Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 22: Tanpa kabar


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Rini sudah seperti orang gila selama 3 hari Felix tidak pulang, bahkan ia sudah mengunjungi kantor, pengawai nya mengatakan Felix tidak pernah masuk.


Bahkan ia sudah menghubungi Felix tapi tidak di angkat, padahal nomor nya aktif. Entah perasaan apa, Rini merasa ada sesuatu yang hilang dengan Felix yang tak kunjung pulang.


Hari-hari Rini jalani seperti berbeda dari hari sebelum nya saat bersama Felix. Ia sendiri tidak tau ada apa dengan dirinya sendiri.


Otaknya nya tak henti memikirkan Felix yang entah kemana, sungguh ia di buat frustasi pria gila itu benar-benar ingin membunuh nya dengan melakukan hal ini.


Lelah berendam di bathtub Rini keluar mengambil handuk kimono, mengenakan dan berjalan menuju ruang ganti.


Hari ini ia akan mengantar si kembar, baru ke rumah sakit. Rini menghabiskan hari-hari nya dengan bolak-balik rumah sakit untuk mengejek kondisi dan juga terasi.


"Setelah mengatakan janji mu, kau pergi entah itu kemana kau sama sekali tidak merespon panggilan ku. Apa kau marah? tapi tidak mungkin, seharusnya itu aku yang marah, karena sudah di kerjain hingga keadaan melemah," pikir Rini kesal memikirkan Felix yang entah pergi kemana.


Setelah rapi dan cantik mengenakan dress sepanjang atas lutut memperlihatkan kaki jenjang mulus dan putih bersih seperti biasa membuat para kaum adam haus akan penampilan nya. Rini keluar dari kamar menghampiri si kembar di meja makan.


"Morning kesayangan Mom," sapa Rini tersenyum manis pada kedua buah hati nya.


"Morning too Mom," balas si kembar melihat kedatangan Mom nya di meja makan.


"Kalian belum makan?" tanya Rini seraya menarik kursi untuk duduk melihat si kembar belum menyentuh makanan di atas meja, piring mereka masih bersih.


"Kita tunggu Mom," jawab Katy.


"Oh Sosweet nya anak-anaknya Mom ini. Mari kita makan sekarang," ajak Rini terharu mendengar si kembar begitu menyayangi nya.


"No Mom, hanya Katy. Kak Louis ingin makan lebih dulu tadi," tidak terima Katy pasalnya kakak kembar nya enggan menunggu Rini.


"Ya sudah tidak apa-apa. Mari makan, Mom akan mengantar kalian ke sekolah, cepat habiskan sarapan," kata Rini cepat menyudahi atau Katy akan terus bicara.

__ADS_1


"Mom dimana Dad? kenapa 3 hari ini tidak pernah pulang? apa Mom berantem lagi sama Dad?" tanya Louis sejak kemarin ia ingin tanya tapi di tahan pikirnya hari ini Dad nya akan pulang.


"Kenapa bicara seperti itu pada Mom? Apa Mom terlihat seperti orang jahat hingga Louis bicara seperti pada Mom?" balik tanya Rini merasa sakit mendengar pertanyaan sang putra seakan ia adalah orang yang membuat daddy mereka tidak ada sekarang.


Astyn melihat keadaan tidak kondusif pada kedua orang tersebut menghela nafas. Ia tau Rini tersinggung dengan perkataan Louis.


"Bukan seperti itu Mom, Louis hanya bertanya apa salah? Mom bukan orang jahat, Mom Ibu yang baik untuk Louis dan Katy. Hanya saja Dad tidak pernah seperti ini sebelum nya, apalagi pergi tanpa kabar, telpon Mom saja tidak di angkat, apa itu bukan berarti Mom melakukan kesalahan hingga Dad marah," terang Louis menjelaskan.


Louis memiliki kepintaran yang menurun dari kedua orang tuanya Felix dan Rini. Dan Rini sebagai Ibu tidak tau akan semua itu, ia sibuk bekerja hingga tidak banyak tau keistimewaan apa yang di miliki si kembar.


Dan semua bukan Rini tidak perhatian, tapi karena si kembar merahasiakan, mereka hanya ingin hidup dan berpikir selayaknya anak-anak seusia mereka saat ini.


"Dari mana Louis tau telpon Mom gak di angkat Dad? apa selama ini Louis menguping?" dengan tatapan selidik Rini menatap putra nya..


"Maaf Mom, Louis gak berniat menguping, saat Mom sedang marah-marah karena panggilan tak di gubris Dad Louis ada di dekat situ," jawab Louis mengaku salah.


"Hmmm, tidak apa-apa. Sekarang habiskan makanan. Mom tunggu di mobil," bangun Rini langsung pergi tanpa menyentuh makanan. Rasa lapar yang menghampiri nya seketika hilang.


"Rini, kau belum makan apapun, makan lah setidaknya kau mengisi perut mu tidak membiarkan kosong," ucap Astyn dan Rini terus melangkah pergi.


"Huftt... " Astyn menghela nafas panjang.


"Habiskan makan kalian cepat," ucap Astyn lembut.


Louis merasa bersalah pada Mom nya, tidak seharusnya ia berkata seperti itu tadi. Makan nya pun tidak berselera lagi.


"Louis mau kemana? ayo sarapan dulu," ajak Astyn melihat Louis bangun meninggalkan meja makan sama hal dengan Rini tidak menyentuh makanan.


"Aunty dan Katy saja, Louis mau menemui Mom," sahut Louis rasa bersalah terus membuat hati nya tak tenang.


"Mom dan anak sama-sama keras kepala," batin Astyn tidak bisa mencegah ia tau seperti apa Louis, sifat nya dua gabungan dari Felix dan Rini sangat keras.


Tapi akan melunak jika sudah berurusan dengan orang yang paling di sayang.

__ADS_1


"Katy tetap di sini habiskan makanan," ucap Astyn cepat memperingati bocah perempuan di samping nya.


"Tap-"


"Selesaikan makanannya baru nyusul, cepat," potong Astyn cepat sebelum bocah itu cerocos.


"Iya," mengalah Katy. Lagian ia sangat lapar sekarang jadi isi tenaga dulu.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Rini di dalam mobil menunggu si kembar. Kepalanya tak berhenti memikirkan perkataan Louis yang di pikir ada benar nya. Tapi ia bingung kesalahan apa yang di perbuat.


Perkataan Louis seakan menyadarkan dirinya yang merasa menjadi Ibu egois. Hati terasa sakit, kebahagiaan tak selalu dapat di genggam dan di miliki. Kebahagiaan seperti hujan, datang dan pergi sesuka nya.


Lelah rasanya ia ingin mengakhiri semua sekarang. Ia mengaku kalah.


"Aku salah? tapi apa yang ku lakukan? kenapa kau membuat ku pusing Felix!? kenapa tidak kau kasih tau letak kesalahan ku! bukan membuat si kembar seperti ini!? kau bahkan selalu mengatakan ku wanita egois, tapi lihat sekarang kau jauh dari itu," marah Rini muak dengan semua ini, memukul kuat setir mengemudi berkali-kali.


"Jika kau bisa melakukan sesukamu mu, aku pun bisa," Rini mengambil ponsel, lalu keluar dari mobil dan membanting ponsel hingga hancur.


Rasa masih belum cukup puas, Rini menginjak lagi biar hancur sempurna. Tanpa Rini sadari tindakan nya itu di lihat Louis yang ingin menghampirinya.


"Ku harap kau puas sekarang, aku tidak ingin memiliki ponsel lagi, percuma jika kegunaan nya tidak di gunakan secara baik. Lebih baik tidak ada," batin Rini menatap hancur nya ponsel atas perbuatan nya sendiri.


"Mom," panggil Louis sedikit kaget dengan apa yang di lihat.


Mendengar namanya di panggil dan ternyata sang putra, Rini menatap biasa seperti tidak terjadi apapun.


"Louis kenapa di sini? sana masuk kembali makan sarapan nya tidak perlu memikirkan Mom. Louis tidak salah, cepat masuk Mom tunggu di sini," ucap Rini tau apa yang membuat putra kecil nya kemari menyusul nya.


"Tidak Mom, Louis sudah kenyang. Louis di sini saja bersama Mom," sahut Louis berjalan mendekati Rini.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2