Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 15: Apa aku egois?


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Apa yang kau katakan? kenapa mendadak ingin menyerah kan si kembar padaku? kau tidak berencana pergi jauh lagi, kan?" sorotan mata tajam, marah dengan perkataan Rini, ia tidak suka semua yang keluar dari mulut Rini.


"Bukan urusan mu. Besok ikutlah bersama ku bawa si kembar bersama mu," jawab Rini.


"Kata siapa bukan urusan ku? ini masih urusan ku Rini! kau Ibu dari anak-anakku, kau bahkan melakukan hal yang sama pada si kembar, kau terus saja egois memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak lelah, apa? menyakiti orang-orang yang benar tulus menyayangi mu? apalagi orang itu sekarang adalah si kembar? kau pikir mereka akan bahagia dengan keputusan mu ini? tidak... mereka akan hancur, dunia mereka tidak akan lengkap... aku sudah merasakan hal itu hidup tanpa orang yang kita sayang, dan sekarang kau ingin si kembar merasakan? Ibu seperti apa kau sebenarnya sih? kau bukan wanita jahat, wanita egois, tapi kau tidak pantas menjadi seorang Ibu. Karena tidak ada seorang Ibu yang tega melakukan hal ini pada anak-anaknya," kecewa Felix tanpa sadar perkataan nya sudah menyakiti perasaan Rini, bahkan perkataan nya itu mengalahkan tembakan pistol.


Runtuh sudah pertahanan Rini sok kuat di hadapan Felix. Lelah, sangat lelah saat ini mencoba kuat perkataan Felix menjatuhkan nya sampai ke dasar-dasar hingga tidak mampu kembali berdiri.


"Kau seperti orang baik saja mengatai ku buruk! tau apa kau tentang hidup ku, hah!? katakan! kau tidak tau hidup ku seperti apa sejak kecil. Jika kau mengatakan hidup mu lebih menderita? kau salah, akulah yang sangat menderita! aku punya keluarga, tapi seperti tidak punya keluarga. Bahkan jika di beri pilihan aku lebih baik tidak memiliki keluarga, dari pada memiliki. Hidup ku penuh penderitaan, di usia 7 tahun aku di mana anak kecil seusia itu bermain menghabiskan waktu bersama orang tua, aku tidak, kau tau kenapa?" tanya Rini dengan dera air mata di membasahi wajah.


"Aku anak kecil yang malang, harus keluar masuk rumah sakit seorang diri tanpa di temanin keluarga, mau tau kenapa? karena keluarga ku tidak ada yang peduli padaku. Bapak Tirtan terhormat itu menganggap ku anak yang menyusahkan, dan Ibu Diana tak bisa melakukan apapun selain mengikuti perkataan nya. Aku benci wanita lemah seperti Ibu Diana," tanpa sadar Rini meluapkan semua kesedihan di masa lalu yang menyakitkan.


Felix tidak berniat menyela, tidak juga memberi kata semangat pada Rini. Ia ingin Rini meluapkan semua sakit hati di masa lalu dan dengan seperti itu akan sedikit lega untuk Rini, meski tidak membuat nya lupa.

__ADS_1


"Di usia yang seharusnya aku senang-senang... aku harus memaksa diri menjadi orang dewasa, tapi tidak sepenuhnya dewasa, aku sering membuat ulah, tapi itu malah membuat Pak Tirtan marah besar, mereka tidak menyadari ulah yang sering ku perbuat itu hanya alibi belakang agar di perhatian mereka. Kasih sayang mereka hanya bertumpu pada kembaran ku. Semakin aku beranjak dewasa aku terus membuat onar agar dapat berbicara dengan Pak Tirtan, meski obrolan kami tidak baik, karena itu adalah amarah yang d luapkan nya pada ku yang hanya bisa membuat nama keluarga malu, tapi aku tidak peduli amarah, aku semakin menggila, ya gila hingga Pak Tirtan tidak sanggup menghadapi ku lagi... hahaha... hahaha... Sungguh miris masa lalu ku... bagi yang mendengar kisah hidup ku, tidak akan ada yang percaya mereka akan mengatakan ini adalah sebuah dongeng tidur yang sering ku baca setiap hari hingga begitu hafal detail cerita nya."


"Dan kau datang dalam hidup ku mengacaukan semua membuat penderitaan ku menjadi lengkap. Kadang aku berpikir apa salah aku berbuat onar untuk mendapatkan kasih sayang orang tua? apa salah aku membunuh kembaran ku untuk mendapatkan pria yang ku cintai? apa salah aku egois di sisa hidupku? apa itu salah!?" teriak Rini muak dengan takdir hidup begitu mempermainkan nya.


"Hiks... hiks... hiks... aku lelah menjadi wanita kuat, Felix... aku ingin seperti wanita lain nya... hiks... hiks... hiks... " tangis Rini hatinya hancur berkeping-keping. Ia tidak akan menutupi sisi lemah nya sekarang. Biarkan hari ini ia tunjukkan, kedepannya tidak ada lagi.


Felix dapat merasakan sakit yang di rasakan Rini. Sakit nya bertambah melihat air mata Rini berjatuhan.


Amarah dan kebencian tertuju pada kedua orang tua Rini yang kejam menancapkan pisau begitu dalam hingga luka masih berbekas pada wanita nya.


"Katakan Felix, apa aku salah? katakan apa aku tidak pantas menjadi seorang Ibu? katakan? jangan diam seperti ini, aku butuh jawaban mu," isak Rini. Felix tidak tega menarik membawa Rini dalam dekapan nya.


"Maafkan perkataan ku tadi, kau sosok Ibu yang baik dan kau pantas menjadi Ibu karenakan kau Ibu terbaik di dunia," lanjut Felix menyesal sudah berkata kasar pada Rini tanpa tau berapa dalam luka yang di masa lalu nya.


Rini terdiam tidak menjawab yang di katakan Felix, berada di dalam pelukan Felix sangat nyaman, entah kenapa ia merasa lebih tenang.


Pelukan hangat dari Felix selalu ia mimpikan bisa di dapatkan dari orang tuanya. Tapi tidak tergapai.

__ADS_1


Felix seorang Mafia kejam tak kenal kelembutan, mendadak menjadi sangat lembut pada wanita nya. Dengan penuh cinta ia mengusap rambut Rini.


Saking nyaman berada di pelukan Felix, Rini tertidur mungkin efek lelah menangis dan juga nyaman di pelukan Felix.


Felix menggendong Rini dengan hati-hati membawa ke ruangan nya yang berada di balik lemari.


Meletakkan dengan pelan agar tidak terbangun, Felix tidak membiarkan Rini merasa terganggu dengan pergerakan nya.


"Tidur lah sayang, aku akan menjemput anak-anak kita. Tidak akan ku biarkan kau pergi lagi, sudah cukup penderitaan mu selama ini, tidak ada air mata lagi jika ada itu hanyalah air mata kebahagiaan."


Cup.


Felix mengecup kening Rini lembut dan pergi membiarkan Rini istirahat.


📞:"Ke ruangan ku sekarang," perintah Felix pada seseorang di sebrang sana tanpa mendengar jawaban langsung mematikan sambungan telepon sepihak.


"Maafkan Daddy baru sekarang menemui kalian, Daddy janji akan membahagiakan kalian bersama Mommy," janji Felix.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2