
" Aslan, tolongin aku …" Monica memohon kepada Aslan dia baru saja kembali ke rumahnya dengan nafas ngos-ngosan..
" Apa-apaan kamu!" Aslan langsung berontak saat ketika Monica tiba-tiba duduk di pangkuannya. Wanita itu bahkan meraba-raba dadanya.
" Lepaskan Monica!" Aslan membentak. Karena Monica tidak mau pergi dari pangkuannya terpaksa Aslan mendorong tubuh istrinya tersebut hingga tersungkur ke lantai.
" Jahat sekali kamu Aslan, aku ini istri kamu!" Ujarnya kesal.
Monica benar-benar menginginkan sesuatu menyentuh tubuhnya dia seakan sudah menjadi sangat kecanduan sekali Jika sehari saja tidak berhubungan. Semua ini gara-gara Doni laki-laki itu memberinya obat aneh yang membuat tubuhnya selalu ingin berhubungan bahkan yang ekstrem dan jika tidak ia akan merasakan sangat kesakitan sekali.
__ADS_1
Aslan tersenyum sinis menatap istrinya. " Kamu memang istriku tapi hanya istri pajangan pernikahan kita tidak ada artinya lagi hanya sebatas status itu saja tidak lebih."
Aslan tidak pernah mengakui Monica istri sahnya, walaupun kenyataannya wanita itu memang istrinya tetapi Aslan hanya menganggap Monica hanyalah istri pajangannya saja, lantaran pernikahan mereka pun hanya pernikahan politik yang dijodohkan tanpa cinta. Jadi Aslan tidak pernah menganggap pernikahan ini ada.
" Kenapa? Apa kurangnya Aku sebenarnya Aslan, kita menikah hampir lebih dari 5 tahun tapi kamu tidak pernah menganggapku ada. Apa Karena wanita itu, wanita murahan itu?" Teriak Monica.
" Sebaiknya kau menyerah saja Monica, aku akan memberikanmu saham 50% jadi cepat pergi dari rumah ini dan jangan pernah mengganggu hidupku lagi."
Aslan bener-bener sudah muak, jika bukan karena permintaan dari ibunya yang memohon untuk tidak menceraikan Monica, dia tidak akan sedih tinggal serumah dengan wanita ini lagi. Aslan harus cepat-cepat menemukan Mira, karena hanya wanita itu yang bisa membuatnya jauh lebih tenang.
__ADS_1
" Tidak, Aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini. Dan aku juga tidak akan pernah menyerah, aku tidak mau kita bercerai, sampai kapanpun pernikahan ini akan terus berlangsung selamanya. Tidak peduli kamu, menikahi wanita murahan itu atau wanita-wanitaan lainnya, asal aku yang masih menjadi Nyonya di rumah ini."
Mana mungkin Monica meninggalkan segala-galanya walaupun dirinya tidak dipedulikan oleh Aslan tetapi apapun yang ia inginkan pasti ia dapatkan karena dirinyalah yang memegang uang bulanan di rumah ini, jadi dia bisa berfoya-foya, bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang tanpa harus bekerja keras bahkan dirinya juga bisa membeli laki-laki untuk memuaskan nafsunya.
Sementara saham 50% apa yang akan dia dapatkan. Dalam sekejap pasti bakalan habis, wanita tidak ingin rugi karena dia berambisi untuk memiliki seluruh harta kekayaan milik Aslan. Dia harus mendapatkannya apapun caranya.
" Terserah, tapi jika kau sampai melampaui batasmu Aku tidak akan pernah membuat hidupmu tenang, Monica. Ingat itu!"
Kemudian Aslan keluar dari ruang kerjanya pikirannya sudah sangat kacau lantaran pusing memikirkan di mana keberadaan Mira, ditambah lagi dengan kelakuan istri pertamanya ini benar-benar membuatnya semakin stress sehingga Aslan membutuhkan sesuatu yang membuatnya tenang yaitu minuman beralkohol. Karena hanya itulah yang mampu membuat dirinya tenang selama tidak ada Mira.
__ADS_1