Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 39


__ADS_3

" Lepaskan saya! Apa kalian semua tidak tahu siapa saya, hah!" Teriak Monica kencang. Saat ini dia sudah dikurung dalam penjara bawah tanah.


Penampilan sangat kacau sekali karena saat dirinya diculik wanita sedang tidur pulas di kamar hotel dan sekarang hanya diberi kaos oblong yang kebesaran dan juga celana tentunya untuk menutupi tubuh polosnya.


" Apa yang kalian inginkan dari saya, uang? Saya akan memberikan sebanyak apapun yang kalian inginkan, asal lepaskan saya!" Teriaknya lagi dia pikir dengan memberi sejumlah uang yang banyak kepada si penculik itu mereka akan melepaskan dirinya.


" Diam! Sekali lagi kalau berteriak, Aku tidak akan segan-segan menutup mulutmu dengan lem," salah satu penjaga dengan nada yang sangat garang.


" Jika suamiku tahu kalian mencuriku, kalian tidak akan dibiarkan hidup di muka bumi ini!" Kata Monica dengan sangat percaya diri sekali.


" Suami? Hahaha, oh benarkah?" Tentu si penjaga itu tertawa terbahak-bahak.


" Suami yang mana yang kau maksud?" Tanyanya dengan nada remeh.


" Aslan! Kau kenal siapa dia? Dia adalah suamiku!" Jawab Monica dengan nada tinggi dan angkuh.

__ADS_1


Si penjaga itu kembali tertawa lagi bahkan diiringi oleh para bawahannya yang sedang memegang senjata. " Kau memang wanita yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Baiklah, aku akan menunggu kedatangan suamimu itu dan akan melihat apa yang akan dia lakukan!" Tantangnya.


" Ck, dia akan menghabisi kalian semua, mending kalian memohonlah sebelum suamiku datang. Dia tidak ak akan membiarkan kalian hidup saat melihat aku ada di dalam penjara sialan ini, lebih baik kalian lepaskan aku sekarang juga!"


Masih dengan percaya diri yang sangat tinggi sekali, menikah tidak tahu jika yang memerintahkan dirinya disekap dan diculik adalah suaminya sendiri. Dan bahkan jika orang lain sekalipun yang menculiknya, suaminya itu tidak akan repot-repot mau datang demi menyelamatkannya. Sudah tentu pasti Aslan akan cuek dan pura-pura tidak tahu saja.


" Uuuh, takut ..." Kemudian semuanya kembali tertawa.


Monica sangat geram sekali melihatnya.


" Selamat datang Tuan," ucap salah satu ketua orang-orang disana.


" Dimana dia?" Aslan tak ingin buang-buang waktunya.


" Ada di penjara bawah tanah, mari ikuti saya, Tuan." Aslan mengikuti beberapa orang yang menuntut jalan menuju lorong bawah tanah.

__ADS_1


" Apa kalian sudah pasti akan tidak akan ada yang tahu semua ini?" Tanyanya saat dalam perjalanan.


" Anda tidak perlu khawatir Tuan, kami sudah urus semuanya."


" Bagus ..." Kemudian Aslan dapat mendngar suara teriakan meminta lepas dari kejauhan. Suara yang nyaring membuat gendang telinga nya nyaris pecah.


" Seharusnya kalian tutup saja mulutnya, berisik," kata Aslan bener-bener tidak tahan.


" Maaf atas kecerobohan kami, Tuan. Kami akan tutup mulutnya." Saat hendak memerintahkan bawahannya Aslan menghentikannya.


" Sudah tidak perlu." Lagipula sudah terlambat.


" Aslan, Aslan akhirnya kamu datang juga. Cepat lepaskan aku, mereka yang menculik ku, dan membuatku terluka. Habis dia Aslan," ucapnya sangat senang saat melihat suaminya datang. Monica memasang wajah sedih agar terlihat menyedihkan supaya Aslan tidak akan memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti nya.


" Habislah kalian semua." Monica menyeringai. Tetapi saat melihat Aslan malah duduk santai yang di siapkan oleh si penculik membuat kening Monica mengerut.

__ADS_1


" Ada apa ini Aslan! Kenapa kamu malah duduk disana?"


__ADS_2