Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 33


__ADS_3

" Apa kau berniat menikah dengannya?" Tanya Aslan, sorot matanya begitu sangat menakutkan membuat Mira merinding menatapnya.


" Jawab Mira! Apa kau berniat menikah dengannya?" Bentak Aslan dia benar-benar sangat marah.


" Iya, aku akan menikah dengannya. Dia sudah lama menyukaiku dan kami berencana akan menikah dalam waktu dekat ini!" Mira semakin memancing emosinya Aslan.


Mira sengaja mengatakan hal tersebut agar ashan tidak lagi mengganggu dirinya. Karena dessert-desus gosip tentang dirinya sudah mulai menyebar di seluruh kampung yang sangat tidak enak didengar. Orang-orang berpikir buruk tentang Aslan dan juga dirinya yang sering ketemu tanpa ikatan status apapun apalagi melihat kemiripan Aslan dan juga Arga semakin membuat para warga bertanya-tanya.


Aslan sangat marah dia mendekat ke arah Mira kemudian membekapnya erat lalu mencium bibirnya dengan paksa.


Mira berontak sambil memukul dada Aslan agar melepaskan ciumannya itu, tetapi Aslan tidak ingin menyayang kesempatan dia bahkan semakin memperdalam ciumannya.


" Le-pas-kan." Merah mencoba melepaskan dan mendorong tubuh Aslam tetapi tenaganya kalah hingga laki-laki itu kembali menciumnya dengan penuh nafsu.


" Kamu hanya milikku Mira Aku tidak akan membiarkan siapapun yang merebutmu dariku." Batin Aslan terus saja memperdalam ciumannya hingga menyapu bersih rongga di dalam mulut Mira.

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim, Mira!"


Aslan sontak langsung melepaskan ciumannya mendengar seseorang yang datang. Keduanya menoleh dan melihat ada beberapa warga yang datang.


Merah buru-buru mengusap bibirnya karena basah oleh kelakuan Aslan tadi. Dia sangat terkejut dengan kedatangan beberapa warga dan juga Pak RT ke rumahnya.


" P-Pak rt," kata Mira gugup. Apalagi melihat sorot mata para warga tak suka melihatnya.


" A-ada apa ya Pak RT dan Ibu, bapak datang ke rumah saya?" Tanya Mira dengan nada terbata. Dia merasakan hal yang buruk akan terjadi.


" B-begini apa ya maksudnya Bu?" Tanya Mira.


" Awalnya saya tidak percaya dengan omongan yang digosipkan oleh ibu-ibu warga sini tentang kamu. Tapi sekarang saya melihatnya secara langsung, saya benar-benar kecewa, jadi gosip itu bukanlah hoax. Tidak menyangka ternyata kamu wanita seperti itu!" Katanya dengan raut wajah kecewa, padahal seringkali yang membela tetapi setelah ia menyaksikan sendiri gosip buruk tentang merah pun akhirnya dirinya percaya.


" G-gosip?" Ulang Mira, wajahnya kini mulai pucat.

__ADS_1


" Gosip yang mengatakan bahwa kamu sering membawa laki-laki asing ke rumah dan melakukan hal yang tak senonoh." Pak rt yang menjawab, dia melirik arah Aslan.


" Ta-tapi saya tidak melakukan hal senonoh apapun Pak RT?" Bantah Mira.


" Tidak melakukan apapun, lantas apa yang kami lihat tadi?" Emboh salah satu warga menyahut.


Mira membatu, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mira kebingungan dan panik. Tiba-tiba Aslan merangkul pinggangnya, sontak membuat Mira terkejut dan sangat marah. Semua ini karena Aslan, lagi-lagi dirinya mendapatkan masalah karena laki-laki ini.


" Sebenarnya apa hubungan kalian berdua ini?" Tanya pak rt. Apalagi melihat Aslan yang bersikap santai.


" Saya minta maaf sebelumnya karena sudah tidak sopan masuk ke kampung ini tanpa izin." Aslan membuka suara dengan sopan.


" Saya Aslan, suami Mira!" Lanjutnya.


" Apa?" Mira menoleh, dia sangat terkejut dengan pengakuan Aslan. Dirinya akan semakin dapat masalah karena ucapan laki-laki ini. Mira mengepalkan tangannya.

__ADS_1


" Apa maksud dari perkataan Nak Aslan?" Tanya pak rt.


__ADS_2