Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 31: Bertukar nyawa


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Dua minggu berlalu, setelah kejadian besar mengundang amarah Felix tak terkendalikan itu. Felix menghajar Ken tanpa ampun. Rini yang sudah berusaha memisahkan kedua pria beradu otot, tetap tidak menghiraukan, bahkan semua usaha nya itu tidak di anggap ada.


Ada nya Rini di antara tidak di peduli Felix dan Ken. Emosi kedua sama-sama memuncak. Ken tidak terima di hajar karena perkataan nya itu. Ia memang mencintai Rini, tapi ia bukan pria jahat yang mau merebut wanita yang sudah memiliki kebahagiaan sendiri dengan pria lain.


Cinta tidak harus memiliki, jika cinta itu tulus, maka kita akan bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain, meski bukan dengan kita.


Tapi kedatangan itu di salah artikan Felix, dan mungkin juga karena candaan nya berlebihan, ia sadar itu.


Hubungan Rini dan Felix makin hari makin baik dan kedua juga makin lengket, tapi sampai saat ini tidak ada ungkapan perasaan cinta terucap dari bibir Rini.


"Baby, hari ini kita ada rapat diluar bersama kolega luar negeri, pakai pakaian sedikit tertutup tidak perlu terbuka. Aku tidak suka mereka tertarik padamu, kau hanya milik ku baby," takut Felix pakaian Rini selama ini tidak ada yang betul, pakaian yang digunakan memperlihatkan bel*han da** . Selama ini ia membiarkan karena mereka lebih menghabiskan waktu di kantor.


"Hei, kenapa jadi mengatur ku seperti ini!? aku tidak suka diatur, aku bebas memakai apa yang ku suka," tidak terima Rini dengan keinginan Felix.


"Kau ini sangat keras kepala, kau tau batu di jalanan lebih baik dari pada batu di kepala mu," kesal Felix pusing menghadapi Rini yang tidak pernah mau menuruti nya permintaan.


"Ya, aku memang keras kepala bahkan sangat keras kepala, kenapa kau marah? apa kau baru menyesal? bodoh, aku tidak peduli. Satu yang harus ku tegas ulang lagi, jangan pernah mengatur hidup ku, hidup ku hanya aku sendiri yang bisa atur, dan kau tidak ada hak itu, meski kau suami ku," tegas Rini memperingati Felix tidak peduli sorotan mata Felix yang tajam kesal karena keras kepala nya.


Entah kenapa hari ini perasaan Rini sangat tidak enak, ia merasa sesuatu akan terjadi padanya, perasaan nya berkecamuk tak tenang, emosi nya naik turun gelisah tanpa sebab.


Malas meladeni Felix hanya akan memperkeruh suasana, Rini meninggalkan Felix berdiri di depan ranjang dengan perasaan kesal dan marah yang belum di kendalikan.


Felix menghela nafas panjang, hidup bersama Rini benar-benar harus ekstra sabar, memilih Rini berarti harus bisa mengikuti peraturan nya.


Rini membasuh wajah saat tiba di kamar mandi. Hati nya tak juga kunjung tenang, gelisah menyerang nya secara dadakan.


Ada apa dengan ku?" tanya Rini pada diri sendiri menatap wajah nya di pantulan cermin.


15 menit berusaha menenangkan diri, Rini keluar dan duduk di meja rias, menata ulang make-up yang di hapus.


Pikiran nya masih belum bisa tenang, tapi ia berusaha menyibukkan diri, mungkin dengan seperti itu ia bisa melupakan pikiran tak jelas itu.


Tanpa ia sadari terlalu sibuk menata ulang make-up dan pikiran tak kunjung hilang dari kegelisahan. Sepasang mata terus menatap nya.

__ADS_1


Felix pun sama merasakan kegelisahan seperti Rini rasakan saat ini. Dan perasaan itu entah kenapa ia menginginkan Rini memakai pakaian sedikit lebih tertutup.


"Kenapa aku merasa kau akan jauh dari ku baby? ku harap ini hanya perasaan ku saja," batin Felix menatap Rini takut.


"Baby," panggil Felix lembut.


"Ada apa?" tanya Rini tanpa beralih hanya menatap Felix dari pantulan cermin dan itu baru ia sadar Felix berada di belakang tidak jauh dari tempat nya.


"Apa kau berniat meninggalkan ku dan si kembar?" entah kenapa pertanyaan itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut Felix.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau merasa aku akan pergi?" tanya balik Rini menghentikan gerakan dari polesan kecil di wajah dan lebih serius menatap Felix menanti jawaban.


"Jadi kau pun merasakan hal yang sama padaku?" Felix bangun mendekati Rini.


"Iya, ku pikir hanya aku yang merasakan seperti itu, ternyata kau juga," seru Rini tidak percaya Felix pun merasakan yang di rasakan.


"Apa ini pertanda kalau ak--"


"Tidak Baby jangan berbicara apapun, kau tidak akan kemana-mana, kau akan selalu bersama ku dan si kembar. Maaf tadi aku sudah mengatur mu, tapi bisakah sekali ini, aku janji tidak akan memaksa mu lagi," mohon Felix penuh harap. Rini yang tidak tega akhirnya mengalah.


Lagian ini hanya permintaan kecil, tidak masalah memakai pakaian sedikit tertutup.


"Iya Baby. Aku janji."


Cup.


"Hadiah sudah menuruti permintaan ku."


Cup.


"Hadiah sudah mau menjadi istri ku."


Cup.


"Hadiah sudah memberikan ku si kembar."


Cup.

__ADS_1


"Hadiah untuk segala nya."


"Oh... sayang kau terlihat manis hari ini. Aku jadi menginginkan mu, tapi aku akan bersabar. Kita lakukan setelah meeting biar tak ada gangguan yang menghentikan aktivitas kita," semangat Rini tidak sabar melakukan bersama Felix.


Hari-hari mereka tidak pernah melewati kata bercinta, tanpa anu hidup mereka akan kurang lengkap.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Felix dan Rini sudah berada di tempat meeting di lakukan. Sebelum masuk mata nya tak sengaja bertemu pada sosok orang yang di kenal.


Di sebrang sana pun seorang wanita melihat sosok yang sudah lama mereka cari keberadaan tidak bisa di temukan. Dan kembali takdir mempertemukan mereka seperti kemarin tanpa sengaja.


"Dad, itu Rini," ucap wanita paruh bayah tidak lain adalah Mommy Diana.


"Iya Mom, itu Rini putri kita," seru Daddy Tirtan bahagia bisa kembali bertemu Rini.


"Tunggu apalagi ayo kita kesana," ajak Nya menggandeng tangan suami dengan buru-buru tidak sabar.


Rasa tidak sabar dan ingin segera memeluk putri nya, kedua menyeberangi jalan tanpa melihat kiri kanan lagi. Dan Rini yang terus memperhatikan itu kaget melihat ada truk besar, di lihat dari cara mengemudi seperti nya pengemudi dalam keadaan tidak baik-baik saja, karena ugal-ugalan.


Dia memang membenci kedua orang tuanya, tapi melihat bahaya di depan mata nya, tidak mungkin ia bisa diam saja. Tanpa mengatakan apapun, ia melepaskan genggaman tangan nya pada Felix dan berlari.


"Dad, Mom, AWAS!" teriak Rini berlari dan mendorong kuat tubuh kedua orang tersebut.


"RINI!" Kaget Felix melihat apa yang dilakukan Rini.


BRUKKKK....


"RINI!"


Teriak histeris Felix berlari cepat, tubuh Rini berlumuran darah. Tubuh nya pun seketika melemas mendapatkan keadaan wanita tercinta nya tak berdaya.


"Rini, ku mohon bangun lah, jangan tinggalkan aku dan si kembar. Kau sudah janji padaku, bukan? kau tidak akan pergi, kau lupa apa? pagi tadi kau mengajar ku bercinta setelah meeting selesai? ayo kita lakukan sekarang, tidak perlu menunggu meeting selesai kita bisa melakukan sekarang. Buka mata baby, ku mohon tepati janji mu," tangis Felix hancur sudah hidup nya sekarang.


"Rini," kedua orang yang di tolong Rini masih syok dengan apa yang terjadi barusan. Mereka tidak menyangka putri yang sudah mereka sia-sia kan, rela bertukar nyawa demi mereka.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2