Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 27: Dimana pun jadi


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Rini duduk sofa di temani Felix di samping. Sesuai perkataan Felix tadi meminta Rini membantu menghandle kerjaan nya yang sedikit bermasalah. Dan Rini menerima dengan senang hati membantu. Lagi pula ia tidak ada kesibukan apapun, setelah pindah ke kota A.


Jika dia tidak melakukan apapun akan sangat membosankan untuk dirinya sendiri menghabiskan waktu hanya mengantar si kembar, ke rumah sakit dan lain-lain yang bisa menyibukkan diri.


Felix akan melakukan apapun untuk mengikat Rini selalu berada di sisiNya.


"Sayang, ini berkas-berkas yang bermasalah, ku harap kau bisa mengurus nya," Felix menyerah beberapa dokumen pada Rini.


"Kau sepertinya sangat hobi meremehkan ku, apa kau lupa aku memiliki otak cerdas Felix, jika kau lupa itu ku ingatkan kembali," Rini mengingatkan dengan sikap sombongnya.


"Ya, istriku sangat pintar karena itu aku sangat mencintai nya. Sekarang lakukan saja tugas mu, aku akan mengerjakan kerjaan ku, jika ada yang tidak kau paham tanya kan padaku," ujar Felix, mencium bibir Rini sekilas lalu pergi meninggalkan nya dan duduk di kursi kebesaran nya.


Rini tak kaget lagi dengan ciuman Felix, ia sudah mulai terbiasa. Marah? seperti nya tidak ada gunanya, lagian ia menikmati, dari pada menikmati sentuhan pria lain yang bukan suaminya.


Rini pun langsung mempelajari dokumen yang di serahkan Felix padanya, matanya tak beralih pada apapun, sibuk nya hanya pada dokumen yang berada di tangan nya.


Felix melihat fokus Rini tak teralihkan, padahal ia sejak duduk di kursinya mata terus tertuju pada Rini, wanita keras kepala yang memiliki daya tarik begitu kuat hingga tidak bisa jauh.


Dia sendiri bingung dan bertanya-tanya pada dirinya, kenapa bisa segila ini pada Rini. Sungguh cinta membuat nya tak bisa berkata bijak.


"Kau cantik sayang, aku jadi tidak rela membiarkan mu pergi seorang diri. Bagaimana jika ada yang menculik mu? sungguh aku tidak rela, seperti nya aku harus bertindak secepatnya," batin Felix terus memandang Rini.


"Sayang," panggil Felix.


"Ada apa sih, kalau mau ngomong ya ngomong aja gak usah berbelit-belit," kesal Rini konsentrasi nya jadi sedikit terganggu mendengar suara Felix.

__ADS_1


"Aku ingin memperkerjakan mu di sini, apa kau mau?" Felix menyampaikan apa yang sudah di pikirkan beberapa hari yang lalu, tanpa peduli nada kesal Rini padanya.


"Untuk apa? aku sudah punya banyak uang, jadi ku rasa tidak perlu bekerja lagi sekarang hidup ku sudah kembali bergelimang harta hanya perlu memikirkan bagaimana cara menghabiskan," sahut Rini santai beralih menatap Felix memberi senyum manisnya.


"Itu benar, kau tidak kekurangan apapun lagi. Tapi dari semua itu, apa kau tidak merasa bosan tidak memiliki kesibukan? lebih baik kau bekerja jadi kau tidak akan merasa bosan," bujuk Felix tidak henti memberi beberapa kalimat dorongan agar Rini mau bekerja.


"Kenapa kau sangat aneh? aku memang sering merasa bosan tidak melakukan apapun, tapi rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Dan jika tidak bisa hilang aku akan mencari mu minta di belai," ucap Rini tanpa malu dan tertawa sendiri dengan perkataan nya itu.


"Jadi kau menyukai belaian ku sayang? aku akan memberikan itu setiap hari, dimana pun kita berada," senyum Felix bangun dan berjalan mendekati Rini.


"Aku tau itu," jawab Rini menikmati sentuhan Felix mengendus-endus tengkuk leher Rini.


Cup.


"Aku menyukai wanita seperti mu tak malu mengatakan hal v****r seperti ini."


"Apa kau ingin melakukan di sini sayang?" tanya Felix dengan suara se****l.


"Kenapa tidak? lakukan saja aku ingin mencari pengalaman baru dalam bercinta," dengan senang hati Rini mengizinkan. Lagian ia sudah bergairah, Felix begitu licik langsung menyerang pada titik lemah nya hingga tak bisa menolak.


"Baiklah, aku akan memberikan pengalaman terbaik yang tidak bisa kau lupakan sayang, aku akan membuat mu gila akan semua sentuhan ku."


Felix menc****u Rini dengan pelan tapi menggila, pria itu mempermainkan gairah nya dengan sengaja. Tubuh nya menegang, lahan di bawah sudah basah. Felix masih sibuk memberi kecupan cinta di setiap inci tubuh, kedua tangan mer**"s dua gunung kembar dengan kuat.


"Ini masih sangat kecil sayang, padahal kau sudah punya anak, apa kau melakukan operasi?" tangan Felix mer***s puas mendengar suara ******* tidak henti keluar dari bibir Rini.


"Ahhhhh... aku menginginkan sekarang Felix, aku sudah basah," pinta Rini hasrat nya harus segera di tuntaskan. Bodoh amat ia harus memohon asal ia puas dulu.


"Tapi aku belum puas sayang, ini masih pemanasan kenapa kau sudah langsung mau pada inti permainan?" sengaja Felix ingin tau seberapa tidak tahan Rini jika sudah berada di keadaan seperti ini.

__ADS_1


"Lakukan sekarang Felix... aku akan menuruti apapun yang kau ingin kan, jadi ku mohon langsung saya, aku tidak tahan," mohon Rini, lahan basah sudah hampir membuat nya gila hanya ingin di tanam bibit.


"Baiklah, apapun itu kau harus menuruti bukan?" senyum puas Felix inilah yang di ingin kan. Tidak sia-sia ia melakukan semua meski ia pun sama sedikit tersiksa.


"Ya, apapun. Sekarang lakukan tugas mu," ucap Rini, entah setelah ini apa yang akan Felix manfaat dari nya.


Felix langsung menuruti permintaan Rini, ia melepas semua penghalang di antara kedua, dan kini kedua sudah sama-sama polos. Felix tidak pernah puas akan tubuh Rini yang selalu berhasil membangkitkan senjata sakti menonjol.


"Ahhhk... Felix lebih kuat lagi... ahhhh... " racau Rini minta tambah kecepatan.


"Akan sakit sayang, aku tidak ingin menyakitimu," tolak Felix di sela permainan tidak mau menyakiti wanitanya.


"Tidak.... ahhhhh... aku menyukai itu lebih nikmat.... ahhhhh... " racau Rini tidak henti mengeluarkan suara merdu, Felix di buat kalang kabut has*** terus meningkat.


Kerjaan yang harus mereka lakukan di lepas begitu saja, lebih penting saat ini bercinta. Lebih nikmat dan menyenangkan dari pada bekerja tidak nikmat, tapi yang ada bosan.


"Baiklah Baby, laksanakan," Felix menghentakkan lebih kuat sesuai permintaan Rini.


"Ahhhh... kau terbaik Felix... aku menyukai ini... ahhh... tidak salah aku menyukai sentuhan mu... sudah berapa orang yang kau puaskan?" penasaran Rini pasalnya permainan Felix sangat handal seperti orang ahli.


"Tidak penting Baby, yang harus kau tau sekarang aku hanya menginginkan mu, aku ingin memuaskan mu... sehari tidak bercinta kepala ku rasanya mau pecah, kau memiliki daya tarik yang kuat baby, aku tidak akan melepaskan mu... "


"Hahaha... kalau begitu lakukan setiap hari, aku tidak masalah, aku menyukai ini. Puaskan aku setiap kita bercinta oke."


"Dengan senang hati baby, kita akan melakukan di mana pun kita berada."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2