Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 26: Biar aku saja


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pagi hari yang cerah, secerah langit. Senyuman di wajah Felix tak kunjung pudar. Pria itu terus tersenyum bahagia. Hal yang membuat nya uring-uringan selama 3 hari telah terselesaikan.


Rini wanita tangguh telah menceritakan semua tanpa ada yang di tutupi, bahkan Rini terus terang mengapa jika ia terlena akan sentuhan Ken.


Tapi hal yang membuat ia bahagia bukan kejujuran Rini tentang Ken. Tapi kejujuran Rini yang sangat menyukai sentuhan nya.


Dia sangat bahagia, ungkapan Rini semalam terus terngiang-ngiang di benaknya. Ia tidak menyangka hanya mendengar hal itu membuat nya sangat bahagia.


Sungguh cinta memang gila mudah membuat seseorang yang pintar menjadi bodoh. Dan sekarang Felix mengalami kebodohan atas cinta nya pada Rini wanita keras kepala.


"Hei, berhentilah tersenyum seperti orang gila. Aku tidak ingin malu karena kau, jika ada yang mengatai ku memiliki suami gila," ucap Rini kesal melihat senyum di wajah Felix, bahkan pria itu terus lengket padanya.


"Katakan saja padaku jika ada yang mengatai mu seperti itu aku akan membunuh mereka," serius Felix senyuman di wajah hilang menatap Rini dan meraih tangannya.


"Jika ada yang menyakitimu atau membuat mu tak nyaman dan lain sebagainya yang kau rasa sudah mengusik ketentraman mu, langsung katakan padaku, aku akan membunuh mereka," lanjut Felix ucap nya terdengar mematikan bagi mereka yang mendengar berani menganggu wanita nya.


Tapi tidak pada Rini, ia merasa jijik. Perkataan Felix secara tidak langsung meremehkan nya, tidak percaya akan kekuatan yang di miliki.


"Ck, kau meremehkan ku? kau pikir aku tidak bisa membunuh mereka dengan tangan ku sendiri? kau salah besar, aku sangat bisa," protes Rini tidak terima, ia bisa melakukan apapun yang ia suka hanya saja tidak ada orang yang sepadan dengan nya.


"Kau salah paham pada sayang," kata Felix melihat wajah kesal Rini yang sudah seperti singa.

__ADS_1


"Lalu kalau bukan salah paham, apa?" tanya Rini minta penjelasan, ia makin geram jika harus berbelit-belit tidak jelas seperti ini.


"Dengar kan aku baik-baik. Aku tidak meremehkan mu, aku sangat percaya kau bisa membunuh siapapun yang menyakitimu, tapi yang jadi persoalannya aku tidak mau kau mengotori tangan cantik mu sayang, biar aku saja yang melakukannya. Kau cukup beritahu siapa yang harus ku bunuh dan aku akan langsung membunuh mereka," jelas Felix tidak becanda apa yang di katakan terlihat keseriusan di wajah.


"Baiklah jika kau memaksa. Mulai sekarang aku tidak akan mengotori tanganku lagi. Sebenarnya aku juga sangat malas harus turun tangan membunuh orang, tapi karena sudah ada kau pria yang sangat tergila-gila padaku. Aku bisa memanfaatkan mu. Jangan menyesal akan hal itu, aku bicara depan-depan jika sekarang aku sedang memanfaatkan mu, aku tidak ingin kedepannya kau salah paham," Rini memperingati Felix dan pria itu memberi tanggapannya dengan senyuman.


"Dasar aneh, seharusnya dia marah aku sudah mengatakan hal itu, tapi aku salah ternyata dia tidak marah, malah menampilkan senyum menjengkelnya," batin Rini bingung melihat reaksi Felix seperti ini.


"Tidak masalah, aku tidak keberatan apapun itu. Asal kau setia selalu berada di sisi ku itu sudah jauh lebih dari cukup bagiku," sahut Felix santai mencium bibir Rini singkat dan tersenyum meninggalkan Rini di dalam kamar berdiri mematung masih tidak percaya dengan semua yang di katakan Felix.


Rini di buat kehabisan kata-kata, pria yang baru di hadapi itu benar-benar gila. Bagaimana bisa muda menerima sikap keras kepala nya.


Dia jadi berpikir pada perkataan pengawai di salon saat itu. Memberi kesempatan atau tidak sama sekali. Jika ia tetap keras, maka hidup nya akan seperti ini tidak maju, karena cinta nya masih pada pria yang sudah memiliki masa depan sendiri bersama orang lain.


Lama berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba membuka hati mungkin seperti ia bisa merasakan kebahagiaan seperti orang-orang hidup penuh cinta, masalah di bagi bersama dan hadapi bersama pula, tanpa terasa di bebani atau terbeban.


Dia keluar menyusul Felix. Ternyata pria itu sudah berada di meja makan bersama si kembar.


"Morning sayang nya Mom," sapa Rini lembut dengan senyum manis pada kedua kesayangannya.


"Morning too Mom," serentak si kembar termasuk Felix yang juga ikut-ikutan memanggilnya Mom.


"Kesayangan nya Mom sarapan apa pagi ini?" tanya Rini menarik kursi di samping Felix dan duduk.


"Roti bakar Mom," jawab Katy.

__ADS_1


"Kok cuman roti bakar? apa Katy berselera makan? mau Mom masakin?" khawatir Rini mendekati Katy, meletakkan tangan di kening Katy tidak merasa panas.


"Tidak panas, apa Katy merasa kurang enak badan? atau hal sebagai nya membuat Katy tidak nyaman?"


"Mom, Katy baik-baik saja. Katy hanya ingin makan roti saja pagi ini. Pulang nanti baru Katy makan masakan Mom, boleh kan Mom?" tanya Katy setelah menyakinkan Mom nya yang terlihat sangat mencemaskan nya.


Katy mungkin bisa menyakinkan nya dengan senyuman di wajah, tapi hal itu kembali mengingat nya saat seusia Katy terpaksa senyum di depan semua, padahal tidak baik-baik. Seusia Katy, mengingat Rini dimana ia banyak melakukan peran banyak watak.


Kekhawatiran nya bukan tanpa sebab, ia hanya tidak ingin menjadi orang tua tidak berguna seperti orang tuanya dulu tidak peduli dan tidak tau apapun tentang nya.


Menyadari sikap Rini yang berubah, Felix menggenggam tangan Rini memberi kekuatan.


"Katy baik-baik saja, jangan cemas, oke," lembut Felix pada Rini.


***


Mansion kembali sunyi, si kembar berangkat sekolah, Felix ke kantor bersama Rini, sebab ia butuh bantuan istrinya, kerjaan di kantor sedikit bermasalah karena 3 hari tidak di urus dengan baik.


Astyn bosan tidak melakukan apapun, tiap hari menghabiskan waktu dengan makan tidur duduk benar-benar bosan. Meski sudah di beri fasilitas lengkap kemana pun ia pergi tinggal pergi, tetap saja Astyn merasa bosan.


"Hidup benar-benar tidak adil padaku? kenapa sampai saat ini tidak pria datang melamar ku? jika ada hidup ku tak akan kesepian, hari-hari ku akan penuh warna menghabiskan bersama pria yang mencintaiku meski aku tidak mencintai, setidaknya seperti Tuan Felix," ucap Astyn iri dengan cinta Felix begitu besar pada Rini.


Dia bukan tidak suka akan kebahagiaan Rini, ia hanya iri besar nya cinta Felix. Dan ia berdoa agar Rini si keras kepala itu bisa sadar, tentunya bisa membalas cinta Felix biar kebahagiaan mereka berdua lebih terasa.


"Aku berdoa kau bisa melawan ego mu dan mengikuti kata hati mu, Rin."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2