
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Dua jam melakukan aktivitas menyenangkan, kini kedua sudah sama-sama rapi, lebih segar, wajah lebih bersinar dari sebelumnya.
Kedua sama-sama puas dengan kegiatan mereka. Rini tidak menyangka akan segila ini. Bahkan tidak malu meminta terus pada Felix.
Sungguh Rini di mabok akan belaian hangat yang nikmat itu.
Berbeda dengan Rini, Felix tidak menyangka Rini memiliki has*** yang besar. Tapi itu yang membuat Felix senang dan puas melakukan anu lebih lama.
"Sayang kemari lah," panggil Felix meminta wanitanya mendekat.
"Ada apa?" tanya Rini, bangkit mendekat Felix.
Felix tidak menjawab, malah menarik Rini hingga terjatuh di pangkuan nya.
"Kau menginginkan lagi? kita baru melakukan tadi Felix, apa kau tidak puas?" Rini menatap wajah Felix yang dekat dengan nya saat ini.
"Puas? bersama mu aku tidak pernah puas sayang. Bahkan aku berniat ingin mengurung mu selama sebulan untuk bercinta... ah tidak selamanya," senyum Felix menowel hidung mancung Rini dengan gemas.
"Terserah kau saja, asal itu dapat membuat ku puas," santai Rini menyandarkan kepala di dada bidang Felix.
"Kau nyaman di dekat ku sayang?" Felix mengusap lembut puncak rambut Rini.
"Hmmm, apa itu aneh? aku nyaman di dekat mu, tapi tidak mencintai mu," ucap Rini menghirup aroma tubuh suami nya yang harum.
"Tidak, kau tidak aneh. Nyaman di dekat suami itu hal yang wajar berarti kau sudah merasa aman. Dan dari nyaman nanti perlahan akan menumbuh rasa cinta di hati mu," yakin Felix, tangan nya masuk ke dalam pakaian Rini memainkan mainan favorit nya.
"Kau nakal Felix, tangan mu tidak pernah tenang, tapi aku suka," senyum Rini mendongak kepala menatap wajah Felix.
Cup.
__ADS_1
Rini mencium bibir Felix sekilas.
"Lakukan sesuka mu, tapi jangan lebih. Aku malas bebersih," memperingati Felix, Rini kembali menyadarkan kepala di dada bidang yang terasa nyaman saat ini untuk nya.
"Iya, tidak lebih. Aku hanya ingin memainkan mainan ku saja baby," seru Felix tersenyum dengan reaksi Rini.
"Aku ingin istirahat sebentar, tetaplah seperti ini," ucap Rini rasa ngantuk mendatangi nya, apalagi harum maskulin Felix membuat nyaman tenang.
"Istirahat aku tidak akan mengganggu mu," Felix membiarkan wanitanya tidur, tangannya setia memberi kenyamanan mengusap rambut Rini.
"Hmmm," Rini hanya berdeham.
Dia tak membutuh lama untuk tertidur, sejak aktivitas menyenangkan itu, ia sudah sedikit lelah, hingga sekarang ia tidak bisa menahan rasa itu. Nyaman dan tenang berada di dekat Felix seperti obat tidur.
Felix tersenyum bahagia bisa dekat bahkan kedua sudah sangat dekat. Tidak masalah tidak ada cinta di hati Rini untuk nya sekarang, tapi esok tidak ada yang tau. Dan Felix sangat yakin mampu membuat wanitanya jatuh cinta pada nya.
"Tetaplah seperti sayang, tidak akan ku biarkan siapapun merenggut kebahagiaan mu meski itu kedua orang tua. Aku sudah tau apa yang terjadi kemarin. Mereka memang tak punya malu dengan muda berkata hal itu, jika saja kau bukan anak mereka, aku sudah membunuh mereka," batin Felix kesal saat mengetahui dua orang manusia di masa lalu Rini datang meski itu bukan pertemuan yang di ingin kan, karena itu pertemuan tak di sengaja.
πππ
"Dimana kita bisa Rini, Dad? Mommy sangat rindu, Mommy tidak mau menyiakan kesempatan lagi. Kita tidak tau apakah saat ini Rini sudah mendapat donor jantung atau belum? syukur-syukur kalau sudah, tapi bagaimana kalau belum? please Dad temukan keberadaan Rini," lirih nya sedih tidak sanggup menahan bendungan air hingga jatuh.
"Mommy jangan sedih. Daddy janji akan menemukan keberadaan Rini. Orang-orang kita akan Daddy kerahkan semua, jadi tenang lah dalam 24 jam kita sudah bisa tau," yakin Daddy Tirtan tidak tega melihat istrinya seperti ini. Ia pun sama hal memikirkan Rini.
Dia sangat menyesal pada perbuatan di masa lalu, di saat ia merasa tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semua, ia di beri kejutan. Dan hal itu tidak ingin di sia-sia kan lagi. Apapun cara akan ia lakukan mendapat maaf dari Rini.
"Semoga saja berhasil," entah kenapa ia ragu mendengar keyakinan suami nya itu.
"Apa Mom ragu?" sadar nya dari nada suara tidak percaya.
"Entahlah Dad, setelah melihat Rini yang sekarang Mom rasa tidak muda untuk mengetahui keberadaan nya," terang nya pada apa yang di pikirkan.
"Iya, Mommy percaya pada Daddy."
__ADS_1
...----------------...
Si kembar dan Ken kini berada di cafe. Kedatangan nya yang dadakan ke sekolah sedikit membuat si kembar kaget.
Pasalnya Mom mereka tidak pernah mengatakan apapun tentang Ken setelah pindah ke kota A.
Tapi sekarang tiba-tiba pria itu berada di sekolah dan mengajak mereka makan. Ken tau semua tentang Rini, setelah beberapa hari menyelidiki ia terkejut akan kebenaran wanita yang di cintai. Rini adalah istri Felix. Siapa yang tidak mengenal Felix? dari kalangan bawah hingga atas pasti mengenal, Felix pria sukses di kalangan bisnis di usia muda.
Entah apa yang di rencana Ken sekarang, hanya ia dan sang kuasa yang tau apa yang di pikirkan nya.
"Uncle tau dari mana kalau kita sekolah di sini?" mulut Katy penuh dengan makanan, tanpa peduli nanti keselak.
"Apa yang tidak Uncle tau tentang kesayangan Uncle sih? semua nya Uncle tau termaksud tempat tinggal dan Daddy kalian, Daddy Felix," kata Ken menatap Katy mengangguk, tapi tidak berhenti terus cerocos.
"Bagaimana bisa? apa Uncle mengintai kita seperti di film-film ya? atau Uncle seorang penguntit?"
"Lihat wajah Uncle sekarang," ucap Ken tidak menjawab malah meminta Katy menatap wajah nya.
"Kenapa? Katy bertanya, kenapa di suruh lihat wajah Uncle? emang jawaban ada di wajah Uncle?" protes Katy dengan cemberut.
"Jangan cemberut seperti ini cantik, Uncle menyuruh Katy menatap wajah Uncle karena jawabannya memang ada di wajah Uncle," kata Ken santai.
"Benarkah? tapi kenapa Katy tidak bisa melihat?" tanya Katy polos menatap serius wajah Ken mencari jawaban seperti yang di katakan itu.
"Benar. Katy tadi berkata apakah Uncle mengintai atau seorang penguntit, bukan?"
"Iya."
"Sekarang jawaban di wajah Uncle. Apa wajah Uncle terlihat seperti orang jahat?" tanya balik Ken memberi jawaban dari hasil jawaban Katy sendiri yang memutuskan.
Katy menggeleng kepala. "No, Uncle tidak ada tampang orang jahat, Uncle tampan seperti Daddy, tapi Daddy sangat banyak tampan nya," puji Katy membanggakan Daddy nya.
"Iya Daddy Katy sangat tampan," ucap Ken.
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...