Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 32


__ADS_3

Pagi-pagi sekali cuaca bahkan masih terasa dingin dan udara pun masih begitu segar. Harga sudah bersiap-siap hendak berangkat ke sekolah TK dengan gembira anak itu berlompat-lompat tak sabaran karena ingin berjumpa dengan kawan-kawannya di sana. Mira tersenyum melihatnya.


" Ayo bunda, nanti terlambat," katanya tak sabaran sambil menarik baju ibunya yang masih menyiapkan bekal makanan.


" Sabar sayang nggak bakalan terlambat kan masih jam 07.00 . Lagian bukan makanan kamu masih belum siap, Arga udah nggak sabar ya?" Merah berjongkok sambil mencolek hidung mungil tapi mancung anaknya itu.


" Arga rindu bermain bersama teman Bunda." Padahal baru saja libur 1 hari karena tanggal merah di hari Minggu tapi laki-laki lucu dan ganteng ini sudah sangat merindukan teman bermainnya di sekolah. Mira geleng-geleng kepala lalu ia mencium gemes seluruh wajah.


" Tunggu sebentar ya five minutes," ucapnya sambil mengangkat oleh pacarnya.


" Baiklah," cicitnya mengalah kemudian dia berjalan ke depan agar tak terasa bosan saat menunggu.


Suara motor terdengar kemudian berhenti tepat di depan rumah merah harga langsung tersenyum lebar melihat siapa kedatangannya.


" Pagi Boy, mau berangkat sekolah ya?" Tanyanya sambil mau ngeles kepala Arga.


" Em, Tapi Bunda lama banget. Arga takut telat nih Om," ucapnya membuat laki-laki itu tertawa kecil.


" Mau Om anterin?" Tawarnya.


" Beneran?" Tanyanya dengan mata binar. Laki-laki itu pun mengangguk.


" Hore ... Bunda Arga berangkat sekolahnya sama Om Adam aja ya Om Adam mau anterin Arga ke sekolah," celotehnya mengadu kepada Mira.

__ADS_1


" Benarkah?" Arga mengangguk dengan cepat.


Mira tersenyum kemudian dia berjongkok sambil memasukkan kotak bekal makanan yang sudah siap lalu dia masukkan ke dalam tasnya Arga.


" Baiklah tapi berjanji untuk tidak nakal di sekolah dan jadi anak yang baik, juga menurut semua apa kata ibu guru." Sambil merapihkan baju anaknya.


" Janji." Arga mengacungkan kelingking. Setelah jari kelingking saling menyatu kemudian Mira mengantar Arga ke depan.


" Tolong ya Om Adam!" Mira meminta bantuan kepada Adam untuk mengantar harga ke sekolah lantaran dirinya sangat sibuk sekali pagi ini.


" Tidak masalah lagi pula aku senang kok," ucapnya tulus.


" Let's go boy kita ke sekolah." Ada mau minta harga untuk naik motornya di bagian depan.


" Waalaikumsalam, hati-hati ya sayang." Kemudian Arga menaiki motor.


" Terima kasih ya Mas, hati-hati di jalan ya." Sebenarnya tidak enak sekali meminta bantuan kepada Adam tetapi tidak ada orang lain yang bisa diminta tolongin selain Adam.


" Tidak masalah. Dadah Bunda ..."


" Dah Bunda!" Arga melambaikan tangan kemudian Adam menjalankan motornya menuju ke sekolahan harga yang tak jauh dari kampung itu.


Setelah motor sudah menghilang dari pandangannya Mira membereskan mainan Adam di teras rumah yang berserakan. Dan tak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti tepat di halaman rumahnya. Mira menghela nafasnya malas karena sudah mengetahui mobil siapa itu.

__ADS_1


" Mau apa lagi dia ke sini?" Gumamnya kemudian dia pun mengacuhkan mobil hitam yang mewah itu dengan membereskan mainan harga dan disusun ke dalam kotak.


" Mira di mana Arga? Aku datang ke sini untuk mengantarnya ke sekolah." Siapa lagi kalau bukan Aslan dia datang pagi-pagi sekali karena ingin mengantar anaknya ke sekolahan.


" Dia sudah berangkat bersama Adam ke sekolah, Jadi anda tidak perlu repot-repot untuk pagi-pagi datang ke sini," jawab ketus Mira.


" Apa! Kenapa kamu membiarkan Arga pergi bersama orang lain. Bagaimana kalau terjadi sesuatu?" Marah Aslan.


" Tidak akan terjadi sesuatu, Adam sudah sering mengantar Arga ke sekolah."


" Mulai sekarang, Arga dilarang pergi bersama Adam lagi!" Tegasnya.


" Apa hakmu melarang Arga pergi bersama Adam!" Bentak Mira tak suka.


" Karena Arga adalah anakku dan hanya aku yang berhak mengantar Arga kemanapun dia inginkan, bahkan termasuk ke sekolah mengerti kamu!"


Mira menganga tak percaya, laki-laki yang mengaku sebagai ayah dari anaknya yang tak tahu menahu saat Arga masih dalam kandungan, bahkan saat Arga dilahirkan hingga besar sampai sekarang ini. Jadi mengapa baru sekarang laki-laki itu mengaku dirinya sebagai ayah ke mana selama ini? Tentu Mira tidak suka.


" Dan Adam bisa menjadi ayahnya!" Sahut Mira asal bicara.


Hawa yang dingin tiba-tiba menjadi panas, wajah tampan Mbak Yunani itu kini memerah mendengar perkataan Mira jika Adam bisa menjadi ayah dari anaknya ubun-ubunnya pun langsung mendidih.


" Apa kau berniat untuk menikah dengannya?"

__ADS_1


__ADS_2