Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)

Terjebak Cinta Tuan Mafia (Season 1)
Bab 14: Bedakan masalah pribadi dan kerjaan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pagi ini, perusahaan Felix akan kembali mengadakan meeting ulang bersama perusahaan Kendra Grup.


Penjelasan Dokter kemarin masih terngiang-ngiang di benaknya. Ia tidak juga bisa tidak memikirkan Rini.


"Lakukan rapat di ruangan ku, jangan biarkan seorang menganggu ku bersama Rini, kau dengar itu?" Felix memerintah dan juga memperingati Joi agar tidak melakukan kesalahan.


"Baik Tuan," jawab Joi cepat.


"Hmmm, kau bisa pergi sekarang," usir Felix.


Di tempat lain, Rini sudah rapi dan tentu selalu tampil cantik, tak peduli dengan dirinya yang penyakitan, di sisa hidup nya ia akan melakukan semua yang disuka meski hal itu tidak di sukai orang lain.


"Lupakan semua yang sudah berlalu Rini, jangan biarkan kondisi mu semakin memburuk, kau masih ada peran yang harus kau mainkan hingga selesai," ucap Rini memperingati dirinya untuk sadar tidak melakukan sesuatu yang gegabah merugikan kebahagiaan si kembar.


"Semangat! semua akan baik-baik saja setelah ini. Demi kebahagiaan si kembar, kau harus bisa," semangat Rini tersenyum meski itu tidak seperti yang di rasakan sekarang.


Tidak memakan banyak waktu untuk tiba di perusahaan Felix. Rini tiba di depan resepsionis tanpa berbicara, dan wanita itu sudah sangat gugup mendapat tatapan mematikan dari Rini.


Sebelum Rini datang, Felix sudah memberi perintah pada semua pengawai nya untuk menghormati Rini, karena Rini adalah istri nya. Dan apa yang mereka dengar kemarin tidak lah benar, itu hanya omongan asal saat seseorang di kuasai amarah jadi ngelantur kemana-mana.


"Mari Bu ikut saya," tunduk nya hormat pada Rini mengantar pada ruang meeting berlangsung.


Rini tersenyum sinis, sedikit rasa puas melihat wajah ketakutan dan gugup wanita itu.


Pikirnya wanita itu takut pada ancamannya kemarin, tapi sebenarnya itu bukan yang paling besar, meski ancaman itu menyeramkan dan menakutkan.


Langkah mereka berhenti di depan pintu CEO, mata Rini menatap wanita itu penuh tanya dengan tatapan tajam.


"Saya tidak tau apapun Bu, saya hanya menjalankan perintah dari Pak Joi," terang nya ketakutan mendapat tatapan Rini.

__ADS_1


"Ck, mereka tidak henti mencari masalah dengan ku," kesal Rini. "Kau bisa pergi sekarang," lanjut nya mengusir wanita itu dari hadapan nya.


Tanpa mengetuk pintu, Rini langsung masuk bodoh amat di bilang tidak sopan, ia tidak peduli.


"Kenapa bukan di ruang meeting?" tanya Rini saat berhasil masuk di dalam melihat Felix duduk santai menatap nya dengan tatapan tak bisa di artikan.


"Duduk lah," tanpa mempedulikan perkataan nya, Felix malah menyuruhnya duduk.


"Ck, tidak punya sopan santun," kesal Rini perkataan nya di abaikan.


"Apa ada kendala di dalam perjalanan?" basa-basi Felix rasa kecewanya kemarin lenyap mengetahui penyakit Rini semakin parah.


"Langsung ke meeting, tidak perlu basa-basi," cuek Rini tatapan Felix terus tertuju padanya membuat nya risih.


"Dan turunkan pandangan mu itu, aku sangat tidak nyaman," sambung Rini.


"Hmmm, baiklah," mengalah Felix.


Kedua begitu serius, Rini menjelaskan apa saja kelebihan dan keuntungan yang di dapat kan perusahaan Felix jika bekerja sama dengan nya. Masalah pribadi sama sekali tidak menganggu nya sama sekali.


Rini orang nya profesional dalam bekerja, ia tidak akan membawa masalah pribadi ke jalur yang tidak seharusnya nya di bawa. Ia akui ia wanita keras kepala, sombong, jahat, dan mau menang sendiri tanpa mau kenal kalah.


Sifat yang mau menang sendiri itu yang membuat orang menjauh darinya tidak ingin berdekatan. Tapi bukan Rini jika memperdulikan itu. Ia sama sekali tidak peduli. Toh, ia tidak rugi.


Felix salut, bangga dengan kemampuan Rini yang baru ia ketahui. Ternyata wanita nya memiliki banyak bakat, anehnya Daddy Tirtan mengatakan Rini wanita bodoh menyusahkan.


"Aku tidak pernah salah jatuh cinta pada seseorang. Sekarang kau belum mencintai ku, tapi kedepannya kau akan mencintai ku percayalah itu," batin Felix menatap Rini yang serius menjelaskan garis besar perusahaan Kendra Grup.


"Jika ada yang tidak Bapak mengerti dengan penjelasan saya barusan, mungkin ada sesuatu yang membingungkan, saya memberi kesempatan sebelum meninggalkan ruangan," ucap Rini formal.


"Apa kau bahagia menganggap ku orang luar?" tanya Felix tidak menghiraukan perkataan Rini malah berbelok topik pembicaraan.


"Ini bukan topik pembahasan kita sebelumnya, bersikap profesional lah jangan campur adukkan masalah pribadi dengan kerjaan," tegas Rini tetap cuek seperti awal.

__ADS_1


"Baiklah, setelah meeting selesai kita harus berbicara lagi," ucap Felix.


"Ya, aku juga ada yang ingin ku sampaikan padamu," seru Rini.


Kedua pun kembali fokus pada kerjaan seperti perkataan mereka tadi akan berbicara masalah pribadi setelah masalah kerjaan berakhir.


Dan kini kedua duduk santai tak ada pembahasan masalah kerjaan, sekarang lebih pada masalah pribadi.


Rini terus berusaha menenangkan dan menyakinkan perasaan, berat meninggalkan si kembar tapi keadaan nya tidak selalu sehat.


Melahirkan dan membesarkan si kembar sampai sekarang ia sudah sangat bersyukur. Kehidupan Daddy nya jauh dari kata susah, si kembar pasti bahagia.


"Semua yang Mom lakukan demi kebahagiaan kalian percayalah. Mom sayang sama kalian," sedih Rini dalam hati menangis.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Rini dengan wajah serius.


"Katakan saja aku mendengar nya," kata Felix bingung melihat Rini yang begitu serius pasti yang ingin di bicarakan bukan masalah kecil.


"Kau ingat bukan? saat aku pergi aku sedang mengandung?" jeda Rini melihat reaksi Felix yang mengangguk dan terlihat jelas pria di depan nya sedang menahan amarah.


"Aku berhasil melahirkan mereka dengan selamat dan usia mereka sekarang hampir menginjak enam tahun. Mereka sepasang, wajah mereka mirip dengan mu, satu tampan ku beri nama Louis dan satu cantik kuberi nama Katy. Kau pasti bingung kenapa aku memberitahu tau mu sekarang?" tebak Rini memperhatikan wajah Felix menyimpan banyak pertanyaan di benak.


"Aku bukan peramal hingga bisa menebak apa yang kau pikirkan sekarang, tapi aku bisa melihat dari raut wajah mu tanpa berlama-lama menebak dan ku kira semua orang pun sama dengan ku," senyum Rini entah apa arti senyum yang ditunjukkan itu.


"Aku Rini sudah memutuskan untuk memberikan si kembar padamu, rawatlah mereka, berikan mereka kebahagiaan yang belum pernah ku berikan. Aku yakin dengan bersama mu si kembar akan bahagia tanpa kekurangan," Rini akhirnya menyampaikan apa yang ingin di sampaikan, hatinya terasa sakit mengatakan hal itu, tapi inilah keputusan yang tepat harus di ambil. Ia tidak ingin egois, ia tidak ingin si kembar tidak mendapatkan kasih sayang yang dulu tidak pernah ia dapatkan dari sosok daddy.


Sekarang Rini ikhlas, meski harus terluka.


"Maafkan Mommy sayang, Mom bukan Mom yang baik untuk kalian. Doa Mom selalu menyertai kalian di mana pun itu. Tidak ada seorang Ibu yang tega membiarkan anak-anaknya tidak bahagia," tangis Rini dalam hati, sosok kuat yang di perlihatkan sekarang palsu, dirinya sangat hancur. Ia benci akan takdir hidup nya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2