Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 24: Tidak ada hubungan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Deg!


Deg!


Sepasang suami-istri melebarkan mata tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depan mata.


Seseorang yang mereka rindukan, penyesalan tidak henti menghantui setelah mengetahui kebenaran.


Seseorang yang mereka rasa tidak bisa bertemu lagi, sekarang berada di depan mata dengan sangat jelas.


Tatapan rindu, mata berkaca-kaca, bibir terasa kaku mengatakan apapun. Langkah perlahan mendekat ingin memeluk.


"Berhenti!" tegas Rini menatap kedua orang di depan penuh benci.


"Mommy ingin memeluk mu sayang, Mommy rindu padamu," sedih nya melihat putri nya menatap penuh kebencian.


"Saya tidak salah dengar, Rindu? untuk apa saya rindu pada kalian. Lagian saya tidak membutuhkan rindu kalian. Lupakan semua itu. Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun Nyonya Diana, dan Tuan Tirtan terhormat," tekan Rini cuek tidak peduli wajah sedih mereka.


"Mommy minta maaf sayang, Mommy mengaku salah dulu, tapi kita bisa perbaiki semua dari awal, lihat Daddy mu sudah sadar sekarang, dia sangat menyesal atas perbuatannya dulu padamu. Maafkan Mommy dan Daddy mu sayang," mohon Mommy Diana air mata sebagai saksi penyesalan di masa lalu sekarang.


"Daddy mengaku salah sudah jahat padamu, berikan Daddy dan Mommy satu kesempatan untuk menebus semua kesalahan kita," mohon Daddy pada Rini yang tidak mengubah mimik wajah nya.


"Sudah adegan memohon nya?" tanya Rini santai tatapan begitu tajam.


"Rini apa yang terjadi padamu? kenapa kau begitu berbeda dengan putri ku dulu? Rini yang dulu tidak pernah berkata seperti ini," tidak percaya Mommy Diana dengan perkataan yang keluar dari mulut Rini.


"Lalu kenapa? apa masalah nya sekarang? kan, sudah saya bilang saya tidak ada hubungan apapun sama kalian berdua. Saya bukan Rini kalian, jadi stop mengatakan apapun percuma saya tidak akan kembali seperti dulu. Inilah saya yang sebenarnya. Silakan tidak menyukai saya, silakan membenci saya, silakan saya tidak peduli. Hidup saya sudah biasa akan hal itu sejak kecil jadi bukan masalah besar lagi," tegas Rini kenangan masa lalu kembali hadir membuat nya marah hidup begitu keras di saat ia ingin merasakan kebahagiaan di usia nya dulu.


Semua mata orang-orang di salon tertuju pada Rini dan kedua orang tuanya. Rini menyadari telah menjadi pusat perhatian pergi.


Rini terus berjalan tanpa peduli teriakan Mommy padanya. Luka di hati nya tidak akan sembuh begitu muda. Bertahun-tahun ia menderita sendiri, sekarang dengan gampang nya mereka mengatakan ingin perbaiki.

__ADS_1


Sungguh gila, tidak punya otak. Berhasil melukai begitu dalam, sekarang datang ingin mengobati? luka yang di berikan bisa sembuh, tapi tidak dengan bekas luka, karena bekas luka akan selalu ada entah kapan hilang tidak ada yang tau. Begitu pun dengan bekas luka di hati.


Selama menyetir Rini mengumpat kedua orang yang di temui di salon dengan kasar.


Ia tidak peduli lagi dengan keselamatan nya. Bertemu mereka membuat luka yang tertutup kembali terbuka. Otak nya sudah tidak bisa berpikir jernih.


Banyak pengemudi mobil yang ia nyalip memaki atas ugal-ugalan dalam menyetir mobil.


Felix sudah berada di Mansion 2 jam yang lalu, tapi hingga sekarang tidak ada tanda kedatangan Rini.


Ponsel Felix berdering satu pesan singkat dan sebuah video di kirim orang-orang yang di perintah menjaga Rini.


"Ada apa dengan Rini? kenapa mengemudi seperti orang mabuk?" cemas Felix melihat video Rini menyalip banyak mobil bisa berbahaya untuk keselamatannya.


πŸ“ž:"Cepat hentikan mobil istri saya bagaimana pun caranya, jika terjadi sesuatu padanya kalah siap menemui ajal," ancam Felix memerintah, lalu mematikan sambungan telepon nya.


"Aaaaa.... kau selalu saja berbuat sesuka mu, apa tidak bisa sehari kau tenang," kesal Felix cemas Rini kenapa-napa.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Tidak sulit untuk Rini memenangi balapan ini. Sejak SMA ia sudah sering balap. Jadi membasmi tikus kecil sangat gampang.


"Ck, kalian kira bisa menang? tidak, kalian tidak akan bisa menang. Kalian bukan tandingan ku," senyum Rini melihat ketinggalan tikus jalanan tidak terlihat dari kaca mobil atas mengemudi.


Rasa kesal nya pada kejadian di salon hilang, ia sudah merasa baik setelah balapan.


Sebelum balik ke Mansion Rini memilih singgah ke rumah sakit. Hari ini sudah banyak yang ia alami. Ia tidak ingin berakibat fatal pada kesehatan nya.


Dan di Mansion Felix marah-marah mendapat kabar dari orang-orang yang menjaga Rini kehilangan jejak.


πŸ“ž:"Bodoh! bodoh! bodoh! mengejar seorang wanita saja tidak becus bagaimana yang lain? apa kalian sudah bosan menjadi pria? apa kalian ingin berubah gender? katakan! biar saya lakukan sekarang!" bentak Felix marah di sebrang telpon pada orang-orang tidak berguna menjaga seorang wanita tidak becus.


Beberapa jam kemudian, sampai si kembar pulang Rini belum juga kembali. Felix semakin khawatir.


Duduk nya tak tenang, mondar-mandir seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


Si kembar sudah Astyn bujuk untuk tidur siang.


"Wanita itu pergi kemana? kenapa hingga sekarang belum pulang?" lihat saja aku akan menghukum mu nanti," ucap Felix tidak aman membiarkan Rini semena lagi.


Felix ingin menenangkan diri segera masuk ke kamar mandi.


"Bi, dimana yang lain kenapa Mansion sudah seperti kuburan?" tanya Rini baru tiba melihat tak ada seorang pun.


"Di kamar masing-masing Nyonya," jawab art.


"Oh, ya sudah Bibi lanjut kerja," ucap Rini, lalu pergi menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Cekrek.


Rini masuk membuka sepatu dan meletakkan tas di tempat nya, lalu duduk di kursi menatap wajah di pantulan cermin meja rias.


Dia menyisir rambut dengan lembut. Setelah puas ia bangun menuju ruang ganti.


Tanpa sadar sepasang mata menatap tajam wanita yang sibuk memilih baju yang akan di kenakan siang ini.


"Baju mana yang cocok ya? siang-siang gini enaknya yang bahan tipis biar pulas bila perlu sadar nya sampai malam," ucap Rini sibuk mencari, bahkan keberadaan seseorang masuk ke ruang ganti tidak di sadari Rini. Wanita itu terlalu sibuk beradu dengan pikiran sendiri.


Rini kaget tubuh nya melayang. Ternyata pelaku nya seorang pria tidak lain suaminya. Tatapan tajam penuh amarah terlihat dari kedua bola mata dan wajah.


Tubuh Rini yang polos belum sempat memakai baju jadi gelagapan, dari mana Felix masuk? kenapa ia tidak tau?


"Sejak kapan kau berada di sini?" gugup Rini berusaha bersikap tenang.


Felix tidak menjawab malah membungkam bibir Rini dengan kasar. Tidak ada kelembutan yang di rasakan, pria itu benar-benar hilang kendali.


Rini berontak, tidak nyaman dengan perlakuan Felix sangat menyakiti nya.


"Ada apa dengan nya?" batin Rini menahan sakit, Felix tidak juga berhenti.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2