Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 31


__ADS_3

" Mira, apa ada yang bisa aku bantu?" Aslan hendak membantu Mira menutup warungnya.


" Gak usah repot-repot Pak, anda sebaiknya pulang saja. Kasian istri anda sudah menunggu di rumah," ketus Mira acuh, dia memasukan piring ke dapur.


" Menikah tidak akan menungguku Mira, ges terlalu sibuk dengan urusannya dan juga laki-laki di luar sana. Aku hanya ingin membantumu cepat tidak boleh?" Katanya Aslan pun merebut piring yang ada di tangan Mira.


Tetapi ketika piring Sudah berat tangannya dan hendak dia letakkan di dapur tiba-tiba kakinya tersandung dan membuat piring-piring itu berjatuhan di lantai dan pecah semuanya.


Praaaang ... Miras untuk langsung berlari menghampiri Aslan mendengar suara keributan di dapur.


" Duh, kok bisa pecah semua sih?" Mira tidak mempedulikan Asian yang tangannya berdarah terkena pecahan piring itu justru dia malah khawatir piringnya yang habis karena cuman hanya ada itu saja.


" Kamu gimana sih, jika tidak bisa membantu ya sudah nggak usah membantuku. Aku sudah bilang kan, sebaiknya kamu pulang saja dari sini!" Teriak Mira marah.


" Aku minta maaf, aku tidak sengaja. Aku cuma Ingin membantu," sesalnya lirih.


" Anda bukan membantu tapi malah menganggu." Kemudian Mira berjongkok, dia membersihkan kekacauan yang sudah dibuat oleh Aslan. Ingin cepat-cepat segera pulang tapi malah terhambat. Wajar saja dia sangat marah lantaran Arga sudah menunggunya di rumah.


" Biar aku saja yang membereskannya aku takut nanti tangan kamu terluka." Aslan ingin mengambil alih dia tidak ingin tangan cantik Mira terluka seperti tangannya.

__ADS_1


" Berhenti menggangguku Pak Aslan. Cepat pergi dari sini, atau saya akan berteriak!" Sudah habis kesabarannya, Mira semakin tidak menyukai Aslan antara laki-laki itu terus saja mengganggu dirinya.


Aslan mematung kemudian dia tidak lagi mengganggu Mira dan kemudian pergi dari warung kecil itu dia tidak ingin Mira semakin membenci dirinya.


" Baiklah aku pulang, besok aku ke sini lagi." Tidak ingin menyerah hanya karena masalah kecil seperti ini Aslan harus menenangkan kembali hati Mira.


Mira tidak peduli ya terus membereskan pecahan piring tersebut sampai Aslan menghilang dari pandangannya barulah ia bisa bernafas legah kemudian ia melihat tangan yang berdarah lantaran terkena goresan piring itu.


" Benar-benar menyebalkan, kenapa dia terus saja menggangguku aku sudah tidak ingin lagi berhubungan apapun dengannya." Mira membalut lukanya. Dia tidak ingin menjadi wanita perusak rumah tangga orang.


Sementara itu, Aslan kembali ke rumahnya, ini sudah hampir satu minggu dia tidak pulang, bahkan tidak ke kantor. Aslan sibuk mengejar cinta Mira di luar kota. Setelah sampai di rumah dia merasa sangat lelah sekali. Aslan berjalan ke sofa untuk menghilangkan rasa lelahnya itu sejenak.


Baru saja mendarat duduk di sofa suara dingin itu sudah mengganggu pikirannya. Aslan menghembuskan nafasnya dengan malas.


" Aku bertanya Kamu habis dari mana Aslan! Sudah berhari-hari kamu tidak pulang apa saja yang kau lakukan selama ini?" Monica kembali bertanya sambil berkacak pinggang.


" Untuk apa kau bertanya? Mau aku pulang atau tidak, dengan siapa atau ngapain! Apa kau pernah bertanya selama ini?" Aslan muter balik pertanyaan dengan malas.


" Itu karena aku selama ini sibuk Aslan! Bukannya tidak peduli," jawabnya.

__ADS_1


" Iya, sibuk dengan laki-laki!" Aslan pun bangkit dari tempat duduknya inilah mengapa dirinya sangat malas sekali kembali pulang apalagi di saat ada boneka pasti selalu berdebatan yang akan terjadi.


" Apa kau masih saja sibuk mencari wanita murahan itu?" Teriaknya, Aslan pun menghentikan langkah kakinya lalu memutar balik tubuhnya kemudian menetap tajam Monica.


" Tutup mulutmu Monica. Dia bukan wanita murahan sepertimu!" Bentak Aslan makan dia sampai menunjuk Monica.


" Oh benarkah, kalau begitu bagaimana dengan pelakor? Setidaknya walaupun aku wanita murahan tapi tidak sampai harus merusak rumah tangga orang," ejeknya sambil tangan ya lipat di dada.


" Heran, entah apa bagusnya babu itu sampai-sampai suamiku menjadi gila seperti ini karenanya!" Monica tidak habis pikir seorang babu wanita biasa yang dari kampung tidak ada cantik-cantiknya tetapi entah mengapa bisa sampai segitu tergila-gilanya entah apa istimewanya dari wanita itu.


" Dia jauh lebih baik ketimbang darimu!" Sahut Aslan.


" Yayaya wanita baik-baik tapi sampai hamil diluar nikah, bahkan menggoda suami orang," ketusnya menjawab.


" Tapi ya setidaknya Dia sekarang sudah pergi dari sini, dan kau cari saja sampai ketemu. Sampai ke ujung dunia pun kau tidak akan pernah menemukannya."


Setelah mengatakan itu Monica pergi dari hadapan Aslan, wanita itu berpikir jika Mira sudah menghilang dari muka bumi ini jadi dia tidak mengetahui bahwa Aslan sudah menemukannya.


Aslan bersandar di dinding sambil menatap langit-langit, ingin sekali Dia segera mengakhiri pernikahan ini agar Mira mau hidup bersama. Akan tetapi tradisi keluarga sehingga tidak bisa menyebabkan dirinya bercerai walaupun sudah terbukti kesalahan yang dilakukan oleh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2