Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 19: Sebelum mu aku lebih dulu mengenalnya


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Sayang," panggil Felix menatap tajam Rini memberi peringatan lewat tatapan nya.


"Kenapa? jangan kau pikir bisa mengekang ku, ingat ini bukan arena mu," seru Rini mengingatkan Felix.


"Baiklah aku akan menghukum mu di kamar sampai tidak bisa jalan, jika kau berani menjelaskan aneh-aneh," bisik Felix mengancam Rini.


"Aku tidak takut ancaman mu ancaman, aku menanti hukuman mu sayang," balas Rini menantang tidak takut ancaman Felix. Tersenyum menunjukkan wajah santai, Felix pun ikut tersenyum melihat Rini yang tidak pernah takut.


"Jangan menggoda ku sayang, atau aku akan melakukannya sekarang. Kau tau aku seperti apa? Aku pun sama gila nya dengan mu, jika kau lupa itu," senyum smirk Felix berbisik.


Rini seketika terdiam tidak menjawab, pria itu benar-benar membuatnya tak berkutik. Tanpa mempedulikan Felix lagi ia fokus pada Katy putri cantik nya.


"Sayang nya Mom tercantik di dunia, tidak ada yang bisa kalahkan selain Mom, dengar kan penjelasan Mom baik-baik," narsis Rini memuji dirinya, tersenyum senang berhasil membuat Astyn makin kesal.


"Kak Louis itu tampan meski kaku, dingin dan membosankan seperti kata Katy tadi. Tapi dengan sifat seperti itu malah membuat para wanita tertarik menyukai kak Louis, bahkan berebutan ingin memiliki Kak Louis. Karena apa? Katy mau tau?" Rini menatap Katy yang terlihat serius mendengar penjelasan nya.


"Iya, Katy mau tau Mom," angguk Katy.


Rini tersenyum, ia tidak menyangka putri kecil nya akan sepenasaran ini, bahkan tanpa ia sadari terlalu fokus menjelaskan pada Katy ke empat pasang mata tertuju serius padanya.


"Itu karena para wanita lebih suka pria yang sulit di taklukkan, dan itu akan menjadi sebuah tantangan bagi mereka. Apalagi pria nya seperti Kak Louis," jelas Rini membanggakan ketampanan putra nya, meski dingin.


"Oh seperti itu ya Mom. Jadi nanti Katy cari seperti Kak Louis biar ada tantangan gitu ya?" tanya Katy bertanya setelah ia serap penjelasan Mom nya.


"Hmmm, seperti itu juga boleh. Apalagi Katy cantik seperti Mom pasti tidak akan sulit mendapatkan apa yang Katy ingin kan," jawab Rini santai dan langsung mendapat tatapan tajam tidak percaya dari Astyn dengan jawaban Rini yang sesantai ini pada anak kecil.


"Mom terbaik, Katy sayang banyak-banyak pada Mom. Mom tidak pernah mengecewakan Katy, jawaban Mom selalu membuat Katy puas. I love you Mom," senang Katy memeluk Rini.

__ADS_1


Muach...


Muach...


Katy mencium kedua pipi Rini, lalu pergi meninggalkan para orang dewasa.


"Ah... Putri ku mengemaskan, aku sangat menyayangi nya," senyum Rini menatap kepergian Katy masuk.


"Kau yah, Ibu gila yang pernah ku temui bagaimana bisa mengajarkan putri sendiri hal konyol ini," bingung Astyn menggeleng kepala dengan Rini makin hari makin gila.


"Kau yang gila, hal konyol apa yang ku ajarkan pada putri ku? aku mengajarkan apa yang kurasa benar. Lagian semua yang ku katakan juga benar kenyataan putri ku cantik dan cantiknya itu menurun dari ku Mommy nya," Rini tidak terima, karena apa yang yang di kata kan memang benar tidak salah.


"Lihat lah istri mu Tuan Felix dia sangat keras kepala, tidak pernah mengaku salah. Kadang saya berpikir apa otak Tuan bermasalah, bagaimana bisa mencintai wanita seperti ini sangat keras kepala," ejek Astyn mengatai Rini.


"Hei, kau tidak sadar mengatai ku keras kepala kau juga keras kepala," protes Rini.


Felix tidak mengatakan apapun ia menyaksikan keributan mereka ternyata sangat seru di tonton.


"Aku memang keras kepala, tapi tidak parah seperti mu. Keras kepala mu melebihi wanita yang berada di dunia ini. Aku jadi kasihan sama suami mu, kenapa tidak membuang rasa cinta nya itu. Kan masih banyak wanita di luar sana lebih cantik tentu nya tidak keras kepala," Astyn tidak henti mengejek Rini entah apa tujuan nya terus membawa tentang cinta Felix.


"Kau benar-benar wanita menyebalkan. Felix sekarang kau katakan dengan jujur padaku di depan wanita keras kepala ini. Apa kau menyesal sudah mencintai ku?" Rini menoleh menatap serius Felix meminta jawaban.


"Menyesal?" pikir Felix mengetuk-ngetuk jari di dagu sambil menatap Rini.


"Hahaha... hahaha... lihat lah, suami mu saja masih berpikir, jika tidak menyesal tidak mungkin berpikir seperti itu," Astyn puas memanasi Rini.


"Diam lah! kau terus membuatku kesal. Dan kau Felix cepat jawab, jika kau menyesal sudah mencintai ku, ceraikan aku saat ini juga," marah Rini sudah terpancing umpan Astyn tidak henti memancing amarahnya.


"Hahaha... hahaha.... lihat lah si keras kepala ini mulai menjadi egois... " Astyn tertawa ia sangat terhibur dengan ekspresi Rini berubah kesal dan juga marah-marah, sudah lama ia tidak melihat itu. Karena Rini tidak pernah tenang di Mansion.


Rini yang tidak suka di permainan makin kesal naik darah, apalagi melihat Felix santai tidak menjawab malah mempertunjukkan senyum.

__ADS_1


Kesabaran Rini sejak tadi di uji dan di permainan Astyn, menatap tajam kedua orang tersebut lalu pergi meninggalkan mereka.


Kepergian Rini dengan emosi segudang, tawa Astyn pun pecah, ia tidak bisa membayangkan betapa kesal nya Rini saat ini, mungkin taring bisa keluar jika terus di panasin.


"Hahaha.... hahaha... hahaha... " tawa Astyn terpingkal- pingkal, hingga menangis.


"Dia sangat lucu jika kesal. Tuan apa kau merasa dengan ini berhasil membuat Rini menyadari perasaan nya sudah mulai mencintai mu Tuan? saya takut ini menjadi bumerang untuk Tuan sendiri, saya tau seperti apa Rini, dia wanita yang sangat keras kepala," Astyn sedikit ragu dengan semua ide gila dari Felix.


"Tidak, kau jangan pikirkan itu, sebelum kau mengenal nya saya lebih dulu mengenal Rini. Jadi saya tau apa yang harus saya lakukan," ucap Felix yakin tidak akan jadi masalah untuk dirinya sendiri.


Di sisi lain...


Di dalam kamar, Rini sangat kesal hari ini. Entah kenapa ia marah melihat Felix diam tidak mengatakan apapun saat ia bertanya.


Perasaan aneh apa yang di rasakan sekarang. Ia sendiri tidak tau


"Ah! kenapa aku jadi seperti ini!?" teriak Rini marah membuang bantal, guling dan juga seprei di lantai.


"Kau benar-benar gila. Apa susah nya sih menjawab pertanyaan ku."


Amarah Rini yang tidak terkontrol melupakannya pada kesehatan yang bisa berakibat fatal jika sering marah-marah.


Dada nya terasa nyeri seketika. Dan saat itu ia baru sadar akan penyakitnya.


Rini perlahan merendam amarah nya, dan mencoba tenang. Ia segera mencari obatnya.


"Dimana aku meletakkan obat ku?" tanya Rini pada diri sendiri, ia lupa menyimpan obat dimana.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2