Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 16


__ADS_3

" Apa maksud kamu?" Aslan benar-benar tidak mengerti.


" Hari ini Bu Fatimah sudah keluar dari rumah sakit tadi siang Mirah yang membawanya pergi katanya dia sudah meminta izin sama lu," jelas dokter Rizal.


Dokter Rizal menceritakan jika hari ini Mira sudah membawa pergi Ibu Fatimah lantaran memang keadaan beliau sudah cukup baik dan dinyatakan sudah boleh pulang dan bisa dirawat di rumah saja. Namun karena atas permintaan Aslan yang tidak memperbolehkan Bu Fatimah dibawa pulang sehingga harus tetap rumah sakit hingga benar-benar kesehatannya pulih seperti sedia kala.


" Tidak, aku tidak pernah memberikan izin Bu Fatimah keluar dari rumah sakit sampai benar-benar dia pulih seperti sedia kala. kenapa kau tidak menghubungiku saat Mira membawa ibunya keluar dari rumah sakit?" Kata Aslan. 


Sebenarnya dia bukan ingin menahan Bu Fatimah berlama-lama berada di rumah sakit hanya saja dirinya tidak ingin membuat Mira khawatir dan terlebih lagi jika Bu Fatimah dinyatakan sudah boleh pulang otomatis wanita itu sudah tidak akan mau lagi menjadi partner ranjang dirinya Karena sudah tidak membutuhkan uang tentunya.


" Aku minta maaf karena aku pikir kamu sibuk jadi belum sempat mengabari aku jadi aku percaya saja apa yang diucapkan oleh anaknya coba kamu tanyakan langsung kepada Mira," ujar dokter Rizal karena nyatanya memang dirinya tidak tahu menahu dia hanya menurut permintaan Mira yang memohon kepadanya dan meyakinkan jika Aslan sudah memberikan izin.


Aslan mematikan sambungan telepon kemudian dia bergegas pulang dan meninggalkan pekerjaannya yang sebenarnya masih belum selesai. Aslan ingin mengetahui dan atas dasar apa Mira mengeluarkan ibunya dari rumah sakit padahal selama ini wanita itu tidak pernah membahas kapan ibunya di perolehkan pulang. Apa ada sesuatu hingga membuat wanita itu terpaksa harus mengeluarkan ibunya dari rumah sakit atau jangan-jangan Monica yang memintanya. Dengan kecepatan Aslan mengendarai mobilnya agar segera sampai di rumah karena kebenaran saat itu masih belum jam kerja sehingga mobil di jalanan tidak terlalu macet.


Sesampai Aslan di rumahnya dia langsung buru-buru mencari Mira.


" Mira … Mira," teriaknya memanggil Mira Aslan berpikir jika hari ini mau nikah tidak akan ada di rumah jadi dia dengan lantang memanggil nama wanita itu.


" Tuan anda sudah pulang," ucap Dila yang mendengar suara teriakan dari majikannya dia segera langsung menghampiri.


" Di mana Mira?" Tanya Aslan dengan nada dingin dia masih tidak menyukai wanita ini terlebih lagi kejadian waktu itu yang membuatnya sangat marah sekali.


" Katakan di mana Mira!" Bentak Aslan lantaran bila tidak menjawab. 


" Mira sudah keluar dari rumah ini Tuan, dia diusir oleh nyonya," jawab gila pada akhirnya dia benar-benar tidak suka lantaran tuannya itu hanya miras yang ditanyakan padahal jelas-jelas dirinya ada di depan mata dan dia sudah berdandan cukup cantik hari ini namun lagi-lagi Aslan tidak meliriknya.


" Apa maksud kamu?" Tanya Aslan auranya begitu sangat marah tatapan matanya tajam dan rahangnya mengeras bila menelan ludahnya lantaran baru pertama kali melihat asrama begitu sangat marah.

__ADS_1


" S-saya tidak tahu, Nyonya nyonya yang mengusirnya Tuan." Bila tidak berani mengatakan yang sebenarnya biarlah mau nikah saja yang menjawab dari pertanyaan Aslan dia tidak ingin kena batunya.


Ternyata mau nikah ada di rumah Aslan pun bergegas berlari menaiki anak tangga karena yakin saat ini mau nikah berada di dalam kamar. 


Braaak … Aslan mendobrak pintu ternyata dia melihat pemandangan yang sangat menjijikkan. Monica saat ini tengah melakukan sesuatu yang agak sedikit aneh. Dia tengah melakukan permainan untuk dirinya sendiri dengan menggunakan alat-alat yang bisa membuat dirinya menikmati seperti sedang melakukan hubungan suami istri. 


Menikah terkejut cepat-cepat dia mencabut benda di dalam tubuhnya di bagian bawah dan bergegas dia menutup tubuhnya lantaran malu karena kepergok oleh suami sedang melakukan men***si seorang diri dengan di""o yang dia beli dan dia simpan rapat-rapat untuk memuaskan hasratnya.


" Aslan, kenapa kamu sudah pulang?" Tanyanya gelagapan kemudian dia mau masuk-masukkan benda-benda tersebut yang cukup lumayan banyak mainannya ke dalam kardus.


Asal menatapnya jijik dia benar-benar geli melihat istrinya yang seperti ini. Dan dia juga melihat Sprite tempat tidurnya basah lengket penuh cairan yang pasti keluar dari tubuh istrinya tersebut.


" Kenapa kamu ngusir Mira?" Aslan langsung bertanya kepada intinya dia malas untuk menanyakan istrinya itu sedang melakukan apa toh tanpa ditanya dia pun juga sudah mengetahuinya.


" Jadi, kamu pulang cepat belum saatnya jam kerja lantaran hanya ingin menanyakan mengapa aku mengusir Mira?" Sungguh lucu sekali suaminya itu malah menanyakan wanita lain bahkan kepada dirinya. 


" Cepat jawab mengapa kamu mengusir Mira dari rumah ini tanpa izin dariku!" Bentak Aslan dia hanya ingin mendengar alasan mengapa istrinya itu mengusir Mira.


Mira terkejut kenapa Aslan begitu berminat sekali mengetahui tentang wanita itu yang tadinya dia duduk sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut kemudian kini dia berdiri tepat di hadapan suaminya.


" Aku Nyonya di rumah ini dan aku berhak mengusir mereka karena semua urusan rumah aku yang mengatur," ucap Monica.


" Atas dasar apa kamu mengusirnya apa dia melakukan sesuatu yang salah?" Aslan terus bertanya pada intinya dia ingin mengetahui alasan apa mau nikah sampai berani mengusir Mira. Dia menatap tajam istrinya tersebut.


" Karena dia hamil, dia berzina di rumah kita. Aku bahkan tidak tahu anak siapa yang dia kandung itu. Wajar dong aku mengusirnya, mana mungkin aku mau menampung wanita hamil yang tidak jelas asal usulnya itu, bahkan sangat berani sekali dia melakukan zinah di rumah ini." 


Monica pada akhirnya mengatakan alasan dirinya mengusir Mira.

__ADS_1


" Apa, hamil?" Sontak Aslan sangat terkejut sekali dirinya tidak mengetahui jika Mira hamil. Dan pasti anak itu adalah miliknya.


Akan tetapi mengapa wanita itu tidak mengatakan apapun kepada dirinya harusnya Mira langsung mengatakan tentang kehamilannya sehingga dirinya bisa membawa Mira pergi untuk pindah ke apartemennya bukan malah ketahuan seperti ini hingga membuat wanita itu pergi dari rumah. 


Sebenarnya Aslan tidak peduli jika Monika mengetahui perselingkuhannya keduanya tidak saling menyukai dan tidak ada cinta dalam pernikahan ini namun asuran hanya malas saja berurusan dengan Monica dan keluarganya nanti.


" Kenapa kamu begitu kaget, dia hanya pembantu loh untuk apa kamu terlalu memikirkan dia?" Curiga Monica melihat ke terkejutnya suaminya itu.


Aslan tidak menjawab kemudian dia mengambil handphone untuk menelpon seseorang.


" Halo cepat cari keberadaan Mira sekarang dalam waktu 24 jam kau harus sudah menemukan di mana keberadaannya," ucap Aslan begitu sangat tegas menelpon orang suruhannya untuk menemukan di mana keberadaan Mira saat ini karena Aslan tidak tahu wanita itu pergi ke mana sementara tempat tinggal Mira sudah tidak ada lagi.


Monica begitu sangat terkejut untuk apa Aslan repot-repot mencari keberadaan Mira wanita itu hanyalah wanita rendahan dan hanya seorang pembantu kenapa harus sampai melakukan pencarian seperti ini apa istimewanya dia? 


" Apa-apaan kamu Aslan kenapa kamu repot-repot untuk mencari wanita murahan itu dia hanya pembantu Aslan pembantu!" Ucap Monica dia tidak mengerti dan tidak mengetahui Apa hubungan antara suaminya dan juga pembantunya itu.


" Bukan urusanmu," jawab Aslan kemudian dia hendak keluar dari kamar, namun Monica langsung mencegahnya dengan menghalangi pintu dengan tubuhnya.


" Katakan apa istimewanya pembantu itu sampai-sampai kamu repot-repot untuk mencari nya. Apa kalian memiliki hubungan?" Monica mulai curiga tidak mungkin rasanya jika hubungan suaminya dengan Mira hanya sebatas pembantu dan majikan saja. Pasti ada hubungan spesial di antara keduanya tentu mau nikah harus mengetahuinya.


" Jawab Aslan apa hubunganmu dengan Mira pembantu murahan itu jika tidak ada apa-apa untuk apa kamu dapat repot sampai mencarinya pulang cepat, dan menanyakan keberadaannya." Monica kembali bertanya.


" Atau jangan-jangan anak yang dia kandung adalah anak kamu!" Monica asal menebak saja lantaran dirinya masih belum mendapatkan jawaban dari Aslan laki-laki itu hanya mengabaikan dirinya saja.


" Benar, anak yang dikandung Mira adalah anakku, darah dagingku. Maka dari itu aku harus segera menemukan dia, puas kau sekarang." 


Monika menganga dengan mata terbelalak kaget sungguh benar-benar suatu hal yang mengejutkan ternyata anak yang dikandung oleh Mira adalah anak suaminya sendiri jadi selama ini mereka memiliki hubungan pantas saja Aslan begitu khawatir saat Mirah sakit dan dirinya beberapa kali memergoki Aslan yang keluar masuk dari kamar kosong, berarti selama ini mereka berhubungan di situ. Monica menjambak rambutnya, suaminya berselingkuh terang-terangan di rumahnya sendiri dan lebih parahnya lagi dengan pembantunya. Kemudian dia menatap suaminya.

__ADS_1


" Jadi kau berselingkuh dengan seorang pembantu selama ini?" Ucapnya dengan nada meremeh.


__ADS_2