Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 27


__ADS_3

Karena larut dalam kesedihan, Mira baru sadar jika Aslan sedari tadi ada disini. Kedua mata Mira terbelalak lebar, dia langsung mendorong tubuh Aslan lalu menatapnya.


" Pak Aslan kok bisa ada disini?"


Mira terkejut saat mendapati mantan majikannya lah yang sedari tadi memeluk dirinya. Bahkan samar-samar Mira juga mendengar kata maaf keluar dari mulutnya.


Aslan tersenyum lebar lalu dia kembali memeluk erat wanita yang selama ini dia cari. Sudah ketemu tidak mungkin kehilangan untuk kedua kalinya.


" Iya, sekarang aku sudah disini jadi kamu jangan khawatir lagi."


Mira berusaha lepas, dia sudah tidak ingin lagi berurusan apapun dengan mantan majikannya itu.


" Tolong lepaskan saya, Pak!" Pintanya.


" Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu lagi Mira. Sudah cukup aku kehilanganmu selama lima tahun. Dan kali ini jangan harap kamu bisa pergi lagi dariku." Sorot matanya begitu serius, Aslan tidak akan membiarkan Mira pergi lagi dari hidupnya.

__ADS_1


" Tolong jangan seperti ini, Pak. Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi," tegasnya. Mira mendorong tubuh kekar itu sekuat tenaga.


" Bagiamana mungkin kita tidak memiliki hubungan? Sementara anak kita sudah sebesar itu." Aslan menunjuk arah Arga.


" Dia anakku, jangan pernah kau menyentuhnya apalagi mengambilnya!" Langsung marah seketika, Mira bergegas memeluk erat Arga. Dia takut jika Aslan akan mengambil anaknya itu.


Aslan mendekat, dia dapat melihat wajah ketakutan Mira saat ini. Aslan sangat menyesal, sudah berapa banyak penderitaan yang di alaminya.


" Mira ..." Aslan perlahan menyentuh bahunya.


" Bohong! Apa sebenarnya yang anda rencanakan?" Tatapan matanya sangat tajam memandang Aslan, tentu saja tidak akan mudah percaya begitu saja.


" Aku tidak berbohong Mira, tolong percayalah." Dengan raut wajah yang sedih, Aslan meyakinkan sekali lagi.


" Untuk apa saya harus percaya dengan anda! Sedangkan dulu saya sangat membutuhkan anda, anda ada dimana? Kenapa baru sekarang anda datang?" Teriaknya marah.

__ADS_1


" Aku tidak tahu saat Monica mengusir kamu dari rumah, Mira. Setelah aku tahu, aku langsung mencari keberadaan kamu saat itu juga. Aku sudah mencarimu kemana-mana, bahkan sampai-sampai bawahku ku pecat karena tidak becus mencari keberadaan mu. Sedetik pun aku tidak luput mencari informasi tentang keberadaan mu, sampai sekarang ini."


Aslan bahkan sampai berlutut agar Mira benar-benar yakin dan percaya jika dirinya serius ingin menjemput mereka dan hidup bersama selamanya.


" Untuk apa? Untuk apa anda mencari saya. Sementara anda tidak menyukai saya, dan anda bahkan sudah memiliki istri!" Tekan Mira mengingat fakta.


Mau dikemanakan istri pertamanya jika dirinya tinggal bersama dengan Aslan yang sangat jelas sstusnya masih suami orang. Tentu dia tidak mau menjadi pelakor.


" Aku menyukaimu, Mira. Tidak, lebih tepatnya aku mencintaimu. Soal Monica, tidak usah pedulikan dia. Aku juga sudah tidak peduli," sahut Aslan, dia meraih tangan Mira.


" Apa anda sudah gila! Bagiamana bisa anda berkata seenaknya seperti itu? Sstus kalian itu masih sah di mata agama dan negara, apa anda sengaja ingin membuat saya semakin di benci?" Mira menghempaskan tangan Aslan.


" Tidak, bukan seperti itu. Kamu kan tahu kalau hubungan ku dengannya tidak baik. Aku tidak mencintainya, begitupun juga dengannya, karena Monica hanya menginginkan harta ku saja sebab itulah dia mau mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat ini!"


Aslan masih mempertahankan Monica lantaran atas permintaannya sebagai ganti dirinya menikah lagi. Aslan tidak memiliki pilihan lain, walaupun sudah mengetahui perselingkuhannya tetapi dia masih saja tidak bisa menceraikan nya karena harus ada persetujuan dahulu dari kakeknya. Anggota tertua di keluarganya.

__ADS_1


" Jadi, apa anda akan melakukan yang sama jika saya menginginkan hal yang serupa seperti Monika?"


__ADS_2