Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 23: Pantai


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Setelah mengantar si kembar ke sekolah, rencana Rini yang tadi ke rumah sakit jadi enggan. Moodnya hilang melakukan apapun. Ia memilih menenangkan diri.


Di pantai seperti nya bagus, sudah lama Rini tidak kesana. Terakhir kali itu bersama Bara, pria yang ia cintai, tapi cinta nya bertepuk sebelah tangan.


Pantai 🌊


Rini berjalan di pesisir pantai ia melepas sepatu sneakers, dan berjalan telanjang kaki. Beberapa hari belakangan ia mencoba memakai sepatu sneakers dan ternyata sangat nyaman.


Padahal sebelumnya Rini sangat suka pakai sepatu heels.


Semua pasang mata tertuju padanya, bagaimana tidak? Rini mengenakan dress cantik. Ini pantai tempat refresing atau bisa di kata melepas rasa penat dan juga liburan. Dan pakaian yang harus di gunakan adalah pakaian santai bukan dress mahal, karena itu tidak cocok untuk mengunjungi pantai.


Dan Rini seperti biasa tidak peduli dengan tatapan semua padanya. Ia sadar hal utama yang membuat nya menjadi objek orang-orang adalah pakaian yang di kenakan.


"Apa hidup mereka akan bahagia dengan mengurusi hidup orang? ck, menjijikkan..." batin Rini seperti kebiasaannya memaki semua orang tanpa berkata langsung, bukan takut akan kemarahan mereka, tapi suka saja mengumpat dalam hati.


Rini berdiri tanpa menghiraukan siapapun, ia merentangkan kedua tangan, tas dan sepatu di letakkan di bawah pasir pantai. Mata di pejamkan menghirup udara pantai dalam-dalam.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Felix mendapat pesan berisi sebuah video segera membuka. Ternyata itu adalah video Rini di pantai.


Selama 3 hari ia memutuskan menghindari Rini ia takut menyakiti Rini. Ia belum bisa memaafkan Rini


Felix tidak mengangkat panggilan siapapun yang berusaha menghubungi nya. Ia juga tidak mengunjungi perusahaan nya, karena enggan bertemu Rini.

__ADS_1


Dan sejauh ini, rasa kecewa nya tidak bisa hilang. Meski tidak bisa, ia tetap menyuruh orang nya menjaga Rini dari jauh, seperti saat ini.


Orang-orang nya juga memberitahu Rini menghancurkan ponsel di depan Mansion. Felix mendengar itu sedikit bingung dengan perbuatan Rini, tapi ia menepis semua rasa penasaran itu.


"Kau masih bisa bersikap santai, kenapa tidak ada rasa khawatir mu sedikit padaku? apa sebegitu tidak penting aku dalam hidup mu? wanita seperti apa dirimu Rini? aku begitu sangat mencintai mu, bahkan kita sudah memiliki anak tapi kau..." Felix tidak melanjutkan perkataan nya, kecewa nya tidak akan hilang jika seperti ini terus.


"Aaaaaaaa... aku benci kehidupan! aku lelah... aku ingin mengakhiri semua!" teriak Rini meluapkan semua kegundahan dibuat.


"Aku ingin bahagia, kenapa sangat susah!? kenapa! katakan padaku! beri petunjuk mu biar aku tau apa alasan nya!"


Teriakan Rini kembali menjadikannya sorotan para pengunjung pantai. Teriakan nya sudah seperti orang gila. Semua yang mendengar teriakan Rini kasihan mereka berpikir hidup nya sangat miris hingga sebegitu frustasi.


"Aku tidak pernah minta di lahir kan, kenapa tetap memaksa!? kenapa? Kehidupan ini tidak pernah adil, aku di keliling orang jahat yang tidak peduli padaku, apa karena aku adalah jahat!? aku tidak jahat, aku jahat karena kehidupan yang terlalu kejam padaku, jika tidak aku akan seperti orang di luaran sana."


Felix menyaksikan semua dari video yang di kirim orang nya ikut sedih, tidak tega melihat wanita yang di cintai seperti ini, hancur dan lebih memilih meluapkan di tempat umum tanpa keraguan.


"Maafkan aku, semua ini karena keegoisan mu juga Rini," ucap Felix mematikan ponsel tidak ingin nonton lanjut.


...----------------...


Setelah cukup puas meluapkan semua sakit hati, Rini meninggalkan pantai dan melajukan mobil entah kemana sekarang ia akan pergi. Tangan nya lah yang tau.🀣


Mobil Rini berhenti di depan salon, memarkirkan dengan rapi ia segera masuk.


Sedikit lama di pantai melepas semua perasaan kesal nya, ia memilih mengakhiri semua di salon melakukan perawatan.


Berdiri berjam-jam di pantai tadi, di terik matahari. Memutuskan nya untuk segera menetralkan kecantikan yang mungkin sedikit luntur berjemur di matahari. Apalagi teriakan nya tadi menggunakan seluruh tenaga dan urat-urat di wajah ikut naik.


Rini mulai melakukan perawatan dari wajah. Dan pelayanan yang di dapatkan sangat waw. Para pengawai benar-benar menjadi kan ratu.

__ADS_1


3 Jam sudah Rini masih betah, ia belum berniat pergi, bahkan ia meminta para pengawai salon memotong rambut nya. Ia ingin ada sedikit perubahan pada dirinya, meski itu pada penampilan saja, karena tidak mungkin sifat, sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi.


"Nona, anda sangat cantik," puji salah satu pengawai di sana melihat model rambut terbaru Rini.


"Saya sudah tau itu, terimakasih atas pujian nya," senyum Rini puas dengan hasil kerja para pengawai salon ini.


"Iya Nona sama-sama. Saya yakin pasangan Nona tidak akan membiarkan Nona jauh sedetik pun setelah melihat kecantikan Nona," puji nya tulus kecantikan Rini membuat nya sebagai wanita iri.


"Kau benar, tapi kau juga salah. Pria yang ku cintai sampai detik ini tidak pernah mencintai ku, bahkan kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu dia tidak peduli. Dia malah mencintai wanita lain," cerita Rini kembali teringat masa lalu nya.


"Maaf Nona saya tidak tau. Tapi saya yakin masih banyak pria di luar sana lebih baik dari pria yang Nona Cintai itu, dan mungkin Nona akan mendapatkan cinta yang besar dari pria lain sebagai gantinya," serunya yakin akan hal itu, mana ada pria yang tidak tertarik pada Rini.


"Hmmm, kau benar. Itu memang sudah terjadi ada seorang pria di dalam hidup ku begitu sangat mencintai ku, tapi aku tidak mencintai nya, karena cinta ku masih untuk pria itu," ujar Rini entah kenapa ia jadi curhat.


"Kenapa tidak Nona lupakan saja pria itu dan mencoba membuka hati untuk pria yang mencintai Nona. Jangan menyiakan seseorang yang tulus pada kita, jika mereka sudah pergi dari sisi kita, maka rasanya akan sangat sakit, menyesal pun tiada guna sebab kita sendiri yang membuang kesempatan itu," nasehat nya seperti orang yang sudah pernah mengalami langsung.


"Aku tidak akan m menyesal, tapi dialah yang nanti akan menyesal telah mencintai begitu besar," kata Rini.


"Kenapa begitu Nona?" tanya nya penasaran dengan perkataan wanita cantik di depan.


"Kepo. Sudah lakukan kerjaan mu, kenapa jadi banyak tanya, dan kenapa juga aku harus cerita padamu," seru Rini mengusir wanita itu pergi, ia enggan membahas masa lalu.


Rini menatap wajahnya di pantulan cermin, rambut barunya membuat nya lebih bersinar, ia yakin semua orang yang melihat nya tidak akan percaya jika ia sudah memiliki anak. Di sela penuh kagum menatap wajah cantik nya. Seseorang memanggil namanya dan suara itu terasa tak asing baginya.


"Rini."


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2