestui Mazaya, meminta Mazaya untuk membantu Jorell di pusat dan meminta bantuan Mazaya untuk menggagalkan kepergian Jorell.


Jefrey yang mendengarnya sangat senang sekali. Ia pun memeluk sang mama dan berterimakasih padanya.


"Aku senang, mama udah sadar. Aku yakin mereka berdua pasti tidak akan mengecewakan apapun yang mama sudah katakan ke mereka. Aku akan terus menasehati mereka kalau mereka salah."


"Iya, mama percaya sama kamu."


Mereka berdua pun kembali lagi ke ruang tamu. Yang biasanya terlihat canggung dan bersitegang kini suasana jadi lebih cair. Ditambah lagi, dengan Jorell yang sudah ngebet pengen nikah. Padahal makanya sendiri masih belum menikah dan belum ditentukan tanggalnya.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2