Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 8: Susah di pahami


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Di tengah perbincangan mereka, dering ponsel Ken menghentikan obrolan seru mereka. Ken segera menjauh mengangkat panggilan telepon dari seseorang yang ia percayakan untuk menangani perusahaan selama ia dan Rini tidak ada.


Biasanya Ken akan melepas semua itu pada Rini jika ia melakukan perjalanan ke luar negeri atau keluar kota.


Dan tentu Rini sama sekali tidak keberatan, karena sejak dulu sebelum itu ia sudah pernah bekerja menjadi sekretaris di perusahaan pria yang amat ia cintai. Dan cinta nya itu hingga sekarang masih ada tidak pernah hilang.


Entah kenapa menghilangkan perasaan cinta nya itu sangat sulit. Ia sendiri bingung, padahal ia sangat ingin melupakan yang namanya pria, pria baginya penghambat semua perjalanan kebahagiaan hidup nya.


"Ada apa Ken? apa ada masalah dengan perusahaan?" tanya Rini melihat wajah Ken begitu tegang.


"Harga saham menurun, banyak investor menarik dana mereka," jawab Ken pusing mendengar berita dari orangnya yang berada di perusahaan.


"Bagaimana bisa hal itu terjadi? bukannya selama ini baik-baik saja? Apa kau ada masalah mungkin dengan seseorang, karena menurut ku tidak mungkin semua ini serba kebetulan," jelas Rini menjelaskan kejanggalan yang terjadi.


"Coba kau pikirkan yang ku katakan barusan, jika ini memang kebetulan tidak akan ada secara bersamaan. Dan ini sudah seperti serangan dadakan dari musuh yang ingin menghancurkan perusahaan mu," lanjut Rini terus menjelaskan apa yang di pikirkan.


"Yang kau katakan ada benarnya juga, tapi siapa musuhku? Selama ini perusahaan ku baik-baik saja. Bahkan semua yang bekerja sama dengan perusahaan ku selalu puas dengan kinerja kita," sahut Ken bingung otaknya terasa hampir pecah.


"Jika benar seperti itu berarti ada sesuatu yang tidak kau sadari jika kepuasan mereka dalam berbicara menutupi rasa tidak suka mereka padamu, atau mungkin saja mereka iri pada perusahaan mu, atau bisa saja mer-"


"Sudah, otak mu itu selalu saja kotor. Bingung deh aku kenapa otak mu ini tidak pernah sekali berpikir bersih setiap menangani masalah," kesal Ken pada Rini tidak berubah sejak dulu meski pemikiran nya itu benar terbukti, tapi juga ada yang tidak terbukti.


Jujur sejauh ini Ken masih tidak bisa menebak jalan pikir Rini yang menurutnya sangat sulit, wanita itu selalu berpikir negatif tanpa sekali berpikir positif pada orang dewasa, tapi tidak dengan anak kecil Rini selalu memberi pikiran positif setiap si kembar berpikir negatif.


Rini bersikap baik pada semua orang, tapi tidak pada orang yang menggunakan cadar, Rini akan berubah sangat kasar dalam bertutur kata dan sikap.


Tidak ada sikap sopan dan ramah dalam berbicara, hanya ada sikap arongant dan juga tajamnya silet dalam berkata yang mampu melukai seseorang setiap perkataan keluar dari mulut Rini.

__ADS_1


"Tidak! Sekarang kita perusahaan saja, mereka pasti membutuhkan kita, dan stop menasehati ku," Rini memperingati Ken dan mengajak pergi ke perusahaan.


"Hmmm," pasrah Ken, saat ini ia tidak ingin menceramahi Rini tapi bukan berarti tidak, tapi nanti setelah semua masalah perusahaan clear.


"Tunggu aku pamit dulu sama si kembar, ayo," ajak Rini pada Ken menghampiri si kembar dan juga Astyn.


"Sayang," panggil Rini lembut, nada bicara tadinya sedikit bar-bar seketika hilang saat berhadapan dengan si kembar.


"Ada apa Mom?" tanya Katy menoleh pada Mom nya duduk di samping nya.


"Mom dan Uncle Ken pamit kerja dulu ya, kalian bersama Aunty As, tidak perlu menunggu Mom, Mom pulang sedikit terlambat perusahaan lagi membutuhkan bantuan Mom, karena Uncle Ken tak bisa di andalkan, kalian tidak marah kan?" dengan percaya diri seperti biasa Rini memuji dirinya agar si kembar bangga memiliki Mom yang hebat.


Dan Ken mendengar itu menggeleng kepala tidak percaya dengan yang di katakan Rini, bisa-bisanya mengatakan dirinya tak bisa di andalkan.


Syukur Rini adalah wanita yang di cintai, jika bukan sudah ia semprot.


"Mom ku sangat hebat, Katy ingin jadi seperti Mom besar nanti menjadi wanita cantik dan pintar," ucap Katy tersenyum lebar mengangumi sosok Mommy nya di masa depan nya.


"Mom kenapa? Apa perkataan Katy salah hingga Mom diam?" Katy menyentuh tangan Rini yang diam.


"No sayang, perkataan Katy benar tidak ada yang salah," jawab Rini tersenyum.


"Maaf Mom gak bisa lama-lama lagi, Mom harus segera pergi," lanjut Rini, mencium kedua pipi si kembar secara bergantian lalu pergi.


Perjalanan dari apartemen Rini ke perusahaan tidak memakan waktu yang lama.


Kini kedua telah tiba dan segera masuk, para karyawan yang melihat kedekatan CEO dengan sekretaris tak berani berkomentar.


Rini tidak seperti wanita di luar sana menerima hinaan orang padanya. Ia tidak akan segan menyakiti orang tersebut jika berani mengusik ketentraman nya.


Untuk itu tidak ada seorang pun karyawan di perusahaan ini berani berkata tajam pada Rini. Mereka tidak mau kena semprot, apalagi Rini tak pernah mencampuri kehidupan siapapun.

__ADS_1


"Kita temui Alan dulu dengar penjelasan nya seperti apa baru kita adakan rapat," kata Ken, kedua terus melangkah menuju ruang CEO.


"Iya, memang seperti itu dulu," seru Rini menyetujui.


cekrek...


"Siang Pak, siang Bu," hormat Alan menundukkan kepala.


"Hmmm, bagaimana semua bisa seperti ini?" tanya Ken langsung bicara pada inti masalah tanpa basa-basi.


"Saya juga tidak tau Pak, semua terjadi dadakan, bahkan data perusahaan kita berhasil di bobol hingga menimbulkan saham turun," jelas Alan menunduk takut. Ia sendiri tidak tau siapa yang melakukan ini pada perusahaan Kendra Grup.


"Kurang ajar! siapa yang berani melakukan ini padaku, cepat hubungi Kenan minta bantuan nya menutup akses data perusahaan. Biarkan saya dan Rini yang mengurus para investor. Dan kau cari tau siapa dalang semua ini," perintah Ken amarah nya sudah sampai di titik tertinggi hingga hampir meledak.


"Hay, tenang lah. Kau seperti ini akan membuat mereka senang melihat kehancuran mu. Sebaiknya kita cari solusi dalam menghadapi masalah ini, bukan marah-marah tidak jelas," ucap Rini menenangkan Ken, ia pun sama seperti Ken marah, tapi ia harus bisa tenang karena itu akan berbahaya pada penyakit nya.


Ken bersyukur di saat seperti ini ada seseorang yang menemani dan memberi support untuk nya. Tanpa ia sadari tangan nya menarik pinggang Rini hingga wajahnya kedua sangat dekat.


Rini kaget dengan tindakan Ken dadakan.


"Terimakasih, kau selalu ada bersama ku," bisik Ken, mengigit kecil telinga Rini.


"Auwh, Ken apa yang kau lakukan! kenapa mengigit telinga ku? sakit tau!" kesal Rini mendorong Ken dan memengang telinga nya.


"Maaf, habis kau begitu tegang, emangnya apa yang kau pikirkan? jangan bilang kau berharap aku mencium mu ya," goda Ken malah membuat Rini semakin kesal.


"Jijik! yang ada situ yang pengen cium kan? ngaku aja gak usah malu," balas Rini tidak terima.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2