Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 38


__ADS_3

Dengan berat hati Aslan kembali pulang dan itu semua karena Monica yang sangat kejam.


" Monica. Monica!" Teriaknya saat sampai di rumah.


" Tuan, Nyonya belum pulang," sahut mbak darmi merasa takut, aura menakutkan keluar dari tubuh tuannya.


" Brengsek!" Aslan melempar vas bunga yang ada di meja hingga pecah di lantai. Para ART terkejut tetapi mereka tidak ada yang berani untuk mendekat.


Aslan mengeluarkan hpnya. " Cepat cari keberadaan Monica sekarang!" Perintahnya. Setelah mengatakan itu dia langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja.


" Aku tidak akan melepaskan mu Monica. Beraninya kau menyakitinya!" Sangat marah sekali, selama ini Aslan membiarkan istrinya itu melakukan apapun dia tidak peduli, tetapi ini sudah sangat keterlaluan. Diam-diam wanita itu ingin membunuh Mira, dia sudah kehilangan akal. Andai dirinya mengetahui sejak awal, sudah pasti tidak akan membiarkan Monica bernafas dengan baik di bumi ini.


Tak perlu menunggu waktu lama, orang -orangnya sangat mudah menemukan keberadaan Monica sekarang ini. Berbeda sekali saat mencari keberadaan Mira butuh waktu bertahun-tahun baru ketemu.


" Dimana dia sekarang?" Saat bawahnya menelpon.


" Bagus, kalian bawa dia ke pulau dan kurung dia di penjara bawah tanah! Dan ingat pastikan tidak ada saksi mata yang melihat."

__ADS_1


Aslan sudah habis kesabaran, dia menyeringai setelah mengetahui keberadaan Monica dan berencana akan mengurungnya di penjara bawah tanah di pulau terpencil yang sangat jauh hingga tidak akan ada yang mengetahuinya.


" Dasar wanita murahan, masih sempatnya kau bersenang-senang. Menjijikan!" Monica sedang berada di hotel bersama kekasih barunya. Untuk apalagi jika bukan menyalurkan hasratnya, Aslan bener-bener sudah sangat jijik sekali denganya.


Sebelum menemui Monica. Aslan pergi dulu ke rumah utama dimana keluarga berkumpul disana.


" Aslan, tumben kamu datang kesini?" Tanya ibu nya saat melihat anaknya mendatangi rumah utama.


Aslan acuh, dia melewati ibunya begitu saja karena tujuannya bukan ingin bertemu dengannya melainkan kakeknya.


" Kakek," sapanya saat sang kakek sedang duduk di taman sambil memberi makan hewan peliharaannya ya itu harimau.


" Dia sudah semakin besar, terakhir bertemu saat dia masih bayi," ucap Aslan.


" Itu sudah lama sekali, kamu saja yang sudah lama tidak datang kesini lagi. Ada masalah apa?" Tanyanya sudah sangat hafal. Pasti ada sesuatu yang diinginkan cucunya itu jika sudah menginjakkan kakinya di rumah utama ini.


" Aku sudah menemukan putraku dan juga ibunya. Kami sudah menikah!" Cerita Aslan.

__ADS_1


" Bagus, sekarang bawa mereka ke sini!" Imbuhnya, ada raut wajah senang terlihat disana. Aslan menyerngit pasti dia hanya salah lihat saja.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut anakku dari ibunya bahkan termasuk anda!" Ancam Aslan. Inilah alasannya ingin bertemu dengan kakeknya itu agar tidak melakukan sesuatu tanpa sepengetahuannya.


" Ck, kamu masih saja berpikir buruk pada orang yang sudah sangat tua dan tidak lagi berdaya ini," ejeknya.


" Kakek hanya ingin melihat cicit kakek saja dan bermain dengannya. Sebab itulah sering-seringlah membawanya ke rumah ini. Kakek sudah semakin tua, tidak ada lagi yang mau bermain dengan orang tua seperti ku lagi melihat kalian yang sudah besar-besar sepertisekarangseles kakek merasa sangat kesepian." Lirihnya sedih.


" Kakek tidak akan memisahkannya dari siapapun, kakek sudah tidak berdaya untuk ikut campur lagi urusan kalian. Yang kakek Ingin teman bermain dan cicit kakek orang yang tepat karena dia masih polos dan tidak memiliki dendam apapun sama kakek," imbuhnya sambil menghela nafas.


Aslan merasa sangat bersalah karena sudah berpikir buruk pada kakeknya itu.


" Baiklah, Aslan akan membawa mereka kesini, tapi dengan satu syarat."


" Kamu jangan khawatir, dirumah ini kakek masih berkuasa. Tidak akan ada yang berani mengusir cucu menantu dan cicit kakek nantinya." Seperti para normal saja kakeknya itu sudah tahu apa yang Aslan pikirkan.


" Terima kasih, Kek." Walaupun mereka terlihat tidak akur, tetapi Aslan adalah cucu kesayangan kakek Malik.

__ADS_1


Aslan sangat senang setidaknya restu dari kakeknya sudah dia dapatkan. Kalau masalah restu kedua orangtuanya dia tidak terlalu ambil pusing, apapun yang kakeknya katakan semua pasti akan mematuhinya bahkan termasuk menerima Mira dan anaknya masuk ke keluarga ini. Aslan kembali, tetapi bukan ke rumah melainkan pergi ke pulau dengan menggunakan helikopter pribadi untuk menuju kesana. Masih ada satu masalah lagi yang akan dia urus, jika semuanya sudah selesai barulah dia kembali untuk menemui anak dan istrinya.


__ADS_2