
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Di Markas Felix sudah mengumpulkan semua anggota nya nya dan juga kedua pria kepercayaan nya yaitu Rio dan Joi.
Mereka begitu penasaran dengan kedatangan Bos dadakan, dan juga minta semua anggota berkumpul. Mereka berpikir mungkin ada kesalahan yang mereka lakukan tanpa di sadari dan Bos ingin menghukum.
Tatapan Felix tajam mengarah pada semua anggota nya. Tak ada seseorang pun dari mereka membuka suara sebelum di perintah kan.
"Semua sudah berada di sini?" mata Felix tertuju lekat menatap Rio.
"Sudah Bos," jawab Rio tegas.
"Hmmm. Apa kalian tau kenapa saya mengumpulkan semua di sini?" tanya Felix melihat semua anggota nya gugup dan ia tau apa yang membuat mereka seperti sekarang.
"Bos ini aneh, dia bertanya seolah kami tau, padahal dia yang meminta kami berkumpul," ucap Rio dalam hati mengatai Bos nya.
"Tidak," jawab serentak mereka yang berada di sini.
"Hmmm. Saya mengumpulkan semua mau memberi tugas apapun itu harus bisa kalian dapatkan, mengerti!" tegas Felix dingin tanpa ekspresi, mata elang nya tajam menatap semua.
"Siap, mengerti," jawab semua yakin, meski nanti nyawa taruhannya.
Resiko menjadi anggota Mafia sudah mereka ketahui, apapun konsekuensi mereka terima sesuai di awal perjanjian sebelum masuk Mafia.
"Bagus," senyum Felix senang, semua yang melihat senyuman Bos nya bergidik ngeri.
"Istri saya saat ini sedang membutuhkan donor jantung yang cocok untuk nya. Dan sudah puluhan tahun tidak ada pendonor yang cocok. Tugas kalian sekarang lakukan apapun itu saya tidak peduli temukan pendonor jantung yang cocok untuk istri saya secepatnya. Bagi siapa pun yang berhasil melakukan tugas ini, saya akan memberi hadiah," ujar Felix serius.
__ADS_1
"Bos, sejak kapan Nyonya sakit? selama ini bukannya Nyonya sehat-sehat?" penasaran Rio sebab yang di ingat istri Bos nya sehat dan sangat aktif.
"Apa saya perlu saya memberitahu kau, hah!? marah Felix dengan kekepoan Rio pada penyakit istrinya.
"Ti-tidak Bos, maaf atas ke lancang-an saya," ampun Rio mengaku salah.
"Jika seperti ini lagi kau akan ku hukum," ancam Felix.
Glek!
"Dasar bodoh, kepo gak tanggung-tanggung lihat sekarang kau membangun harimau yang sedang tidur," batin Joi kasihan dengan sahabat nya sangat bodoh itu kena semprot dari Tuanya.
"Joi ikut saya," perintah Felix berjalan meninggalkan semua anggota yang masih berkumpul belum di bubarkan.
"Iya Tuan," jawab Joi cepat mengekor Tuanya melangkah pergi.
Setiba di ruangan Felix duduk di kursi kebesaran nya, dan Joi setia berdiri.
"Sudah Tuan, seperti dugaan Tuan semua benar. Pak Ken memiliki perusahaan di kota A. Dan sudah 3 hari kemarin Pak Ken tiba," jelas Joi dari apa yang di ketahui setelah menyelidiki pria bernama Ken sesuai perintah Felix.
"Jadi seperti itu, apa kau tau apa motif nya menetap di Kota A? bukannya selama ini ia tidak suka pindah Kota? kenapa malah ingin melakukan? apa ini karena Rini? pria itu menyukai istri ku?" tebak Felix entah kenapa perasaannya sangat yakin akan hal itu.
"Bisa jadi Tuan, sebelum Pak Ken mengutus kan Nyonya Rini ke kota A, dia memanfaatkan Nyonya melakukan sandiwara di depan wanita pilihan Nyokap nya, dan saya rasa itu hanya modus Pak Ken memang menginginkan Nyonya Rini," kata Joi.
"Memanfaatkan? sandiwara? apa maksud mu? kenapa ada kata menginginkan? apa pria bre****k itu sudah menyentuh istri ku?" marah Felix sudah berpikir liar bagaimana Ken sialan itu menyentuh wanita nya.
Joi diam, ia belum mengatakan apapun saja Tuan nya sudah sangat marah, bagaimana nanti jika ia memberitahu pria bernama Ken sudah menyentuh Nyonya, bisa tewas saat ini juga pria itu.
"Hei! katakan apa dia sudah menyentuh istri ku!?" bentak Felix tidak sabaran Joi seperti orang bisu terus diam.
__ADS_1
"Tu-tuan, Pak Ken sejak lama sudah menaruh hati pada Nyonya. Dan dia sudah lama menginginkan Nyonya, jadi saat ada kesempatan dia bercinta, tapi tidak sampai anu karena saat itu di kantor," gugup Joi keringat menceritakan semua yang di lakukan si Ken.
Brak.!
"Kurang ajar! berani nya dia menyentuh istri ku!" marah Felix tidak terima mengetahui selain nya ternyata ada pria lain menyentuh Rini.
Rasanya saat ini ia ingin pulang memarahi Rini yang muda di manfaatkan, mana Rini yang pintar? ck, sangat memalukan, ia benar-benar kecewa pada Rini.
Felix tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa ia lakukan, karena itu sama saja mengantar Rini pada ajal nya.
Penyakit Rini yang semakin memburuk membuat nya mengurungkan niat.
"Aku tidak menyangka kau sebodoh ini, mana kepintaran yang selalu kau banggakan? apa sebenarnya kau juga menginginkan sentuhan pria menjijikkan itu? ck, memalukan. Aku sangat kecewa padamu, kau sudah seperti wanita murahan maunya di sentuh pria lain," marah dan kecewa Felix dalam hati.
"Hancurkan perusahaan nya!" perintah Felix dingin depan amarah penuh di hati nya saat ini.
"Baik Tuan," sahut Joi cepat. Pergi meninggalkan Tuan nya dari pada kena semprot dari kemarahan yang tidak di buat lebih baik cari aman saja.
"Ah! kau benar-benar membuat ku kecewa Rini!" Felix menghancurkan semua benda di dekatnya.
"Kau selalu mengatakan padaku kau bukan wanita murahan, tapi apa sekarang kau wanita murahan! Jika bukan berada di kantor kalian pasti sudah melakukan lebih," amuk Felix kebakar api cemburu tidak terima milik nya juga di sentuh orang lain.
"Jika aku tidak memikirkan penyakit mu, aku sudah menghukum mu dengan caraku. Kau sangat beruntung aku sangat mencintai mu, tapi kenapa cinta ku ini kau manfaatkan dengan sesuatu yang tidak ku suka? kau bisa melakukan apapun yang kau suka aku tidak akan marah, tapi tidak dengan hal menjijikkan ini," Felix tidak henti meluapkan amarah nya menghancurkan semua barang yang tidak bersalah sebagai pelampiasan nya.
Dia tidak bisa langsung melampiaskan pada Rini. Sungguh sesuatu yang baru seorang Felix Mafia terkejam tidak peduli gender besar kecil ia langsung menghabiskan dengan tangannya sendiri.
Tapi sekarang semua tidak bisa ia lakukan, meski hanya sekedar marah atau sedikit peringatan tidak bisa ia lakukan.
"Kendra, kau pria yang cukup berani. Tunggu kedatangan ku, aku akan menunjukkan padamu apa arti menginginkan yang sebenarnya. Kau begitu licik, tapi istri ku yang juga licik itu bisa kau buat menikmati sentuhan mu. Maka bersiaplah menerima balasan yang tidak pernah bisa akan kau lupakan seumur hidup," ucap Felix dingin tidak sabar membalas pria bernama Ken itu.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...