
Aslan begitu putus asa lantaran wanita yang ia cari tidak kunjung dapat ia temukan dia tidak tahu di mana keberadaan Mira sekarang ibukota bahkan hampir seluruh Indonesia di kota-kota besar Aslan dan juga orang-orangnya mencari namun tetap saja keberadaan Mira belum ia temukan wanita itu benar-benar sudah menghilang bagaikan ditelan bumi.
" Ke mana lagi aku harus mencarimu, Mira, mau sampai kapan kamu mau bersembunyi dengan dariku?" Lirihnya sambil memijit pelipis kepalanya terasa nyut-nyutan perantara yang hanya ada di pikirannya yaitu Mira Mira Mira dan baru anaknya.
Alasan menjadi semakin dingin dia selalu saja marah-marah tanpa alasan yang jelas lantaran apa yang ia cari belum ditemukan hingga membuat seluruh karyawan di perusahaan itu ketakutan jika Aslan sudah mengeluarkan tanduk.
" Apa yang kau kerjakan, pekerjaan mudah seperti ini kau tidak becus. Lantas untuk apa aku mempekerjakan kamu di sini?" Ujarnya marah-marah saat membaca dokumen yang diserahkan oleh sekretarisnya hingga membuat tubuh wanita itu gemetar ketakutan padahal dia sudah sangat berusaha sekali semaksimal mungkin untuk mengerjakan tugasnya.
Aslan menjadi sangat sensitif sekali apapun yang mereka kerjakan semuanya salah di matanya Islam stres lantaran separuh belahan jiwanya hilang bahkan orang-orang suruhannya menjadi amukan lantaran tidak becus hanya mencari satu orang wanita saja.
" Aku merindukanmu Mira. Aku benar-benar merindukanmu, di mana kamu sekarang. Bagaimana dengan kabarmu dan juga kabar anak kita," ucapnya putus asa. Dia memandang foto Mira saat dulu ya ambil diam-diam pas wanita itu tengah tertidur lelap.
Wajah yang terlihat polos saat sedang tertidur cantik yang begitu alami hingga membuatnya tergila-gila. Dan ditambah lagi Hasan seakan menjadi candu dengan tubuh wanita itu asli sangat merindukan sentuhan manjanya nafasnya suaranya bahkan seluruh tubuhnya karena Aslan sudah menaruh hati pada wanita itu.
" Sudah 3 tahun kau menghilang Mira Apa kau masih belum bosan terus bersembunyi?"
Ya tepatnya hari ini sudah 3 tahun dari kepergian Mira. Aslan masih belum menemukan keberadaan wanita itu di manapun padahal dia sudah terus mencari kesepanjuru Indonesia ini namun Entah di mana Mira dan anaknya bersembunyi Apa Mungkin di pelosok desa hingga pencariannya tidak ketemu lantaran selalu mencari di kota-kota saja.
Kemudian Aslan mengambil handphonenya dia menghubungi orang-orang suruhannya tersebut.
" Coba kalian cari di pelosok-pelosok desa barangkali Mira bersembunyi di sana," ucap Aslan. Dia tidak ingin mendengar kabar dari bawahannya jika wanita itu tidak ada bagaimanapun caranya dan sampai kapanpun dia harus tetap mencari keberadaan Mira dan juga anaknya tidak peduli dalam keadaan hidup maupun mati.
" Kamu masih mencari keberadaannya?" Ujar Farhan yang mendengar saat Aslan sedang menelpon tadi.
Dia masuk begitu saja ke ruangan Aslan tanpa mengetuk karena sudah terbiasa jadi tidak perlu formal lagi lantaran mereka sudah sangat dekat.
__ADS_1
" Tentu saja aku harus menemukan keberadaannya," jawab Aslan.
" Tapi ini sudah 3 tahun Aslan Apa kau yakin dia masih hidup?" Ucap Farhan lantaran sudah 3 tahun sahabatnya itu terus mencari keberadaan wanita itu namun tidak menemukan di manapun keberadaannya jadi dia berpikir jika wanita itu mungkin saja sudah tidak bernyawa lagi di dunia ini hingga dicari sampai ke lubang semut sekalipun tidak akan ketemu batang hidungnya.
" Jaga ucapanmu Farhan!" Aston langsung emosi dia menarik kerah baju sahabatnya lantaran tidak suka dengan ucapan Farhan yang mengatakan jika Mira mungkin tidak lagi hidup di dunia ini.
" Aku hanya menebak kenapa kamu begitu marah?" Ujarnya berusaha melepaskan cengkraman tangan asal dari bajunya. Aslan pun langsung melepaskan tangannya kemudian dia kembali duduk dan Farhan merapikan kembali kerah bajunya yang nampak kusut akibat perbuatan sahabatnya itu.
" Aku yakin dia dan anakku masih hidup hanya saja dia bersembunyi begitu jauh sehingga aku tidak bisa menemukan keberadaannya," kata Aslan begitu sangat yakin sekali.
" Ya semoga saja dia segera ditemukan karena aku kasihan melihat wajahmu itu yang selalu kusut seperti tak terurus lagi, karena selalu sibuk mencari keberadaannya," jawab Farhan. Namun Aslan mengabaikannya begitu saja.
" Lantas bagaimana dengan Monica, Apa kau sama sekali tidak memperdulikan dia dia bagaimanapun juga dia kan adalah istrimu?" Tanya Farhan karena Aslan sibuk mencari keberadaan Mira sementara Monica diabaikan padahalkan sudah jelas jika Monica adalah istri sahnya. Tentu dia merasa sangat kasihan dengan wanita satu itu walaupun sudah tahu perilakunya seperti apa.
Sebenarnya Aslan sudah mengajukan pilihan kepada Monica jika mereka bercerai maka mau nikah akan mendapatkan 30% dari saham perusahaannya tetapi wanita itu menolak dia tidak ingin bercerai darinya Dan malah mau mempertahankan pernikahan yang tidak sehat lagi ini padahal sudah sangat jelas sekali Jika wanita itu selalu berselingkuh dengan banyak pria dan dirinya juga tidak pernah lagi menyentuh Monica sejak saat itu dan itu adalah yang pertama dan yang terakhir kalinya.
Entah apa sebenarnya yang diharapkan oleh wanita itu jika mengharapkan cinta tentu saja dia tidak akan bisa memberikannya karena cintanya cuman hanya untuk Mira saja sementara harta kekayaan sudah pasti menikah tidak mendapatkannya lantaran wanita itu tidak memiliki keturunan darinya namun Aslan tidak peduli untuk apa wanita itu mempertahankan pernikahan ini asal dia tidak mengganggu dirinya dan juga Mira. Aslan akan membiarkannya.
Sementara itu di tempat yang jauh di sebuah pelosok desa tempat yang sunyi hanya beberapa rumah saja yang tinggal di sana. Tempatnya begitu dingin cuacanya sejuk dan cukup lumayan sunyi karena jauh dari keramaian.
" Arga, gak boleh!" Kata seorang wanita berbicara sangat tegas sekali kepada balita berusia 3 tahun tersebut.
" Mau es krim," ucapnya dengan wajah melas ini kesekian kalinya balita tampan tersebut meminta es krim kepada sang ibu.
" Tidak boleh, sehari cukup satu saja. Tidak boleh lebih," tegasnya lagi tanpa belah kasihan tegasnya lagi tanpa belas kasihan.
__ADS_1
Dia tidak ingin menuruti apa kehendak anaknya sehingga jika dirinya sudah berkata tidak maka anaknya tidak akan bisa mendapatkan apapun karena inilah cara wanita itu mendidik anaknya dengan keras karena semua ini demi kebaikan anaknya nanti walaupun sebenarnya kata orang semua ini demi anak tidak mau membuat anak menangis lantaran sangat sayang kepada anak tetapi prinsip wanita itu berbeda dia memang sayang anak sayang sekali namun bukan berarti dia harus menuruti semua apapun yang anaknya inginkan.
" Jadi kapan Arga boleh makan es krim lagi?" Tanyanya dengan nada yang cadel karena anak segitu memang belum terlalu jelas saat mengucapkan kata-kata.
" Besok siang baru boleh lagi, dan sekarang masuk terus mandi habis itu tidur," perintahnya tegas hingga membuat anak kecil itu menurut pasrah dengan wajah yang ditekuk lantaran tidak boleh lagi makan ice cream, karena jatahnya memang hanya diberi satu kali dalam sehari lantaran perutnya tidak terlalu kuat menahan rasa manis buatan hingga membuatnya akan sakit perut setelah makan es krim terlalu berlebihan.
" Baiklah." Kemudian dia berlari masuk dan pergi menuju kamar mandi.
" Arga mau mandi ya, sini nenek mandikan." Senyuman itu kembali ceria Karena nenek yang selalu diam-diam memanjakannya itu mau memandikan dirinya.
" Nek harga boleh nggak makan es krim lagi?" Ujarnya membujuk sama Nenek dengan nada cadelnya membuat neneknya itu gemes sendiri.
" Kan kata Bunda nggak boleh sayang kalau ketahuan yang ada besok kamu nggak dapat jatah lagi loh," ucapkan mengingatkan.
Arga pun kembali memanyunkan bibirnya. Biasanya neneknya itu diam-diam mau menuruti keinginannya tetapi kali ini malah sama seperti ibunya.
" Nggak boleh cemberut nanti gantengnya ilang loh emang Arga mau jadi jelek," ucapkan nenek sambil menggosok-gosok tubuh cucunya.
" Nenek sama aja seperti Bunda, pelit." Dia merajuk.
Anak itu ternyata adalah anaknya merah yang sudah tumbuh besar dengan keadaan sehat walafiat merah begitu tulus merawatnya menyayanginya bahkan mendidiknya hingga menjadi seperti sekarang ini walaupun terkadang anaknya itu bertingkah layaknya seperti anak kecil pada umumnya yang selalu meminta-minta padahal sudah diberi jatah namun masih saja merasa kurang.
Mira tersenyum mendengar anaknya yang ternyata minta kepada neneknya walaupun tidak tega melihat wajahnya yang terlihat nampak murung lantaran tidak diberikan es krim lagi namun Mira tetap dengan tegas harus berkata tidak karena ini semua demi kebaikannya juga.
Arga Saputra Pratama dia lahir dengan selamat hingga menjadi anak yang tampan rupawannya tak jauh berbeda dengan Aslan keduanya sama-sama mirip sekali bagaikan pinang dibelah dua.
__ADS_1