Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 30 - Margareth bertemu Mazaya


__ADS_3

Tak hanya Jorell yang melakukan rutinitas yang sama tiap harinya, Mazaya pun begitu. Seakan hidupnya kini lebih kosong dari sebelumnya. Rupanya diabaikan tanpa kata itu sesulit ini. Mazaya jadi bisa merasakan bagaimana terlukanya Jorell dulu yang ia putuskan tiba-tiba dan ia tinggalkan begitu saja.


"Apa ini balasannya karena aku memilih untuk meninggalkanmu dulu? Huh!"


Mazaya tampak menghela napasnya. Namun di keheningan itu, salah seorang karyawan memanggilnya untuk menghadap ke ruangan manager.


Ketika sudah sampai di ruangan, Mazaya terkejut melihat ada Margareth disana dengan posisi duduk menyilangkan satu kakinya di atas lutu dan tangan yang bersidekap di dada. Juga dengan tatapan aura permusuhan untuknya.


Sang manager pun keluar dari ruangan. Ya, rupanya yang memanggil Mazaya sebenarnya adalah Margareth.


"Lancang sekali ya! Kau bertemu lagi dengan anakku dan membuatnya goyah lagi. Kau sudah melanggar janjimu sendiri Mazaya!"


Kalo ini Mazaya memilih untuk melawan, ia tak bisa lagi mengalah pada keadaan. Ia ingin egois untuk kebahagiaannya sendiri.


"Saya tidak melanggar apapun. Anak anda sendiri yang datang kesini dan terus meminta bertemu. Lalu saya bisa apa? Menolaknya? Tidak akan! Karena saya yakin kemarin adalah salah satu kesempatan untuk saya bisa bersama anak anda."


Brak!

__ADS_1


Margareth menggebrak meja di depannya dengan kuat. Ia tidak percaya, Mazaya sudah tak bisa ia ancam-ancam lagi.


"Baiklah, kalau kau ingin terus berjuang. Karena pada kenyataannya, anakku tidak akan kembali padamu. Bahkan sudah lama kalian tidak saling berkomunikasi kan?"


Mazaya sadar, kalau ini adalah ulah Margareth. Kemungkinan besar Margareth memutus komunikasi dirinya dengan Jorell.


"Anda seorang ibu yang kejam bukan? Terlalu memikirkan ambisi tanpa memikirkan perasaan anak anda sendiri. Apa anda pernah sekali saja bertanya, apa maunya? Apa yang membuatnya bahagia? Apa kesukaannya? Dan apa yang ia harapkan untuk masa depannya?" tanya Mazaya bertubi-tubi hingga membuat Margareth kesal dibuatnya.


"Jangan sok menasehati ku. Karena aku yang paling tahu segalanya tentang anakku," ucap Margareth.


"Ya, ya, anggap saja begitu. Tapi sebenarnya anda tidak tahu apapun tentang anak anda sendiri. Anda hanya tahu apa yang ingin anda tahu saja."


"Dengan anda yang memaksakan kehendak anda pada anak anda sendiri. Anda mungkin akan kehilangan sosoknya yang ceria dan ramah. Saya harap, anda tidak melakukan yang lebih daripada saat ini. Jorell berhak bahagia, memilih orang yang disukainya, dan orang itu adalah saya. Saya juga sudah muak dengan anda. Oh, iya makasih untuk uang yang waktu itu, berkat anda saya bisa melunasi hutang-hutang keluarga saya. Tapi, untuk kali ini, saya tidak akan begitu lagi, karena saya sadar, kalau Jorell lebih berharga daripada uang."


Setelah mengatakan itu, Mazaya keluar dari ruangan manager dan meninggalkan Margareth yang berapi-api karena tersulut emosinya.


"Sialan! Dasar wanita tidak tahu diri! Seenaknya saja menasehati aku! Awas saja!"

__ADS_1


Margareth tampak mengepalkan tangannya. Ia benar-benar tak menduga ini sebelumnya. Padahal ia sudah mempunyai rencana untuk mengirim Mazaya ke kota lain lagi agar tak pernah berjumpa dengan anaknya lagi. Tapi ternyata, haaaah.


*


*.


Jorell mengepalkan tangannya kuat-kuat saat mengetahui kalau mamanya datang menemui Mazaya. Bisa dipastikan, mamanya mempunyai rencana buruk lagi.


Sebenarnya kalau Jorell mau, ia bisa menghubungi Mazaya, cuma karena ia tak ingin Mazaya terluka lagi, ia lebih memilih untuk tidak menghubungi wanita yang disukainya.


Bahkan tanpa diketahui kakaknya pun, Jorell juga menempatkan seseorang untuk menjaga dan mengawasi Mazaya dari kejauhan dan mereka hanya saling berkomunikasi lewat email.


Namun, mamanya malah melanggar ucapannya sendiri. Haruskah Jorell juga begitu?


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2