
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Deg!
Tubuh Rini seketika membeku, jantung sudah seperti lari maraton naik turun. Air mata mengalir tanpa ijin, tak ada kata-kata keluar dari bibir.
Pandangannya melekat pada sosok wanita yang membelakangi duduk menangis dengan sebuah bingkai foto dipeluk.
Keberadaan Rini masuk pun tidak di sadari wanita itu. Bahkan tanpa ia sadari pula semua perkataan nya sudah di dengar Rini.
"Kenapa kau melakukan ini Dad? kenapa kau memberikan jantung mu untuk ku? kenapa Dad? aku tidak menginginkan ini? aku menolong mu karena aku tak ingin kalian celaka, aku ingin melihat kalian hidup. Biar aku saja yang tiada, tapi ini kenapa berbalik?" sedih Rini dadanya terasa sakit, sesak dari apapun yang pernah dia alami sebelum nya.
"Kau berjanji padaku Dad akan memberi kebahagiaan yang tidak pernah kau berikan saat aku kecil, lalu bagaimana sekarang kau tepati janji mu Dad? kau pembohongan, kau malah pergi meninggalkan ku untuk selamanya? kau jahat Dad!"
"Aku ingin merasakan kasih sayang mu Dad, aku ingin merasakan itu, aku iri setiap orang-orang mempamerkan kedekatan mereka pada Dad nya, aku bahkan tidak pernah merasakan itu. Aku bahkan tidak memiliki kenangan manis bersamamu. Kenangan yang ku miliki hanya air mata."
"Semua ini tidak mungkin benar, aku mungkin salah dengar, ya, mungkin juga aku sedang mimpi. Itu pasti, aku baru saja sembuh dan sekarang aku sedang tidur di ranjang rumah sakit, semua yang ku lihat terasa nyata hanya bunga tidur," ucap Rini pada dirinya yakin, tidak ingin percaya secepat itu, ia masih tidak bisa terima dengan semua ini.
Rini mengangguk seperti orang gila menyakinkan dirinya dengan perkataan sendiri. Air mata tidak berhenti mengalir, padahal ia sudah berusaha menyakinkan diri.
"Baby," panggil Felix masuk ke kamar tempat Rini berdiri mematung. Dan seketika itu Wanita yang sedang sedih tersadar. Ada orang di kamar nya.
Dia berbalik dan betapa kaget apa yang di lihat di depan nya sekarang.
"Rini," lirih Mommy Diana tubuh nya masih sangat lemas untuk berdiri, hingga duduk menangis.
Rini diam tak memberi respon apapun, air mata tidak henti turun, ia masih tidak bisa percaya dengan semua yang terjadi, ia menganggap semua mimpi bukan nyata.
"Baby, apa yang terjadi? kenapa kau menangis? katakan padaku, jangan membuat ku takut melihat mu seperti ini," Felix pun merasa sedih dan sakit melihat Rini seperti ini.
"Katakan padaku jika semua ini mimpi, aku sedang berada di ranjang tempat tidur, kan? ini tidak nyata, kan? ini hanya mimpi, tapi terlihat nyata, benar seperti itu cepat katakan padaku Felix!?" bentak Rini marah air mata semakin deras lolos.
"Baby apa yang mau katakan? kau sedang tidak mimpi sekarang, kita memang berada di mansion orang tuamu," Felix masih tidak mengerti dengan Rini. Sebenarnya apa yang terjadi, itulah yang terus memutari otaknya.
"Tidak! kau bohong! ini bukan nyata, ini mimpi! Dad tidak mungkin pergi, cepat cari Dad ku sekarang Felix. Dad ku tidak akan meninggalkan ku, Dad belum menepati janji nya padaku. Cepat Felix cari Dad ku, perintahkan orang-orang mu cari Dad ku," frustasi Rini hancur sudah hati nya sekarang. Ia terjatuh duduk di bawah lantai terus menangis.
"Baby apa yang sebenarnya terjadi? Dad mu kenapa?" Felix berjongkok tidak mengerti, keadaan Rini membuat otak nya tak bisa berpikir jernih.
Rini terisak sangat pilu, baru kali ini ia menangis merasa dunia nya hancur. Tangan nya menyentuh dada. Dan ia kembali histeris tidak mampu membayangkan pengorbanan Daddy nya.
"Aku merasa dekat dengan mu, ternyata karena ini Dad, jantung mu berada di sini."
Felix mendengar itu sontak kaget, sebab ia tidak tau pendonor jantung untuk istrinya. Dan ternyata itu adalah mertuanya, Daddy kandung istrinya sendiri.
Dia tidak menyangka orang yang di anggap jahat berani berbuat langkah sebesar. Felix merasa bersalah sudah berpikir buruk menganggap ketidak hadiran kedua mertuanya, karena tidak peduli pada Rini. Tapi ia salah. Dan ia sangat menyesali itu sekarang.
"Sayang kau sudah tau sekarang, maafkan Mom dan Dad mu sayang. Jangan membenci Dad mu, bencilah Mom mu," sedih nya sama hal dengan Rini sangat hancur.
Rini bangun dan memeluk Mommy nya menangis di pelukan.
__ADS_1
"Hiks... hiks... hiks... Mom, kenapa kau biarkan Dad melakukan ini? kenapa?" tangis Rini.
"Maafkan Mom sayang, Mom tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah. Daddy mu merasa bersalah dan malu padamu. Dia merasa gagal menjadi ayah yang baik. Dia merasa dengan melakukan ini sedikit mengurangi rasa bersalah nya padamu," ujar Mommy Diana, keputusan suaminya sudah bulat saat itu tidak bisa di ganggu. Keras kepala nya sama dengan Rini. Jika sudah bertekad tidak akan berubah pikiran.
"Hiks... hiks... hiks... dada ku sesak Mom, ini terlalu sakit... " Rini melepaskan pelukan dan menunjukkan Dada nya
"Mommy tau sayang, seperti apa perasaan mu sekarang. Tapi kau harus kuat jangan sedih. Daddy mu tidak akan senang melihat putri nya seperti ini. Daddy melakukan ini agar bisa melihat mu bahagia bukan sedih."
"Bukannya Daddy sangat senang melihat ku sedih, kenapa mendadak ikut sedih? seharusnya Daddy bahagia melihat ku seperti ini."
"Maafkan kita sayang, maaf," Mommy Diana tidak mampu mengatakan apapun lagi selain permintaan maaf.
πππ
Setelah menangis dan mendengar semua cerita Mommy Diana. Rini juga sudah membaca surat yang ditulis Daddy untuk nya.
Hatinya sangat sakit, susah baginya menerima semua ini. Tapi ia harus bisa, ia tidak boleh menyiakan pengorbanan Daddy untuk nya.
Dengan segala bujukan Rini, akhirnya Mommy Diana mau tinggal bersama nya. Dan Felix tidak masalah asal istrinya bahagia.
"Ayo Mom masuk, si kembar pasti akan senang bertemu dengan grandma nya," ajak Rini. Mereka telah tiba dan segera masuk ke dalam.
Mommy Diana sudah mendengar banyak cerita si kembar dari Rini di mobil dalam perjalanan kemari.
"Iya sayang, apa si kembar mirip dengan mu?" tanya nya penasaran berjalan di samping Rini.
"No. Si kembar mirip Daddy nya. Entahlah kenapa bisa seperti itu, padahal aku yang mengandung selama sembilan bulan, aku pula yang melahirkan, dan aku juga yang menyusui, membesarkan mereka. Tapi tak ada sedikit kemiripan wajah dengan ku," cemberut Rini.
"Tidak apa-apa sayang, itu sudah sering terjadi. Lagian Daddy nya tampan tidak masalah mereka mirip dengan nya."
"Mommy!" teriak si kembar lari memeluk erat.
"Hei kesayangan nya Mom, apa kalian begitu merindukan Mom?" Rini perlahan melepaskan pelukan mereka, lalu sedikit menunduk mensejajarkan tingginya dengan si kembar.
"Kok menangis? apa Mom ada salah?" lembut Rini khawatir melihat si kembar menangis, apalagi melihat Louis yang jarang menangis.
"Jangan tinggalkan kita lagi Mom. Kita tau apa yang terjadi padamu Mom, meski Daddy tidak memberitahu kita. Berjanji lah untuk tidak meninggalkan kita," takut Louis, sekuat apapun dirinya jika sudah menyangkut orang yang di sayang, akan hancur.
"Oh, sosweet nya anaknya Mom ini," bahagia Rini tidak menyangka putra nya yang cuek ini akan sebegitu takut kehilangan nya.
"Mom, berjanji lah," serius Louis air mata nya terus mengalir, mengetahui Mom celaka. Dunia nya terasa runtuh, begitu juga dengan Katy.
Saat Felix menelpon Astyn memberitahu Rini kecelakaan, si kembar yang tak sengaja lewat di depan pintu kamar Astyn. Dan kamar nya juga sedikit terbuka, mendengar suara Astyn pada seseorang di telpon membicarakan Mommy nya kecelakaan.
Tapi si kembar berusaha tidak menunjukkan kesedihan pada Astyn, mereka menangis diam-diam di kamar dan terus berdoa untuk kesembuhan Mommy nya.
"Baiklah Mommy janji. Dan sekarang Mommy mau kenalkan kalian pada Grandma. Ayo beri salam pada Grandma," lembut Rini pada si kembar.
πππ
Satu bulan....
__ADS_1
Tanpa terasa kehidupan Rini semakin bahagia. Ia sudah sepenuh hati mencintai Felix, seperti yang di kata sebelumnya tidak sulit mencintai Felix.
Rini juga sudah tau siapa Felix, selain pengusaha sukses, pria itu juga seorang Mafia. Dan Rini tidak marah, ia menerima itu, malah minta di ajarkan menebak dan berkelahi oleh Felix.
"Baby, kau makin hari makin cantik, aku jadi tidak rela kecantikan mu di lihat semua orang," Felix melingkarkan tangan di pinggang Rini.
"Aku tau itu sayang. Dan kau pria beruntung bisa memiliki aku," Rini menikmati pelukan Felix dengan memejamkan mata.
"Kau benar. Aku beruntung. Terimakasih kasih sudah mau terima aku yang penuh salah ini. Pernikahan kita di awali dengan tidak baik, tapi berakhir sangat indah."
"Hmmm, sangat lucu bukan? itulah yang namanya kehidupan tidak ada yang bisa tau seperti apa kedepannya. Sesuatu yang kita nilai buruk belum tentu buruk, begitu pun sebaliknya."
"Ya, buruk akan tetap di mata orang yang mengenal kita, tapi akan berubah baik jika sudah saling mengenal seperti kita dulu."
Rini tersenyum dan berbalik menghadap Felix. " Terimakasih sudah mencintai wanita keras kepala sepertiku. Terimakasih sudah membuat ku terjebak cinta Tuan Mafia. Terimakasih untuk segala nya."
Cup.
"Aku pun sama, terimakasih kasih untuk semua yang tak bisa ku sebut satu persatu. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya, hingga ajal datang menjemput."
...TAMAT......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
Terima kasih semua sudah setia dengan karya author sejauh ini.
Author akan adakan Giveaway. Dan semua bisa ikut.
Juara 1: Pulsa 75k
Juara 2: Pulsa 50k
Juara 3: Pulsa 25k
Juara 4: Pulsa 20k
Juara 5: Pulsa 20k
Juara 6: Pulsa 10k
Juara 7: Pulsa 10k
Juara 8: Pulsa 10k
Juara 9: Pulsa 10k
Juara 10: Pulsa 10k
Syarat nya gampang untuk mendapatkan hadiah di atas. Rajin baca karya author yang On-going, tinggalkan komen kalian yang menarik sesuai dengan bab yang di baca.
Dan yang paling penting untuk menang. Harus berada di peringkat 1-10 dan harus mendapat julukan fans pada karya author yang sedang On-going. Bagi yang tidak mendapat julukan fans, tapi berada di peringkat 1-10, tidak akan mendapatkan hadiah.
__ADS_1
Jika ada yang kurang jelas dari pengumuman ini, silakan komen tag nama author, nanti akan di jawab pertanyaan nya.
Giveaway di mulai dari besok. Dan pengumuman nya akan umumin pada akhir bulan. π