
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Setelah mengantar si kembar ke sekolah, Rini melajukan mobil dengan kecepatan sedang ke kota tempatnya bekerja.
Rini mulai bekerja saat usia si kembar menginjak 2 tahun. Dan untung nya ia bertemu seorang wanita yang amat baik padanya dan si kembar, wanita itu sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.
Selama ia bekerja di kota, si kembar akan di jaga olehnya. Wanita tersebut memiliki watak yang sama dengan Rini yaitu bar-bar. Namanya adalah Astyn dan Rini sering memanggilnya dengan panggilan As.
As lebih singkat dan tidak ribet di bibir saat berkata, dan orang yang di panggil pun tidak keberatan..
π:" As, hari ini gue pulang malam lagi, tolong jagain si kembar, terutama Katy. Dan oh iya satu lagi hampir saja lupa, perhatikan Louis akhir-akhir ini anak itu sedikit aneh, gue yakin pasti ada sesuatu yang terjadi padanya hingga murung. Jadi tugas lo tolong cari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Louis," kata Rini panjang lebar sambil menyetir.
π:"Sudah dulu ya, nanti baru kita sambung lagi, ini gue sambil nyetir," Rini mematikan sambungan telepon sepihak dan meletakkan ponsel di samping kursi mengemudi.
D sebrang telpon seorang wanita begitu amat kesal dengan kebiasaan Rini yang tidak pernah berubah.
Bahkan sejak sambungan telepon berjalan ia baru mengatakan hallo, tapi Rini sudah cerocos panjang lebar tanpa henti seperti rel kereta api.
"Dasar gak ada etika, ngomong udah ngajak perang aja. Gak bisa apa kalau minta bantuan bicara nya lembut gitu," gerutu Astyn kesal menatap ponsel.
Tapi rasa kesal nya itu, tetap ia menuruti permintaan Rini.
__ADS_1
Perjalanan dari desa ke kota memakan waktu 3 jam untuk ke tempat Rini bekerja.
Jam kerja Rini di mulai dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Rini di tempat kan sebagai sekretaris CEO.
CEO tempat Rini bekerja adalah pria yang sudah membantu Rini melarikan diri ke tempat ia tinggal sekarang, bahkan kerjaan pun di tawarkan pria tersebut.
Meski tak secara langsung mengantar Rini ke pedesaan, pria itu memberi rekomendasi pedesaan kecil yang nyaman tapi tidak terlihat seperti desa juga, karena desa nya lebih terlihat seperti kota banyak jalan lebar, dan lorong kecil bisa di hitung.
Pria tersebut hanya beberapa kali mengunjungi Rini di pedesaan tersebut saat si kembar lahir, si kembar usia 1 tahun dan juga 2 tahun.
"Ken, ayolah jangan terus memaksa ku untuk pindah ke kota, aku lebih nyaman tinggal di pedesaan dari pada di kota," kekeh Rini dengan keputusan.
Azis Bradshaw Kendra, biasa di sapa Ken, ia adalah pria yang selalu berada di sisi Rini. Ken pemilik perusahaan tempat nya bekerja.
"Rini jangan keras kepala, kau tidak kasihan sama si kembar? lihat mereka pasti sangat sedih karena tidak memiliki banyak waktu bersama mu, perjalanan dari desa ke kota memakan waktu 3 jam dan itu seharusnya bisa kau gunakan untuk bersama si kembar bukan bersama jalanan! Apa kau lebih sayang jalanan dari pada si kembar?" tuduh Ken menatap intens wanita cantik di depan nya.
"Hei! tutup mulut mu itu, mana ada aku lebih sayang jalanan dari pada si kembar. Baiklah aku mengalah, aku akan pindah ke kota, tapi kau harus membantu ku mencari sekolah terbaik untuk si kembar dan tempat tinggal ternyaman, tentu harus besar. Aku bosan tinggal di rumah kecil, jika kau menolak aku tidak akan pindah," ancam Rini tanpa ragu meski sekarang sudah jam kerja, kedua masih bisa bicara masalah pribadi.
Bahkan Rini memanggil Ken tanpa embel-embel Pak. Semua itu kemauan Ken, bukan Rini.
"Oke untuk itu jangan khawatir, kau tinggal bersama ku saja. Mansion ku besar banyak kamar jadi kau dan si kembar bebas memilih kamar mana yang di suka," sahut Ken santai.
"Ogah! carikan aku apartemen yang besar aku ingin tinggal di sana saja," tolak Rini, bukan tanpa alasan ia tidak terima tawaran Ken, ia hanya tidak ingin di cap murahan mau saja di ajak tinggal bersama.
__ADS_1
"Kenapa? Di Mansion ku jauh lebih besar dari apartemen Rini. Dan kau pasti lebih puas nanti nya," jelas Ken sedikit bingung dengan jalan pikir Rini yang terus-terus menolak setiap di ajak pindah dan tinggal di Mansion nya.
"Di apartemen juga udah puas, lagian aku gak suka yang terlalu besar. Jadi gimana deal gak? kalau enggak ya gapapa. Aku gak terlalu ambil pusing," kata Rini santai duduk melipat kaki di sofa.
"Baiklah, deal. Dasar keras kepala!" ejek Ken terpaksa menyetujui karena tak punya pilihan lain lagi.
Ken sudah menaruh hati pada Rini sejak pertama kali bertemu. Ia tidak peduli dengan kehamilan Rini, yang ia ketahui cinta nya tulus, ia menyayangi si kembar seperti anaknya sendiri, karena si kembar terlahir dari wanita cantik yang ia cintai.
"Ya, aku tau itu, terimakasih atas pujian nya," senyum Rini menganggap ejekan Ken adalah pujian. "Karena tidak ada hal yang ingin kita bicarakan lagi, aku kembali ke ruangan ku. Jangan menghubungi ku jika tidak ada yang penting. Bye, bos ku yang baik hati, tapi sayang tidak tampan," ledek Rini langsung berlari meninggalkan ruangan takut Ken mengamuk.
"Dasar karyawan kurang ajar, berani nya ngatain atasannya," teriak Ken, tersenyum ia malah bahagia dengan hal kecil seperti ini.
"Hanya kau seorang yang berani mengatai ku seperti ini, bahkan hanya kau juga yang mengakui ketampanan ku. Entah sampai kapan kau akan sadar kalau aku mencintai mu. Tapi kau selalu menganggap ku teman baik," murung Ken sedih mengingat Rini selalu mengatakan dirinya adalah teman baik, padahal ia belum mengatakan perasaannya Rini sudah mengatakan sesuatu yang membuat nya ragu.
Di dalam ruangan, Rini segera menghubungi Astyn untuk mengabari kepindahannya ke kota bersama si kembar. Rini juga berpikir untuk mengajak Astyn ikut bersamanya, ia sangat membutuhkan bantuan Astyn untuk menjaga si kembar, ia tidak memiliki siapapun lagi yang dapat di percayai untuk menjaga si kembar selain Astyn.
Namun sayang panggilan telepon Astyn sedang sibuk. Waktu terus berjalan, hingga ia memutuskan mengirim pesan singkat saja.
Setelah terurus semua, Rini meletakkan ponsel di meja dan mulai melakukan tugasnya. Jemari lentik nya mulai bermain di papan keyboard dengan lincah, matanya tak beralih kemana pun selain pada layar komputer. Tanpa ia sadari ada pesan balasan dari seseorang di ponsel nya.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1