Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 35


__ADS_3

" Apa anda sudah gila, hah!" Emosi Mira setelah Pak RT dan para warga sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.


" Tidak, kalau aku gila tidak mungkin berada di sini, tentu di rumah sakit jiwa," candanya.


" Saya serius pak Aslan. Berhentilah bermain-main seperti anak-anak!" Tegasnya kesal.


Aslan yang tadinya berdiri di samping Mira kini dia menghadap ke arah wanita itu kemudian menggenggam tangannya.


" Aku serius Mira ingin menikah denganmu. Aku sudah mencintaimu sejak lama, jadi aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku." Ekspresinya begitu sangat serius, Mira dapat melihat kejujuran dari sorot matanya.


" Dari mana anda mendapatkan surat nikah palsu itu dan sejak kapan anda sudah menyiapkannya?" Tanya Mira, yang mengganti topik lantaran tidak bisa menjawab ungkapan cinta serius dari Aslan.


" Aku tahu ini bakalan terjadi maka dari itu aku meminta Tejo untuk menyiapkan semuanya kalau kalau diperlukan," jawabnya.

__ADS_1


Mira mengangguk lalu dia berpura-pura menyibukkan diri dengan merapikan seluruh isi rumah karena harus menghindar kalau-kalau Aslan kembali mengajaknya menikah. Toh tanpa diajak sekalipun mereka akan tetap menikah karena Pak RT sudah menyetujui usul dari Astra dan akan terjadi dalam waktu dekat ini.


Aslan yang mengerti Mira yang sedang menghindar darinya dia tidak lagi mengatakan apapun. Aslan duduk di ruang tamu sambil menunggu anaknya pulang dari sekolah.


Tak lama kemudian suara motor terdengar dari luar rumah keluar untuk menyambut kedatangan anaknya dan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada Adam.


" Selamat datang di rumah sayang," ucapnya menyambut kedatangan Arga yang baru saja turun dari motor.


" Om Aslan." Arga tersenyum lebar kemudian dia berlari dan langsung memeluk ayahnya tersebut yang masih belum dia ketahui. Tetapi mereka begitu sangat dekat mungkin inilah yang dinamakan ikatan antara ayah dan anak.


" Emmm, Arga mendapatkan bintang 5 hari ini. Hebat kan?" Kisahnya.


" Pintar sekali anak Papah, coba kasih tau Bunda." Aslan keceplosan menyebut dirinya adalah papa tapi sayangnya harga terlalu bersemangat menunjukkan bukunya hingga tidak menyadari ucapan dari Aslan.

__ADS_1


" Bunda, Bunda." Kemudian Arga langsung masuk ke dalam untuk mencari bundanya.


Aslan yang tadinya berjongkok ini dia berdiri kemudian menatap Adam yang dari tadi hanya memperhatikan lalu dia mendekati laki-laki itu


" Terima kasih karena sudah meluangkan waktumu untuk meantar jemput anakku," kata Aslan.


Adam tidak lagi terkejut mendengar bahwa Arga adalah anak asran karena dirinya sudah diberitahu oleh Mira walaupun wanita itu tidak menceritakan kisahnya hanya mengatakan saja bahwa ayah kandung Arga adalah Aslan.


" Tidak masalah lagi pula tokoku lagi sepi jadi aku bisa meluangkan waktu untuknya," jawab Adam. Dia adalah pemilik toko sembako tak jauh dari warung makan Mira.


" Lagi sepi seharusnya kau memikirkan bagaimana cara menarik pelanggan supaya tokomu menjadi ramai bukan malah sibuk mengurusi anak orang," sindirnya. Dan Adam hanya tersenyum saja menanggapinya.


" Oh ya dua minggu lagi pernikahan kami akan digelar. Aku harap kau datang ya, aku mengundangmu secara spesial Karena Kau adalah orang yang pertama," ucapnya sambil menepuk bahu Adam.

__ADS_1


" Pernikahan?" Ulang Adam.


" Ya, pernikahanku dengan Mira." Senyum licik terukir di mulutnya Aslan sengaja mengatakan itu agar Adam tahu diri dan segera menyerah untuk mendapatkan hati Mira karena sesungguhnya wanita itu sedari awal adalah miliknya.


__ADS_2