Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 12: Pertemuan tak terduga


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Suara seseorang dari belakang begitu familiar di telinga nya, Rini tak lagi beradu mulut dengan wanita tak punya santun di depan. Pikiran nya kali ini sudah melayang seperti layang-layang.


Rasa takut kembali hadir padanya, ia tidak berani berbalik, ia takut jika nanti dugaan nya benar.


Felix yang berdiri menatap wanita di depan nya tak kunjung balik menjadi tambah kesal. Amarah nya terpancar jelas, bahkan semua yang berada di dekat nya dapat merasakan aura iblis dari wajah Felix.


"Maaf Pak, saya sudah mengatakan pada Ibu ini untuk pergi meninggalkan perusahaan, tapi dia ngotot, memaksa ingin bertemu Bapak. Padahal di agenda tertulis Pak Ken yang datang, tapi Pak Ken malah mengutus kan sekretaris nya," jelas wanita tersebut takut melihat amarah atasannya.


"Oh jadi seperti itu! Dia mengutus kan wanita murahan ini kesini, menjijikkan!" hina Felix tanpa mempedulikan perasaan wanita tersebut, banyak yang mendengar hinaan atasannya merasa kasihan pada sekretaris utusan perusahaan Kendra Grup.


"Dia masih saja sama tidak berubah, kasar! dasar brengsek!" maki Rini dalam hati mencoba merendam amarah.


"Panggil security dan usir wanita murahan ini!" perintah Felix jijik pada wanita di depan nya tidak juga berbalik, membelakangi nya.


"Security!" teriak Joi.


"Iya Tuan," kedua security dengan nafas tersenggal-senggal tiba di dekat atasannya.


"Apa yang kalian lakukan? apa saya memperkerjakan kalian untuk menonton wanita tidak jelas membuat kerusuhan di perusahaan saya, hah!?" bentak Felix marah tatapan nya seakan siap menerkam orang-orang di depan nya.


"Maaf Tuan," tunduk takut kedua dengan amarah atasannya.


"Sudah! Usir wanita ini dari perusahaan saya, dan Joi kau hancurkan perusahaan Kendra Grup sudah berani nya mengutus kan wanita murahan ini kemari," tegas Felix tidak henti menghina wanita di depan nya diam tak mengeluarkan sepatah kata sejak tadi.

__ADS_1


Bahkan wanita yang bertugas di bagian resepsionis meladeni kerusuhan Rini menjadi bingung pasalnya Rini seperti membeku tanpa mengucapkan sepatah kata membela diri seperti orang bisu.


Rini sudah mencoba sabar tidak terpancing amarah, tapi semakin ia diam, mulut pria itu semakin lancang memaki nya.


Sabar sudah kehabisan nya sekarang ia akan menangani pria gila itu.


"Mari Nona ikut ka-"


"Jangan sentuh saya dengan tangan kotor kalian!" bentak Rini marah besar. Berbalik menatap tajam pria di depan nya. Amarah Rini tidak bisa di rendam lagi, ia sangat marah, pria itu tidak henti menghina nya sejak tadi.


Deg!


Tubuh Felix bergetar, tumpuan kaki mendadak lemas hampir jatuh. Sosok wanita di depan amat ia rindukan berdiri tegak menatap penuh amarah padanya.


Aura menakutkan di wajah Felix seketika lenyap. Air mata jatuh menetes, langkah kaki bergerak maju mendekat.


"Berhenti! kau pria gila! pria bre****k. Kau dari dulu tidak pernah berubah, kau selalu berkata kasar! apa sekarang kau akan memainkan peran mu lagi seperti dulu?" marah Rini meluapkan semua kekesalan nya.


Semua yang sejak tadi melihat pertunjukan itu terkejut dengan kata sayang yang terucap dari mulut atasannya pada wanita yang membuat kerusuhan di perusahaan.


Pertanyaan pertanyaan datang menghampiri di otak mereka yang menyaksikan. Apa hubungan CEO mereka dengan wanita itu? kenapa memanggil kata sayang? wajah menyeramkan CEO itu seketika hilang melihat wajah wanita itu.


"Hei! lepaskan aku. Siapa yang mengizinkan mu memeluk ku!" berontak Rini, tapi pelukan Felix semakin erat.


"Aku merindukan mu sayang, kenapa kau pergi meninggalkan ku? aku mengaku salah, aku pria bre****k, pria keji, pria gila, dan pria apapun itu, aku minta maaf. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi," mohon Felix menangis dalam pelukan Rini.


"Jangan harap! sampai aku mati pun aku tidak akan memaafkan mu, aku sangat membenci mu!" tegas Rini dengan sekuat tenaga mendorong Felix.

__ADS_1


"Kau ingat baik-baik, kau hanya pria masa lalu ku, kau sama sekali tidak berarti dalam hidup ku. Kita memang suami istri, tapi itu dulu. Pernikahan kita juga tanpa dasar cinta. Dan satu lagi ajarkan pada semua pekerja mu dalam bertutur kata padaku," lanjut Rini memberi peringatan pada Felix, mata nya beralih pada wanita gila itu.


"Hari ini kau ku maafkan tapi tidak kedepannya, karena saat itu juga kau berulah aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri," ancam Rini tidak peduli dengan tatapan semua orang padanya yang menilai nya seperti seorang psikopat gila.


Berbeda dengan Felix malah tersenyum mendengar ancaman istrinya, ia tidak menyangka wanita nya menjadi lebih berani. Wajahnya juga semakin cantik.


Tatapan nya tak berpindah sedetik pun dari Rini. Ia tidak akan membiarkan Rini pergi lagi dalam hidupnya, apapun cara nya akan ia lakukan untuk mempertahankan Rini.


Meski harus mengurung sekalipun ia tidak peduli.


"Astaga Tuan kau seperti orang gila sekarang, mana wajah dingin mu lagi? Sungguh Nona kau begitu waw aura mu memikat Tuan berubah seketika menjadi orang tidak waras," puji Joi dalam hati salut.


"Aura Nona muda juga sama menakutkan seperti Tuan kalau marah, memang pasangan yang cocok," lanjut nya lagi.


"Kenapa kau menatap ku?" tegur Rini tidak suka dengan tatapan Felix padanya.


"Kenapa? ini mata ku sayang, jadi bebas mau lihat siapa pun yang ku suka," jawab Felix santai tersenyum pada Rini yang terlihat kesal padanya.


"Kau benar, tapi tidak harus menatap ku! aku punya hak melarang orang yang menatap ku," tegas Rini.


"Hmmm, hak ya?" pikir Felix menatap lekat Rini sambil memikirkan sesuatu. "Jika seperti itu aku punya hak atas mu sayang, karena sampai saat ini kau adalah istri ku. Aku tidak pernah menceraikan mu, kau kabur dari rumah bukan aku yang mengusir mu, jadi kita akan pulang bersama sekarang," sambung Felix enteng.


"Tidak, kau tidak bisa memaksa ku lagi! jika kau tetap memaksa seperti dulu yang pernah kau lakukan. Aku akan mengakhiri hidup ku di depan mu," ancam Rini serius. Ia takut mendengar perkataan itu, ia tidak mau kembali dalam penjara Iblis.


"Apa kau gila! aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi!" bentak Felix tidak suka mendengar Rini berbicara seperti itu.


"Kenapa tidak? kau lupa tanpa benda tajam aku bisa mati kapan pun aku mau, jangan melupakan itu. Jadi sekarang ku peringatkan padamu jika benar mencintai ku jangan menganggu hidup ku lagi, tapi jika kau tidak mencintai ku terserah bawa aku bersama mu, anggap saja ini pertemuan terakhir kali nya kita," ucap Rini santai, hatinya sudah takut setengah mati berbicara sok berani. Tapi demi mendapat kepercayaan Felix, ia harus memainkan peran lebih dalam biar pas menyakinkan.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2