Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 40


__ADS_3

" Aslan, kamu ngapain malah duduk? Aku di diculik loh," katanya saat melihat suaminya duduk santai sambil menyilakan kakinya seakan bos di antara para penculikan ini.


" Bawa dia ke hadapanku!" Perintah Aslan datar.


" Baik tuan." Salah satu penjaga pintu penjara itu membukakan pintunya. Belum juga pintu terbuka lebar tetapi Monica sudah langsung menerobos keluar bahkan mendorong tubuh kekar penjaga pintu itu.


" Aslan tolong aku, aku takut," ucapnya langsung hendak memeluk tubuh suaminya tetapi langsung dihadang oleh dua bawahan Aslan yang tidak mengizinkan Monica menyentuh tuan mereka sama sekali.


" Apa-apaan kalian ini, minggir!" Bentak Monica kedua tangannya dipegang oleh kedua bawahan Aslan dan dia berontak.


Aslan bangkit dari duduk dengan tatapan tajam Dia berjalan mendekat ke arah Monica. " Lepaskan dia."


Boneka memegangi tangannya yang terasa sakit bahkan membekas akibat cengkraman tubuh kekar laki-laki itu yang begitu kuat.


" Aslan, kenapa kok diam saja melihat mereka menyakitiku?" Tanyanya sedikit heran ditambah lagi mereka begitu patuh saat Aslan memberi perintah.

__ADS_1


Aslan menyaingi sesaat kemudian ekspresi wajahnya kembali dingin dan datar lalu sekejap mata laki-laki itu melayangkan tangannya hingga mengenai wajah Monica dan wanita itu tersungkur di lantai.


" Aslan, apa-apaan kamu?" Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, Monica memegangi wajahnya yang terasa sangat panas dan sakit.


Aslan tidak menjawab Dia berjongkok lalu menarik rambut Monica sekuat tenaga hingga wanita itu menjerit kesakitan.


" Kyaaa, sakit Aslan. Apa yang kamu lakukan?" Masih saja bertanya.


" Selama ini aku membiarkanmu untuk berbuat semaumu, tapi karena kau sudah berani menyentuh wanitaku. Aku tidak akan tinggal diam." Kemudian Aslan mendorong tubuh Monica kalau dia mengelap tangannya dengan sapu tangan seakan habis memegang kotoran yang sangat menjijikan.


" Bagus jika kamu sudah tahu, sekarang kau mengerti, bukan? Untuk apa kau dibawa ke sini."


Begitu sangat marah membayangkan nya saja Aslan tidak berani betapa menderitanya Mirra saat itu.


" Apa! Jadi ****** itu masih hidup?"

__ADS_1


Plak ... Satu tamparan lagi mendarat di wajahnya. Aslan benar-benar murka.


" Aku tidak menyangka ternyata hatimu terbuat dari iblis Monica!" Bentaknya sangat marah dia kembali memukul Monica lantaran sudah sangat kesal sekali.


" Asal kau tahu aku dan Mira sekarang sudah menikah dan kami sudah memiliki seorang putra dan kau selamanya akan membekap di sini sampai mati! Jangan berpikir untuk bisa keluar dari sini Monica."


Aslan kembali mendorong tubuh Monica. Kemudian dia bangkit lalu mencuci tangan yang ada bercak darahnya.


" Jaga dia, jangan biarkan dia keluar hidup-hidup dari pulau ini." Perintah Aslan tegas.


" Baik Tuan." Sambil membungkus setengah badan arah bawahannya begitu patuh.


" Bersenang-senanglah dengannya, lagi pula dia akan senang hati menerima kalian!" Setelah mengatakan itu Aslan pergi meninggalkan ruangan bawah tanah dia tidak ingin lagi melihat wanita yang benar-benar memiliki hati iblis seperti Monika. Tak ada yang tahu keberadaan wanita itu.


" Tidak, Aslan jangan pergi! Maafkan aku, aku mohon bawa aku keluar dari tempat ini." Monica berteriak memohon dia kembali dimasukkan ke dalam sel tahanan di ruangan bawah tanah.

__ADS_1


Monica akan menjadi sasaran empuk dari para pengawal yang sangat haus akan ****, dan Aslan tidak peduli apa yang akan terjadi pada wanita itu karena dirinya hanya ingin fokus kepada rumah tangganya yang baru bersama wanita yang dia cintai.


__ADS_2