Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 36


__ADS_3

Dua minggu kemudian, hari pernikahan telah terjadi walaupun tidak pernah terbayang oleh Mira sebelum jika dirinya kembali terjebak lagi oleh mantan majikannya itu. Tidak memiliki pilihan lain, ingin menolak tetapi dirinya tidak ingin menjadi bahan omongan dari warga dan akan berdampak buruk dengan Arga. Terlebih lagi dengan ancaman Aslan yang membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.


" Aku tidak akan pernah mau menikah dengan anda!" Tolak Mira tegas.


" Baiklah jika kamu tidak mau. Aku bisa mengatakan pada pak rt jika surat pernikahan itu adalah palsu, dan aku akan pergi dari sini. Tetapi, jika para warga tidak marah dan mengusik mu maupun Arga. Aku tidak akan pernah lagi datang untuk mengganggumu," ucap Aslan bersungguh-sungguh.


" Namun, jika sebaliknya para warga mengusir mu dan memaki mu, aku tidak akan segan membawa Arga pergi darimu. Karena aku tidak akan membiarkan dia menderita karena keegoisan mu!" Lanjutnya dengan manik serius.


" Aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan hak asuh. Dengan uang, aku bisa melakukan apapun bahkan untuk mendapatkan Arga dari tanganmu!" Kecamnya tidak main-main.


Tidak ingin berpisah dari anak yang dia kandung dan melahirkannya. Mira pun terpaksa menuruti keinginan Aslan dan menikah dengannya, tepatnya hari ini sstusnya kini sudah sah menjadi istri kedua Aslan dalam agama maupun negara.


" Apa yang Mira lakukan ini benar Bu? Sekarang Mira sudah menjadi istri kedua Pak Aslan," lirihnya sedih. Mira sudah berada di kamar seorang diri.


" Pasti bu Monica bakalan marah lagi sama aku. Aku takut dia bakalan melukai Arga." Mira sangat takut jika Monica bakalan menyentuh Arga. Mira tidak ingin serumah dengan wanita itu.

__ADS_1


Mira menghembuskan nafasnya kasar, kemudian dia melepaskan riasan diwajahnya perlahan. Sementara Aslan masih di depan dia menemani anaknya tidur.


Siang itu sebelum pernikahan, Adam sempat hadir memberikan ucapan selamat tapi hanya sebentar saja lalu dia pergi tanpa menyaksikan acara yang sesungguhnya ya itu ijab kabul. Mira dapat melihat wajah yang sedih penuh dengan air mata. Hati yang terluka karena patah hati.


" Maaf Adam!" Ujar Mira lirih.


" Tidak apa, tidak perlu minta maaf kamu tidak salah apapun. Aku datang kesini cuma ingin memberikan ini." Sambil memberikan sebuah kontak.


" Semoga kamu dan Arga bahagia, aku pun akan bahagia. Dan semoga pernikahan mu langgeng sampai maut memisahkan." Dengan senyum paksa Adam menyodorkan tangannya untuk memberikan selam. Perlahan Mira menerimanya tanpa mengatakan apapun.


" Kalau begitu aku pamit ya, ada urusan. Maaf tidak bisa hadir lama-lama." Kemudian dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi kebelakang. Mira hanya menatapnya sedih.


Saat Adam hendak keluar dia berpapasan dengan Aslan yang sudah terlihat rapi dengan setelan jas hitamnya. Aslan tersenyum lebar menatapnya.


" Hai bro, mau kemana? Acaranya masih belum di mulai loh." Aslan semakin memojokkannya.

__ADS_1


" Tolong jaga Mira dan Arga. Jika sampai kamu membuatnya menangis apalagi menderita, aku akan datang dan membawanya pergi menjauh darimu!" Ancam Adam tanpa menjawab pertanyaan Aslan.


" Wow, santai bro. Kalau soal itu kamu tidak perlu mengingat ku karena Mira dan Arga akan selalu bahagia bahkan hingga akhir hayatnya, kamu tidak perlu risau apalagi sampai memikirkan istri orang," jawabnya santai.


" Aku pegang kata-kata, kamu!" Setelah itu Adam menghilang dari pandangan.


Mira mengingat kejadian pagi tadi saat dirinya sedang membuka kado yang diberikan oleh Adam. Dan ternyata isinya adalah sebuah buku yang cukup lumayan tebal, Mira meneteskan air matanya lantaran buku itu adalah buku yang sangat dia inginkan, Karena harganya cukup mahal sehingga Mira pun harus menabung lebih dulu. Tidak menyangka ternyata Adam bisa mengetahui buku yang dia inginkan.


" Terima kasih Mas kamu adalah laki-laki yang baik dan Aku harap semoga kamu akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik lagi."


Merasa tidak pantas untuk bersanding bersama Adam karena merasa dirinya sudah menjadi wanita kotor sebab itulah Mira selalu menolak laki-laki sebaik dia.


" Mira, kamu belum tidur?" Aslan memasuki kamar dia melihat istrinya masih duduk di depan meja rias.


Mira cepat-cepat menghapus air matanya dia dia enggan melihat laki-laki yang mungkin status suaminya itu karena pasti laki-laki itu akan bertanya kenapa dirinya menangis.

__ADS_1


" Kamu sedang apa?"


__ADS_2