Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 14


__ADS_3

Mira termenung menatap hasil tespek yang sudah keluar. Dia dapat melihat garis 2 yang sangat terang itu pertanda jika dirinya positif hamil, dengan detak jantung yang berdegup kencang tubuh gemetar Mira keluar dari kamar mandi dan menunjukkan hasil tes urine tersebut kepada dokter Rani. 


Mira menarik nafasnya dalam-dalam kemudian ia hembuskan perlahan dia mencoba untuk menguatkan dirinya karena inilah nasibnya, dirinya yang menuai maka dirinya pula yang akan menanggung semuanya. 


" Dokter," ucap Mirah dengan nada serak bibir gemetar sambil menyerahkan hasilnya tersebut kepada dokter Rani.


" Lama banget," ucap Dila yang sedari tadi tidak sabaran menunggu hasilnya.


Dokter Ani hanya diam sambil melihat raut wajah Mira yang sedih dan ketakutan. Kemudian dia melihat hasil tes urine tersebut yang terdapat dua garis merah.


" Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Dila yang benar-benar tidak sabaran sekali Entah apa masalah wanita itu dokter dapat melihat jika gadis itu tidak menyukai pasien yang tengah ia periksa ini.


" Hasilnya dua garis merah dan dinyatakan jika Mbak Mira positif hamil dan usia kandungannya lebih dari 4 Minggu," ucap dokter Rani tersebut menurut prediksi setelah Mira mengatakan terakhir haidnya tadi.


" Wah, wah … selamat ya Mira akhirnya kamu menjadi seorang ibu," ucap Dila sambil bertepuk tangan bersorak gembira dia tersenyum licik menetap raut wajah merah yang hanya murung terlihat sedih itu.


" Ya Allah Mira ternyata kamu hamil tante selama ini kamu muntah-muntah terus," ucap Bu Sumi. Walaupun sebenarnya dia sudah mengetahui dengan siapa Mira bisa hamil.


" Ya Allah saya nggak nyangka ternyata Mbak Mira beneran hamil tapi anak siapa itu?" Ucap Bila, teman Mira yang tidak menyangka jika Mira beneran hamil.


" Ini resep obat dan vitamin tolong diminum ya." Dokter Rani menyerahkan resep obat kemudian dia bergegas memasukkan barang-barangnya dan segera pergi dari rumah ini karena perasaannya mengatakan dia tidak pantas berada di sini karena pasti ada sesuatu yang akan terjadi, apalagi melihat tatapan tajam si pemilik rumah yang hendak menerkam Mira.


" Terima kasih dok." Mira mengambil obat tersebut dia masih bisa tersenyum di situasi yang sudah menegangkan ini. 


" Mari Dok saya antar," kata bila dia lebih baik pergi mengantarkan dokter Rani ke depan ketimbang menyaksikan yang sebentar lagi akan menjadi amukan amarah dari majikannya itu.

__ADS_1


Dan benar saja, baru beberapa langkah dokter Rani dan juga bila pergi meninggalkan ruang tamu sudah terdengar bunyi pecahan gelas yang dibanting oleh Monica tetapi keduanya tidak kembali untuk melihat melainkan terus berjalan melangkah keluar dari rumah menuju parkiran mobil dokter Rani.


" Tolong jangan buat Mbak Mira tertekan kasihan janinnya," ucap dokter Rani lantaran dia sangat kasihan sekali melihat kondisi Mira yang sudah tertekan dan juga stress hingga kondisinya begitu sangat memprihatinkan tekanan darah turun saat dia cek tadi hingga dokter ranim memberikan obat penambah darah dan juga vitamin kesehatan untuk ibu hamil.


" Saya berharapnya seperti itu dok tetapi saya tidak yakin," kata bila. Dokter Rani hanya menghela nafasnya kemudian dia berlalu pergi meninggalkan karangan rumah mewah tersebut dia hanya bisa berdoa semoga Mira bisa melalui cobaan dan tidak terlalu stress.


Monica membanting gelas di lantai hingga hancur berkeping dan pecahannya pun berserakan di mana-mana bergegas Bu Sumi dan juga bila membersihkan agar tidak terinjak oleh majikannya itu sendiri. 


" Dasar pembantu murahan, saya mempekerjakan kamu di sini untuk membersihkan rumah saya dan saya pun membayar kamu sesuai dengan kinerja kerja kamu sebagai pembantu di rumah saya. Bukan berarti saya memberikan kebebasan untuk kamu melakukan zinah di rumah saya!" 


Monica benar-benar sangat marah dan merasa jijik sekali dengan Mira. Padahal sebenarnya mereka itu sama saja tetapi wanita itu tidak ingin dibanding-bandingkan dirinya tentu beda kelas. Apalagi sampai hamil seperti ini Monica tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi kepada dirinya. 


" Silakan pergi kamu dari rumah saya sekarang juga saya tidak Sudi menampung wanita murahan di rumah saya." Monica langsung mengusir Mira. Dia tidak ingin repot-repot mengurusi orang hamil yang bukan menjadi urusannya terlebih lagi tidak tahu anak siapa itu.


Merah tersenyum kemudian dia bangkit dari duduknya lalu dia berjalan menuju kamarnya untuk membenahi barang-barang yang sebenarnya sudah merah siapkan saat mengetahui jika dirinya sedang hamil lantaran sudah jika dirinya pasti akan segera diusir dari rumah ini.


" Oh, kau bahkan masih bisa tersenyum saat situasi seperti ini dasar memang wanita murahan tidak tahu diri, menjijikan," ucap Monica saat melihat senyum Mira yang seakan tidak terjadi apa-apa.


" Nyonya tidak bertanya dia hamil anaknya siapa?" Kata Dila.


" Tidak penting dia hamil anak siapa," jawab Monica.


" Dan ini semua berlaku untuk kalian ya, Jika kalian ingin benar-benar kerja, ya kerja saja cari duit yang benar. Jangan seperti dia, jika kalian ingin seperti dia silahkan angkat kaki dari rumah saya." Monica memperingatkan kepada semua art yang bekerja di rumahnya untuk tidak melakukan hal menjijikan seperti Mira. 


" Iya, Nyonya," jawab mereka. 

__ADS_1


Kemudian mereka pun kembali mau bekerja seperti biasa tidak ingin ikut campur urusan Mira biarlah karena merah sendiri yang menuai hingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu sendiri juga. 


Bu Sumi sangat merasa kasihan sekali kepada Mira kemudian dia diam-diam pergi ke kamar Mira yang sedang membereskan barang-barangnya tersebut.


" Kenapa kamu tidak bilang saja ke Nyonya jika anak yang ada dalam kandunganmu itu adalah anak tuan," ujar Bu Sumi tiba-tiba dia sudah berdiri di ambang pintu sontak membuat Mira terkejut lantaran di sumi ternyata mengetahui hubungan gelapnya dengan sang majikan.


" Jangan kaget seperti itu, saya memang sudah mengetahui hubungan kalian sejak lama. Apa tuan sudah mengetahui kalau kamu hamil anaknya?" Tanya Bu Sumi dia mengusap jejak air mata Mira.


Mira menggeleng karena nyatanya majikannya itu memang tidak mengetahui apapun tentang kehamilannya Mira takut Aslan akan marah kepadanya karena dalam perjanjian waktu itu tertulis jika Mira tidak boleh sampai hamil. Jadi Mira pun memutuskan untuk merahasiakan kehamilannya ini dan biarlah dia pergi membawa benih dari laki-laki yang dia sukai itu.


" Kenapa tidak kamu memberitahu saja, siapa tahu Tuan akan bertanggung jawab dengan kehamilan kamu. Jika seperti ini, kamu mau pergi ke mana, kasihan anak kamu," ucap Bu Sumi penuh sayang lantaran dia mengetahui alasan Mira mau menjadi pemuas nafsu majikannya itu.


" Mira takut Bu, tuan pasti jauh lebih murka lagi pada saya," ucapnya lirih. 


" Terus kamu mau ke mana pulang ke rumah dengan keadaan hamil seperti ini Ibu yakin warga tidak akan mengizinkan kamu tinggal di sana lantaran hamil tanpa seorang suami," ucapnya toh sudah banyak kasus-kasus seperti ini. Dan Bu Sumi bener-bener sangat khawatir jika Mira melakukan sesuatu yang hal yang bukan bukan seperti bunuh diri lantaran tidak kuat.


" Entahlah Bu tapi untuk sementara waktu Mira akan tinggal di rumah dulu untuk sementara selagi mencari tempat tinggal yang pas untuk Mira," ucapnya kemudian merah menenteng koper dan juga barang-barang miliknya. 


" Mira pamit ya Bu maaf jika selama ini Mira melakukan hal yang menjijikan seperti ini," ucapnya kemudian dia pamit kepada Bu Sumi dan memeluk wanita paruh baya itu yang sudah sangat baik kepada dirinya.


" Ibu yang harusnya minta maaf karena Ibu tidak bisa berbuat apa-apa tolong jaga kesehatan dan juga kehamilan kamu yang Mira jangan melakukan hal-hal yang tidak-tidak, kamu harus sabar ya." Bu Sumi mengusap pucuk kepala merah kemudian mengantar wanita itu untuk berpamitan kepada Monica.


" Cepat kamu bawa dia keluar dari rumah saya, dan pastikan dia tidak membawa barang-barang milik saya," ujar mau nikah saat melihat Bu Sumi dan juga Mira keluar dari kamar.


" Saya sudah melihat apa yang dibawa Mira, Nyonya. Dia tidak membawa apa-apa selain barang-barang miliknya sendiri," ucap Bu Sumi. Kemudian dia membawa Mira keluar dari rumah. 

__ADS_1


__ADS_2