Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 30


__ADS_3

Sebenarnya saat Adam sampai di pemakaman dia sudah memperhatikan laki-laki yang sok dekat dengan Mira. Tetapi dia malas untuk bertanya apalagi keadaan sedang berduka seperti ini, akan sangat tidak sopan sekali rasanya sehingga Adam pun memilih untuk mengacuhkan saja walaupun sebenarnya dia menyadari tatapan tajam dari laki-laki itu.


" Apa mungkin dia adalah ayahnya Arga?" Tebak Adam. Soalnya Arga terlihat mirip sekali dengannya.


" Siapa laki-laki itu, Mir?" Tanyanya, pas sekali waktunya.


" Bukan siapa-siapa, yaudah yuk pulang." Toh sekarang memang bukan siapa-siapa lagi baginya, sudah lama dia memutuskan hubungan dan yang paling penting Mira tidak ingin lagi berurusan dengan mantan majikannya lagi.


Adam tidak lagi bertanya, dia menyalahkan motornya lalu menjalankannya. Sepertinya Mira tidak ingin menceritakannya dan berurusan lagi dengannya, jadi Adam tidak punya hak untuk memaksa. Lagipula itu malah bagus, Adam memiliki kesempatan untuk bisa mengambil hati Mira.


" Pegangan, Mira. Aku gak mau kamu sampai jatuh," katanya. Mira hanya berpegangan di pundaknya saja.


Aslan kembali mengepalkan tangannya melihat Mira menaiki motor laki-laki itu. Dia harus bertindak cepat, sepertinya laki-laki itu memiliki rencana lain untuk mengambil Mira darinya.

__ADS_1


" Ayo Jo kita susul mereka." Dengan langkah cepat Aslan bergegas ke mobilnya untuk menyusul mereka.


" Tuan, ingat jangan gegabah," nasehat Tejo mengingatkan. Dia tahu apa yang ingin tuannya itu lakukan.


" Tapi laki-laki itu sudah keterlaluan, dia mencuri Mira dariku, Jo. Jika tidak bergerak cepat aku bisa kehilangannya lagi!" Dengus Aslan tak sabaran, ingin rasanya mengurung Mira agar wanita itu hanya menjadi miliknya.


Satu bulan setelah kejadian itu, Mira sudah kembali seperti biasa. Dia sudah kembali berjualan di warung makan kecil nya itu sambil merawat Arga. Memang agak lebih sulit namun dia tidak mengeluh, dan untunglah Arga anak yang pintar, dia tidak mengganggu saat banyak pengunjung datang di warungnya itu.


" Bunda, om itu datang lagi," kata Arga, dia masih belum mengetahui Aslan sebenarnya.


" Biarkans aja, nanti kalau bosan dia pergi sendiri," jawab Mira sambil membasuh piring.


Sebenarnya banyak yang bertanya siapa Aslan bagi Mira karena laki-laki itu berpenampilan sangat mencolok sekali.

__ADS_1


" Apa laki-laki itu kekasihmu Mira?" Tanya salah satu yang makan disana memperhatikan Aslan yang sering datang sambil membawakan mainan atau makanan untuk Arga.


" Bukan, ya mantan majikan saya jadi dia datang hanya ingin bermain bersama Arga. Mungkin karena kasihan," jawab Mira.


" Baik banget berarti majikan kamu dulu ya. Tapi kayaknya dia suka deh sama kamu," katanya.


" Ah Mbak bisa aja, mana mungkin Mbak. Dia itu orang kaya, sedangkan saya orang yang gak punya. Kamu itu bagaikan langit dan bumi Jadi tidak mungkin bisa untuk bersama." Mm ira duduk di samping wanita yang bertanya itu kemudian menatap Aslan yang sedang bermain dengan Arga.


" Iya juga ya ... Tapi kalau diperhatiin ya, mereka itu mirip banget loh mbak."


Deg ... Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya, semakin lama kemiripan mereka semakin terlihat. Terkadang Mira berpikir apa mungkin bisa menyembunyikan siapa ayah Arga sebenarnya dari orang-orang kampung di sekitar sini.


" Kayak ayah dan anak, bener gak sih? Atau cuma perasaan saya saja ya," lanjutnya terus memperhatikan Aslan dan Arga yang sedang bermain. Mira hanya tersenyum kecut saja.

__ADS_1


__ADS_2