Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab terakhir


__ADS_3

Kini Aslan sudah kembali ke desa dimana istrinya masih tinggal disana. Sudah lebih dari 5 hari Aslan meninggalkan mereka rasanya sudah sangat rindu sekali dan cepat-cepat ingin segera.


" Mira, Arga. Kalian dimana?" Aslan sudah tiba di rumah dia langsung bergegas mencari anak dan istrinya.


" Papah ..." Arga berlari dan langsung memeluk ayahnya itu. Harga sangat senang sekali setelah mengetahui bahwa Aslan adalah ayah kandungnya.


" Arga, Papah kangen sekali sama kamu!" Aslan langsung mengecup seluruh wajah anaknya itu.


" Kenapa Papah lama sekali?" Rajuknya.


" Maafkan papah ya sayang, di sana pekerjaan Papa banyak sekali. Makanya Papah lama pulang ke sini. Coba saja kalau Bunda mau ikut Papah ke Jakarta pasti kita tidak akan berpisah seperti ini," ucapnya.


" Jadi kalau Bunda mau ikut Papah ke Jakarta kita tidak akan pisah lagi kan?" Sahutnya, Aslan mengangguk lalu dia berjalan masuk ke rumah dengan Arga yang masih dalam gendongannya.


" Iya, mangkanya itu harga harus bantu Papa untuk membujuk Mamah supaya kita pindah ke Jakarta." Aslan harus meminta bantuan anaknya agar bisa membujuk Mira supaya ikut bersama dirinya dan pindah ke Jakarta karena Aslan tidak mungkin bisa tinggal di kota terpencil ini sementara pekerjaannya, perusahaannya berada di ibukota dan akan memakan waktu jika harus bolak-balik, terlebih lagi dia juga tidak ingin berpisah terlalu lama.


" Oke, serahkan semuanya sama Arga."


Arga Langsung turun dari gendongan ayahnya dan berlari ke Tejo karena pasti ayahnya itu membawakan sesuatu untuk dirinya. Dan benar saja, Tejo langsung menyerahkan sekotak mainan untuknya.


Sementara Aslan pergi mencari Mira yang berada di dapur sedang menyiapkan masakan untuk makan malam.


Aslan langsung memeluknya dari belakang, rasa rindu benar-benar terobati setelah dirinya memeluk istrinya itu.


" Aku sangat merindukanmu Mira!" Ucapnya sambil menghirup aroma di jeruk leher Mira hingga membuat dirinya merasa tenang.

__ADS_1


" Pak, tolong jangan seperti ini. Saya lagi masak, geli." Mira menghindar.


" Apa kamu masih tidak menyukaiku Mira. Bahkan hanya sekedar memelukmu saja kau tidak memperbolehkanku," ucapnya lirih dengan raut wajah sedih Aslan melepaskan tubuh Mira.


Mira mematikan kompor lalu dia menatap Aslan. Tak ada alasan lagi baginya untuk tidak menerima laki-laki ini. Toh dirinya sudah menjadi seorang istri. Mira mendekat lalu dia memegang wajah yang ada sedikit bulu-bulu halus di wajah suaminya itu.


" Bukan begitu, kamu liat sendiri kan kalau aku lagi masak. Harga dan aku belum makan malam, kalau masakannya sampai hangus lantas kami akan makan apa baru sudah sangat lapar mau berapa lagi harus menunggu." Mira memberi penjelasan.


" Sungguh, jadi kamu bukan membenci ku?" Kasih wajah berubah menjadi riang.


" Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku membencimu," katanya. Senyum menyertai di wajah Aslan, lalu laki-laki itu menarik tubuh Mira ke dalam pelukannya.


" Aku sangat senang sekali sayang, aku benar-benar mencintaimu."


" Kau tahu?" Tanya Aslan.


" Aku sudah membereskan semuanya, maksudku. Aku sudah meminta Restu dari seluruh anggota keluargaku dan mereka menyetujuinya dan memberikan restu untuk kita. Sementara Monica, kamu tidak perlu khawatir lagi dengannya, dia tidak akan berani lagi melukai kamu dan aku juga sudah menalaknya," ucap Aslan.


Mira mendongak, dia mencari kebohongan dari sorot mata Aslan. Dan sayangnya yang dia temukan hanyalah kejujuran. Memang Aslan sudah menalak Monica sebelum dia pergi meninggalkan Pulau itu.


" Kamu tidak berbohong kan?" Mira ingin memastikan.


Aslan langsung mengecup bibirnya yang manis seperti Cherry itu. " Kamu bisa membuktikannya setelah kita pindah ke Jakarta."


Mira terdiam dia sepertinya sedang berpikir.

__ADS_1


" Aku tidak bisa terus bolak-balik dari Jakarta ke Bandung Mira . Perusahaanku harus dijalankan, dan aku tidak ingin kita ldr-an, walaupun hanya beberapa hari bahkan cuma sehari tetap saja aku tidak ingin berjauhan dengan anak dan istriku," ungkap nya memohon.


Mira menghembus nafasnya kemudian dia tersenyum lalu mengangguk.


" Baiklah, ayo kita kembali ke Jakarta." Memberi kesempatan kedua mungkin kebahagiaannya akan datang menghampirinya.


Mira juga ingin masa depan anaknya cerah dan menjadi orang yang sukses di masa depan. Dengan bersatunya bersama Aslan kehidupan anaknya itu akan terjamin dan pasti akan bisa sekolah tinggi mencapai cita-cita yang sangat diimpikan oleh anaknya itu untuk menjadi seorang pilot karena dirinya sungguh tidak akan sanggup jika melihat keadaan yang seperti ini.


" Aku sangat mencintaimu sayang." Aslan sangat senang lalu dia menggendong Mira dan memutar tubuhnya.


" Kyaaa, Pak tolong turunkan aku, kepala ku pusing."


Aslan langsung menurunkan Mira lalu kembali ******* bibir yang berwarna merah itu.


" Kamu harus menerima hukum karena masih saja memanggil ku Pak. Jangan minta ampun." Aslan kembali menggendong Mira lalu membawanya ke kamar.


" Kyaaa, apa yang anda lakukan. Arga masih belum makan."


" Kamu tenang saja sayang Tejo akan mengurus semuanya."


Tejo memutar bola matanya malas, lalu dia mengajak Arga keluar dari rumah.


" Ayok Arga kita beli es krim daripada menjadi obat nyamuk di rumah."


Akhirnya setelah tahun-tahun terpisah dan sekarang mereka sudah kembali bersatu dan melanjutkan kehidupan rumah tangga bahagia tak ada yang mengganggu dan tak ada lagi yang perlu ditakuti. Karena hanya kebahagiaan yang terus bersama mereka.

__ADS_1


*** Tamat***


" Terima kasih 🙏"


__ADS_2