Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 33: Love you too


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Lima Hari sudah Rini di rawat, hari ini dokter sudah memperbolehkan Rini untuk pulang, tapi harus jaga kesehatan jangan melakukan aktivitas yang berat.


Dan selama itu juga Rini tak pernah melihat keberadaan kedua orang tuanya yang di tolong. Tapi entah kenapa ia merasa sedih, rindu akan mereka.


Perasaan yang sulit di gambarkan seperti apa yang di inginkan sekarang.


"Kenapa aku merindukan mereka? kenapa hatiku sedih seperti ini? ada apa dengan ku sebenarnya?" Rini bertanya-tanya pada dirinya sedih dalam batin.


Felix memperhatikan diam nya sang istri dengan raut sedih mendekati dan menggenggam tangan nya.


"Ada apa baby? apa kau memikirkan sesuatu?" tanya Felix yakin ada sesuatu yang mengganggu pikiran Rini.


"Entahlah, perasaan seperti apa yang ku rasakan sekarang, aku merindukan orang tua ku, hati ku terus sedih memikirkan mereka, apa terjadi sesuatu pada mereka?" cerita Rini hati dan pikiran tak bisa di kendalikan, selalu memikirkan mereka..


"Tidak ada terjadi apapun pada mereka Baby, jadi tenangkan dirimu, tidak usah memikirkan orang seperti mereka lagi, kau sudah menyelamatkan mereka pasti sekarang mereka baik-baik," yakin Felix tidak ingin Rini kepikiran dua orang yang di anggap jahat itu.


"Tapi perasaan ku mengatakan berbeda. Jantung ku berdetak kencang setiap memikirkan mereka, hati ku juga terasa ingin menangis. Aku yakin terjadi sesuatu pada mereka. Tolong antar aku ke rumah kedua orang tuanya sebelum pulang, aku tidak akan bisa tenang sebelum memastikan, kau mau kan sayang?" Rini menatap Felix yang diam malas menuruti, tapi jika tidak di ikuti ia akan cemas terjadi sesuatu pada Rini pergi sendirian.


"Baiklah, tapi harus ada imbalan," senyum Felix merangkul pinggang sang istri dengan mesra, mengikis jarak dan kedua begitu dekat.


"Imbalan? baiklah. Aku akan memberikan sepenuhnya hati ku untuk mu."


"Apa! kau serius baby? tidak bohong, kan?" tanya Felix memastikan, bahagia tidak bisa di tutupi lagi jika itu benar. Wanita yang di cintai membalas cinta nya.


Rini diam, menatap lekat wajah Felix yang sangat dekat dengan nya. Wajah tampan, mata tajam mampu menghipnotis dan juga membuat semua orang ketakutan. Bibir sedikit tebal penuh percaya diri mengatakan cinta tanpa henti, bibir yang di rasa manis setiap berc*mbu, bibir itu bahkan sangat tajam jika berkata pada orang yang tidak di suka, tapi akan berubah sangat manis pada orang tersayang.


Diam menatap semakin dalam, Felix pria tidak buruk, Felix memiliki wajah tampan. Ia yakin semua perempuan yang ia tanya tentang ketampanan Felix pasti akan mengangguk. Tapi ia sebagai perempuan terlalu cinta mati pada cinta pertama, hingga tidak bisa menyadari orang tampan di dekat nya.


"Aku sudah bertekad untuk belajar mencintaimu. Ku rasa itu tidak akan sulit. Tubuh ku tidak pernah menolak sentuhan mu, jadi tinggal aku menerima cinta mu dan membalas dengan cinta yang sama," jawab Rini tersenyum, menempel bibir nya pada bibir Felix.

__ADS_1


Kedua sama-sama menikmati dengan pelan dan lembut, tanpa terburu-buru. Bibir kedua saling mel***t satu sama lain, manisnya membuat Felix yang memulai. Rini memberi akses untuk Felix masuk leluasa melakukan yang di inginkan.


Lidahnya begitu lincah mengekspos semua rongga dalam, Rini menikmati dan juga membalas saling membelit lidah tarik menarik sungguh waw.


Setelah puas menyalurkan semua perasaan kebahagiaan lewat ciuman tanpa na**u. Mereka saling pandang.


"I Love you Baby," kata Felix penuh cinta.


"I Love you too sayang," balas Rini, meski ia masih kurang yakin akan perasaannya pada Felix.


Cup...


"Sangat manis. Sekarang kita akan pergi ke mansion kedua orang tua mu," ajak Felix menggandeng Rini.


"Oh suamiku, kau sangat tampan, tapi kenapa aku baru sadar sekarang?" goda Rini kedua terus melangkah pergi membiarkan orang-orang suruhan Felix membawa barang Rini selama di gunakan di rumah sakit.


"Tak masalah, kau baru sadar sekarang Baby, terpenting bagi ku. Kau milik ku seorang, aku mencintaimu dan kau mencintaiku, itu sudah lebih dari cukup," sahut Felix bijak.


"Sayang, kau membuat ku kagum padamu, tapi sejak kapan kau pintar seperti ini?" penasaran Rini menoleh pada Felix yang tersenyum tanpa menjawab.


Selama perjalanan menuju Mansion kedua orang Rini, Felix dan Rini terus mengobrol, kedua tidak pernah kehabisan topik. Bahkan tidak malu menunjukkan kemesraan, mencium bibir, serasa dunia milik berdua.


Tiba di depan mansion orang tuanya, Rini seketika diam, entah apalagi, perasaan nyaman kembali sedih, jantung berdetak cepat.


"Aku merasa dekat nya, tapi kenapa aku sangat sedih?" bingung Rini dengan perasaan sendiri memandang tempat yang di tinggal sejak kecil.


"Baby, ayo masuk kenapa cuman di lihat?" Felix menatap Rini tak kunjung keluar.


"Ah, iya. Ayo masuk," sadar Rini segera turun.


Dia merasa aneh pada mansion ini, kenapa sangat sunyi, penjagaan nya tidak seperti dulu, sekarang sedikit.


Ting-tong...

__ADS_1


Felix menekan bel. Dan keluar lah seorang wanita paruh bayah art di mansion ini sejak Rini kecil.


"Nona," kaget nya melihat kedatangan anak majikan sudah lama tak pernah berkunjung setelah menikah.


"Hmmm, di mana kedua orang tua ku?" tanya Rini to the point.


" Nyonya di kamar, beberapa hari ini jarang keluar selain turun makan," sedih nya kasihan pada majikan nya.


"Kenapa bisa begitu? apa yang terjadi? dan dimana suaminya?" Rini enggan menyebutkan kata Daddy. Rasanya masih sakit mengingat masa lalu nya.


"Maksud Nona, suaminya siapa?" bingung Bibi tidak mengerti.


"Ck, begitu saja tidak mengerti. Siapa lagi suaminya Nyonya Diana? emangnya Nyonya Diana memiliki berapa suami?" kesal Rini begitu saja tidak tau, sungguh art gila.


Art tersebut terdiam mendengar anak majikannya memanggil kedua orang tuanya seperti itu. Namun semua buyar saat ingin menebak-nebak lebih dalam, suara Rini menyadarkannya.


"Dimana Tuan Tirtan?" tatapan Rini begitu tajam dan serius, jantung nya kembali berdetak kencang setiap memikirkan satu nama itu.


"Bi, dimana? kenapa diam!?" marah Rini mendesak agar art nya menjawab. Melihat art nya diam, membuat Rini berpikir tidak-tidak.


"Tu-an... Tua-an... "


"Tuan kenapa!?" tidak sabar Rini kembali marah.


"Baby, tenanglah, ingat kesehatan kau baru keluar dari rumah sakit, si kembar sudah merindukan mu, jangan sampai hal ini kesehatan mu jadi drop," menenangkan Rini, Felix mengingatkan akan kesehatan yang di pesan dokter.


Tanpa mempedulikan perkataan Felix, Rini sudah mulai jengah dengan art bodoh di tanya tidak juga jawab, seolah ia sedang menginterogasi minta sebuah keterangan kejahatan yang di lakukan, sehingga gelagapan bicara.


Rini menaiki anak tangga menuju kamar orang tuanya berada. Entah kenapa perasaan nya mengatakan terjadi sesuatu pada Daddy.


Dan Art sialan itu ragu mengatakan.


"Baby!" Felix meninggalkan art mengejar Rini yang terlihat sangat kesal dan juga cemas. Entah apa yang terjadi membuat nya seperti itu sekarang.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2