Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 25: Karena aku menyayangimu


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Rini menangis, berontak minta di lepaskan. Felix tidak henti menyakiti nya, permainan semakin tidak terkontrol.


"Sakit Felix, hentikan kau menyakiti ku," mohon Rini, pusaka nya begitu kuat bermain di goa.


"Felix! hentikan! apa yang terjadi padamu," Rini tidak lelah memohon.


Lagi dan lagi pria itu tidak menjawab, terus melakukan aksi nya. Mulut Rini yang cerewet tidak henti berbicara ia bungkam dengan kasar. Gigitan kasar hingga ujung bibir Rini berdaya.


Tubuh Rini mendapat perlakuan kasar gemetar takut, sikap Felix seperti sekarang memperlakukan se** kasar mengingat nya pada enam tahun lalu, di mana ia berada di penjara Tuan kejam tak berperasaan.


Rini lelah berontak tubuh nya kian melemah, Felix tidak kunjung berhenti, permainan hingga sekarang masih kasar. Bahkan tindakan nya ini sudah seperti pe********n.


Berkali-kali Felix menghentakkan senjata pada sasaran tanpa kelembutan, Rini hanya mampu menahan sakit hentakan senjata Felix. Tangan Rini tidak lepas dari remasan seprei menguatkan diri.


Rini hanya mampu menangis, tangisan terdengar sangat pilu menyayat hati bagi siapapun yang mendengar.


Dia tidak ingin terlihat lemah, apalagi menunjukkan air mata pada siapapun orang itu meski keluarga sendiri.


"Kau kembali lagi Felix, aku benci kau seperti ini, aku benci. Aku tidak ingin bersama pria seperti mu, aku tidak bisa," lirih Rini dengan isakan tak henti.


Seketika itu Felix tersadar sudah menyakiti wanitanya, ia berhenti menatap Rini, mata nya sembab terus menangis tanpa henti.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, maaf," Felix sadar sudah melakukan kesalahan besar.


"Kau jahat Felix. Aku tidak ingin bersama mu, aku tidak bisa hidup dengan pria seperti mu, aku tidak bisa," air mata Rini tidak henti mengalir.


"Tidak sayang, jangan berkata seperti itu, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Aku janji tidak lagi seperti ini. Aku janji itu, jika aku ingkar, kau bisa pergi dan aku tidak akan memaksa mu. Anggap saja ini syarat ku yang tempo hari belum ku katakan padamu," mohon Felix seketika teringat pada kartu penting yang bisa ia gunakan untuk menundukkan Rini.


Tapi karena kesalahan nya ini terpaksa harus ia gunakan menebus kesalahan atau tidak ia bisa kehilangan Rini selamanya.


"Kau tidak mungkin ingkar akan itu, kan sayang?" Felix menatap lekat Rini.


"Menyingkir lah aku ingin tidur," Rini tidak menjawab, malah meminta Felix berpindah posisi untuk tidak terus menindih nya.


Meski tidak mendapat jawaban, Felix sudah dapat menyimpulkan apa. Ia segera pindah, berbaring di samping Rini dan menarik tubuh wanita nya di peluk erat.


Rini tidak memiliki tenaga untuk berontak saat ini, ia menerima apapun yang di lakukan Felix padanya.


Dan Rini mendengar semua hal itu, ia belum tidur. Sesuatu yang membuat nya bertanya-bertanya saat ini. Apa yang di maksud Felix, siapa yang menyentuh nya hingga Felix semarah ini.


Dia mencoba mengingat maksud perkataan Felix, dan seketika otak pintar nya menangkap apa yang di maksud Felix.


Tadi pria itu menyebut nama Joi tangan kanan di perusahaan dan itu berarti Felix meminta Joi sih bodoh menyelidiki semua kehidupan di masa lalu.


Dan sentuhan itu pasti sentuhan Ken yang saat itu mereka berada di kantor.


"Jadi ini alasannya hingga dia tidak pulang selama 3 hari dan melakukan hal sekasar ini padaku," batin Rini baru sadar setelah mengingat dan mencerna semua perkataan Felix.

__ADS_1


"Dasar pria cemburuan, kenapa tidak tanya langsung padaku, asal per**** orang. Syukur aku istri mu, kalau orang lain hari ini juga aku minta cerai, tapi sebelum itu aku tebas dulu pisang mu biar gak bisa bercocok tanam di mana-mana," batin Rini kesal mengingat betapa kasar Felix melakukan padanya.


Rini tidak berlarut sedih akan hal ini, permainan ranjang Felix yang kasar bukan pertama bagi nya, tapi sudah berkali-kali.


Rini akhirnya memilih tidur menenangkan pikiran dan tubuh yang sudah terasa remuk. Ia akan berbicara hal ini setelah bangun. Ia tidak ingin masalah ini makin panjang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Rini belum juga bangun. Sedangkan Felix sudah bangun satu jam lalu, tapi ia tidak berniat membangunkan Rini, mengingat kasar permainan ranjang pasti tubuh Rini kesakitan semua, hingga kelelahan dan tertidur pulas.


"Aku mencintaimu sayang, sangat mencintai mu. Aku tidak akan lelah mengatakan cinta padamu. Jika perlu aku akan mengumumkan pada dunia kau wanita ku, wanita yang amat ku cintai hingga tidak ada seorang pun yang bisa merebut mu dariku," ucap Felix serius sambil mengusap puncak rambut Rini dengan lembut.


"Tidak perlu seperti itu, aku sudah tau kau sangat tergila-gila padaku, jadi stop mempermalukan dirimu. Aku tidak ingin kau malu jika wartawan tau aku tidak mencintai mu, dan hanya kau saja yang mencintai ku, jadi simpan semua itu di dalam otak mu," ucap Rini.


Dia sudah bangun beberapa menit yang lalu, tapi mata masih enggan membuka, hingga akhirnya keadaan nya yang seolah masih tidur tidak ketahui Felix. Ia mendengar semua ungkapan perasaan Felix padanya.


Rini tersentuh besar cinta Felix untuk nya. Ia tidak menyangka dan hal itu kembali mengingatnya pada masa lalu, dimana ia begitu mencintai Bara.


"Tidak apa aku malu, asal itu untuk mu. Aku sangat mencintai mu, meski kau tidak mencintai ku. Aku tidak memaksa mu untuk membalas, asal kau setia di sisi ku tidak main di belakang ku. Jujur hal itu tidak bisa aku terima," terang nya mencium punggung tangan Rini bertubi-tubi.


"Kau begitu tergila-gila padaku ternyata. Baiklah aku berjanji akan setia padamu. Dan soal sentuhan Ken itu aku akan jelaskan. Semua itu salah paham, aku tau kau tidak pulang selama 3 hari, dan datang-datang menyerang ku seperti orang kesurupan karena mengetahui kami berciuman, bukan? aku sudah mendengar perkataan mu semalam, awalnya aku tidak mengerti maksud mu itu, tapi karena aku memiliki otak yang pintar aku bisa dengan cepat menanggapi semua arah perkataan mu," ujar Rini menatap Felix duduk di ujung di samping ranjang dan Rini masih berbaring dengan selimut menutup tubuh polos nya.


"Jadi kau belum tidur saat itu? katakan apa kau sangat menikmati sentuhan bajingan itu?" Felix kembali masuk mode cemburu jika sudah mengingat ada pria menyentuh istrinya selain dirinya.


"Hai tenang lah pria cemburuan, aku belum menjelaskan apapun padamu, jika kau terus seperti ini, aku akan meninggalkan mu tanpa peduli janji ku itu padamu," kesal Rini melihat Felix sudah mode iblis.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2