
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Semenjak kepergian Rini, kehidupan Felix berubah total seperti janji nya setelah membaca surat Rini tidak ada senyuman kebahagiaan dalam hidup nya.
Perusahaan Felix semakin berkembang dan daerah kekuasaan nya pun sama. Mafia yang di pimpin Felix terkenal dengan mafia terkejam sedunia.
Mereka tidak akan segan membunuh siapapun itu meski anak kecil sekalipun tanpa mengenal bulu.
Felix sudah seperti iblis tidak memiliki sisi baik, dirinya hanya memiliki sisi jahat. Siapapun yang mengusiknya akan menemui ajal saat itu juga.
Tidak ada wanita yang yang berani menyentuh, jika ada detik itu juga sudah melayang.
Dia membentengi hatinya begitu ketat, hingga tak bisa membuka hati, tak memiliki sisi baik, tak ada lemah lembut, tak ada tatapan hangat pada siapapun.
Rio dan Joi sebagai saksi jalan hidup Bos nya, kasihan dengan kehidupan seperti tidak menyukai kebahagiaan di miliki nya.
Kedua pria tersebut adalah sama-sama orang kepercayaan Felix sejak lama. Mereka mengetahui kehidupan Felix yang naik turun, banyak gula, sedikit obat sangat menyedihkan.
"Bos mereka sudah berhasil di tangkap," lapor Rio pada Felix.
"Hmmm, lakukan seperti biasa," ucap Felix dingin tanpa ekspresi di wajah.
"Baik Bos," sahut nya tak ingin bertanya dan segera pergi meninggalkan ruangan bos nya.
Kepergian Rio, Felix menyandarkan kepala di di kursi kebesaran nya. Saat ini Felix berada di mansion tepat nya di ruang kerja.
Di raih sebuah bingkai dan di tatap penuh cinta begitu dalam, rindu yang teramat rindu hingga tak bisa berkata-kata selain menangisi melihat orang penting dalam arti hidup nya.
"Apa kabar sayang? enam tahun ini aku tak pernah merasa kebahagiaan. Doa mu begitu ampuh aku selalu menderita, apa kau bahagia di atas sana melihat ku seperti ini? kau sangat jahat, kau wanita licik yang pernah ku temui, kau pergi membawa anakku. Jika kau pergi aku tidak akan melarang mu, tapi setidaknya jangan membawa anakku biarkan saja anakku ku di sisiku."
__ADS_1
"Jika kita bertemu nanti, aku akan membalas mu karena penyiksaan yang kau berikan selama ini," Felix segera menghapus air mata yang membasahi wajah nya dan kembali meletakkan bingkai foto di laci kerja nya.
Setiap kerinduan mendatangi nya, hanya foto itu yang bisa ia pandang dan luapkan perasaan nya. Rini wanita berbeda yang di kenal, wanita itu bukan wanita manja entah wanita seperti apa ia sendiri sedikit bingung untuk menjabarkan.
Kehidupan masa lalu yang menyakitkan membuat orang di sekeliling nya sulit menebak jalan pikir Rini. Kadang wanita itu bisa bersikap baik dan juga jahat, secara bersamaan.
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan pintu dari luar.
"Masuk," teriak Felix dari dalam mempersilahkan orang di luar segera masuk.
Orang di luar mendapatkan ijin Tuan nya segera masuk.
Cekrek....
Felix tak melihat keberadaan orang masuk ke ruangan nya, mata nya masih tertuju pada tumpukan dokumen kerja yang sedang di periksa.
"Tuan, Pak Ken dari perusahaan Kendra Grup barusan menghubungi saya untuk menyampaikan permohonan maaf tidak bisa menghadiri pertemuan ini, Pak Ken berkata jika tidak keberatan pertemuan di lakukan di perusahaan nya saja," lapor Joi, tubuh nya sudah keringat dingin melaporkan sesuatu yang ia yakini Tuan nya marah besar.
"Siapa dia berani mengatur saya, hah!?" marah Felix memukul meja dengan kuat tanpa peduli rasa sakit pada tangan nya.
"Maaf Tuan, saya juga sudah menolaknya tadi, tapi Pak Ken malah mengatakan pertemuan akan di lakukan lagi bulan depan, dan tentu itu sangat lama hingga saya memutuskan langsung menerima permintaan nya," jelas Joi suhu ruangan semakin dingin, tatapan Felix semakin tajam menatapnya, Joi dengan susah payah menelan saliva tak kunjung bisa saking takut nya.
"Mainkan perusahaan itu seperti perusahaan lain, hingga dia mendatangi kita," perintah Felix dengan senyuman devil tak dapat di artikan.
Rencana jahat apa sekarang yang di pikirkan Felix pada perusahaan Kendra grup. Joi hanya melakukan sesuai perintah Tuan nya tanpa tau seperti apa kedepannya yang akan terjadi.
"Baik Tuan, kalau begitu saya ijin laksanakan tugas sekarang," ijin Joi meninggalkan ruangan Felix.
"Hmmm," cuek Felix berdeham tanpa melihat Joi.
__ADS_1
"Kau salah mencari lawan, seseorang yang berani mengatur maka bersiaplah menerima kehancuran!" Felix mengepal kedua tangan penuh amarah yang di tahan.
Jika saja orang yang bernama kendra itu berada di depan nya sudah mati di tangan Felix saat itu juga.
Tapi seperti nya kehidupan masih memihak nya, hingga perusahaan nya saja yang di permainan bukan organ tubuh.
πππ
Di sisi lain Rini, Astyn dan si kembar baru tiba di apartemen yang akan mereka tempati. Sesuai janji Ken, pria itu mencari apartemen yang cukup besar, fasilitas nya waw memuaskan tidak mengecewakan.
Rini mengucapkan banyak terima kasih pada Ken, pria itu sangat baik padanya.
"Terimakasih sudah menepati janji mu, aku tidak menyangka kau serius melakukan itu, padahal perkataan ku kemarin becanda tidak benaran ku inginkan," ujar Rini tidak benaran serius dengan perkataan nya. Pasalnya enam tahun ini ia tinggal di rumah kecil jadi tidak terlalu memperdulikan lagi dengan rumah besar.
Tapi atasannya ini malah menanggapi serius, Rini sudah tak bisa melakukan apapun lagi selain menerima apalagi putri nya Katy sangat menyukai tempat tinggal mereka yang sekarang.
"Tidak masalah, jika kau becanda aku akan selalu mengajak mu serius hingga akhirnya kau mau ku serius kan," ucap Ken dan Rini mendengar itu merasa lucu hingga tak bisa menahan tawa nya.
"Hahaha... Ken kau itu sangat lucu, tapi tidak apa-apa aku suka. Terimakasih untuk semua bantuan mu jika kau tidak ada aku tidak tau bagaimana kehidupan ku dan si kembar sekarang. Kau sahabat terbaik ku, tetaplah seperti ini jangan pernah berubah, oke," tulus Rini bahagia.
Rini tidak tau sampai kapan ia akan bertahan hidup. Selama enam tahun ini tanpa sepengetahuan siapapun ia selalu melakukan terapi ECP untuk tetap bertahan hidup sampai menemukan donor jantung yang cocok.
Rini tidak pernah ingin membebani siapapun dengan penyakit nya, ia kadang merasa nyeri pada dadanya, dan itu seketika membuat hidup nya terasa tak lama lagi.
Hidup awalnya tak bahagia seperti yang dilihat orang, tapi dengan kemampuan akting nya ia berhasil menipu semuanya. Hatinya sangat hancur tapi di paksa baik-baik saja demi si kembar. Dokter mengatakan diri nya tak boleh stress, tak boleh banyak pikiran, perbanyak istirahat dan selalu happy.
Berpura-pura happy jujur sangat sulit untuk Rini peran kan, tapi apa daya nya jika semua itu untuk si kembar. Meski nyawa taruhan akan ia lakukan demi si kembar.
Dia bertahan sejauh ini karena si kembar, jika bukan sudah lama Rini menyerah dengan penyakit yang di derita.
"Terimakasih Tuhan, biarkan aku memainkan peran ku hingga ajal datang menjemput ku," batin nya tersenyum bahagia.
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...