Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 17: Pagi yang panas tapi sehat untuk tubuh


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Satu minggu kemudian...


Kehidupan rumah tangga Felix dan Rini sudah seperti keluarga bahagia, apalagi si kembar begitu aktif terutama Katy cerewet tiada henti berbicara. Berbeda dengan Louis tidak banyak bicara.


Rini tidak menemani si kembar dan juga Felix karena ia harus bolak-balik rumah sakit. Dan Felix tau akan hal itu meski Rini tak pernah memberitahu kemana ia pergi selama satu minggu. Tanpa sepengetahuan Rini, Felix menempatkan pengawal dan mereka akan menjaga Rini dari jauh.


"Sayang, pagi-pagi kau sudah cantik, mau kemana?" tanya Felix pura-pura tidak tau kemana Rini pergi.


"Aku ingin jalan-jalan, kenapa kau keberatan? ingat janji mu tidak mengatur hidup ku," Rini mengingatkan Felix tidak banyak tanya.


Dia tidak masalah panggilan sayang Felix padanya, ia sudah bosan menghentikan Felix, tapi pria itu tidak mempedulikan nya, hingga ia pun mengalah.


"Tidak, aku tidak keberatan sama sekali, asal kau tidak bermain di belakang ku, kemana pun kau pergi aku tidak masalah," senyum Felix menarik Rini mendekat padanya.


"Kau ini apa-apaan sih, menjauh lah jangan cari masalah pagi-pagi begini," kesal Rini, Felix semakin menggodanya mendekati wajahnya.


Wajah kedua begitu dekat, Felix menatap lekat Rini yang sangat cantik. Ia akui kecantikan Rini, istrinya selalu tampil cantik dimana pun ia berada, kecantikan nya menghipnotis kaum adam di dekatnya.


Felix tidak takut istrinya di ambil pria lain, karena hati istrinya nya sangat keras, selama ini saja Rini masih mencintai pria lain bukan ia suami nya. Bukannya itu kurang ajar? sangat kurang ajar, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga cinta tidak tidak bisa di paksa, biarkan perasaan itu hilang sendiri dengan beriring nya waktu.


Tapi tidak menutup kecil kemungkinan pria jahat melakukan hal gila untuk mendapatkan Rini.


"Apa kau gugup seperti ini?" senyum Felix semakin mendekatkan wajah mereka. Hingga hidung kedua bersentuhan.


"Mana ada, aku tidak gugup. Kau jangan asal bicara," bantah Rini, saat ini ia sudah gugup minta ampun, tapi berusaha menutup agar tidak ketahuan, nanti yang ada ia ledek Felix.

__ADS_1


"Tapi aku melihat bibir ini tidak berkata sesuai yang di rasakan."


"Tau apa kau, em-"


Mmppht...


Felix membungkam bibir Rini dengannya, bibir itu terus menarik nya. Sudah lama tidak ia rasakan manisnya bibir yang selalu berkata kasar, dan terus menolak sentuhan nya.


Kini ia akan mempermainkan Rini agar wanita itu sendiri yang meminta nya.


Felix tidak ahli berciuman, tapi entah kenapa setiap melakukan bersama orang tercinta seketika ia menjadi orang ahli. Tentu itu sangat ia syukuri.


Felix mengigit bibir Rini pasalnya wanita itu enggan memberi jalan untuk nya masuk. Tapi itu tidak membuat nya menyerah, ia meng****p rakus bibir tangan nya mempererat pada pinggang Rini, satu tangan nya lagi menekan tengkuk leher belakang.


Rini tak bisa menghindari lagi, pria itu benar-benar tidak memberi cela untuknya kabur.


Runtuh sudah pertahanan Rini sekarang. Pria di depan nya sangat licik. Felix memainkan bibir nya menari, membelit satu sama lain meny***p. Ia menyukai ketidakberdayaan Rini seperti ini. Sekali-kali membuat Rini kalah ternyata sangat muda.


Felix tersenyum kecil akhirnya wanita nakal nya itu kalah juga membalas ciuman nya. Rini pun sama liarnya, ia membalas ciuman Felix dengan ganas, ciuman mereka menjadi sangat panas menginginkan lebih dari ini.


Tangan Felix sudah masuk di balik baju Rini, saking nakalnya menyentuh asal membuat darah Rini memanas.


Bibir turun meng****p setiap inci tengkuk tanpa cela. Tubuh Rini menegang sentuhan Felix membuatnya menginginkan sentuhan lebih dari sekarang yang mereka lakukan.


"Ahhhk.... " sekuat tenaga Rini berusaha tahan ternyata tidak bisa, Felix begitu licik membuatnya kalah.


"Kau kalah sayang, mari ikut aturan ku sekarang," senyum puas Felix. Menggendong Rini membawa ke atas ranjang.


"Hari ini aku akan memberi mu servis terbaik."

__ADS_1


Rini mengigit bawah bibir nya, ia kesal pada diri nya bagaimana bisa kalah, tentu ia ingat pada perjanjian nya pada Felix 5 hari yang lalu.


"Bodohnya kau Rini, bagaimana bisa kalah kenapa tidak kau tahan! kau benar-benar murahan begitu menikmati sentuhan nya," umpat Rini memaki dirinya.


Felix tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, ia akan membuat Rini terlena akan permainan panas mereka, dan nanti Rini sendiri yang meminta saking ketagihan akan sentuhan nya.


Setelah membuka pakaian Rini tanpa sehelai benang, ia membuka pakaiannya, kedua sama-sama polos. Pagi ini kedua akan menciptakan pagi yang panas tentu sehat untuk kesehatan.


"Kau sangat seksi sayang, bahkan tubuh mu ini masih sama seperti dulu. Aku tidak pernah lupa setiap lekuk tubuh mu ini. Bahkan ini," Felix mengelus gawang Rini dengan lembut.


Bukan hanya mengelus, Felix memasukkan jari nya bermain di dalam.


"****! Dia seperti nya sengaja mempermainkan ku, awas kau jika benar aku akan marah besar," umpat Rini tubuh nya sudah menginginkan pelampiasan sempurna.


"Sabarlah sayang, ini masih awal kau harus mengikuti permainan ku sesuai kesepakatan kita. Tapi jika kau menginginkan ku langsung pada intinya aku siapa melakukan. Tapi dengan satu syarat," Felix tersenyum licik memanfaatkan kelemahan Rini yang sudah tidak sabar dengan sebuah keuntungan tidak merugikan dirinya.


"Kau sangat licik ternyata, ahhhhhk.... " di sela kekesalan nya ia tidak henti mendesah. Felix memainkan seperti permen lolipop masuk keluar. Dan Rini sudah seperti orang gila dibuat Felix.


"Ya sayang aku licik, tapi kau lebih licik. Kau mempermainkan ku karena cintaku begitu besar padamu, sekarang giliran ku. Bagaimana kau setuju atau tidak?" Felix tidak henti mendesak Rini, jari nya semakin nakal. Rini terus mendesah.


"Ahhhhhk... ka-u.... ahhhhhk.... ba-ik-lah.... ahhhhhk... a-ku... se-tu-ju... ahhhhhk... " Rini akhirnya menyerah ia bisa gila jika seperti ini.


"Oh sayang, aku sangat mencintai mu... baiklah sekarang aku akan memuaskan mu, memberi pelayanan spesial. Setelah itu baru ku beritahu apa syaratnya. Ku ingatkan apapun itu kau tidak bisa menolak," ucap Felix.


"Ya, aku tidak akan menolak. Lakukan sekarang aku bisa gila lama-lama," suara Rini terdengar lemah sejak tadi menahan gejolak belum di tuntaskan.


"Good. Kau sangat tidak sabaran sayang. Tapi aku suka kau yang seperti ini tidak malu-malu. Sering-seringlah seperti ini aku akan senang memberikan kapan pun kau menginginkan," goda Felix senang melihat wajah Rini kesal dan juga tidak kuat menahan gejolak cinta.


"Akkkh, pria gila ini benar-benar menguji kesabaran ku. Lihat saja aku akan balas kau lebih dari ini," janji Rini tidak terima setelah hari ini di permainan dan juga di manfaatkan.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2