
Mira pergi dari rumah dia menoleh ke belakang melihat rumah yang sudah 1 tahun tempat dia bekerja di sini yang selama 1 tahun pula dirinya sudah bisa mengobati ibunya yang sedang sakit di rumah sakit walaupun dengan cara yang salah yaitu menjadi pemuas nafsu sang majikan hingga membuat dirinya hamil seperti sekarang ini namun Mira tidak menyesal lantaran demi seorang ibu agar bisa segera sembuh dari penyakitnya karena Mira tidak ingin ibunya menderita lantaran mengidap penyakit jantung tersebut.
" Ini saatnya aku kembali ke jalan yang benar dan menebus dosa-dosaku," ucapnya menghela kemudian dia memanggil taksi dan segera pergi menuju rumah sakit untuk menemui ibunya karena ibunya sudah dinyatakan sehat sehingga merah akan membawa ibunya keluar dari rumah sakit dan tinggal bersamanya Mira akan menceritakan keadaan dirinya dengan jujur lantaran dia tidak bisa membohongi jika dirinya sedang hamil.
Selama dalam perjalanan Mira meneteskan air matanya dia mengusap perutnya yang masih rata itu. Walaupun tidak memiliki suami namun dia tetap akan melahirkan dan membesarkan bayi dalam kandungannya karena bayi tersebut tidak bersalah sama sekali jadi dia berhak untuk lahir ke dunia ini dan merah berjanji akan merawatnya sepenuh hati dan menyayanginya.
Setelah sampai di rumah sakit Mira bergegas menuju ke ruang rawat ibunya dia melihat sang Ibu sedang diberi makan siang oleh suster wanita itu tersenyum melihat anaknya datang berkunjung.
" Merah kok kamu datang kan biasanya akhir bulan," kata sang ibu lantaran biasanya merah mengunjungi sebulan sekali dan tepat pada tanggal akhir bulan. Tetapi bulan ini malah lebih cepat.
Mira tersenyum kemudian dia langsung memeluk ibunya tersebut memeluknya erat saat menumpahkan rasa yang menjadi beban di hatinya.
" Mira sudah tidak bekerja lagi Bu jadi Mira datang untuk menjemput Ibu pulang jadi kita bisa berkumpul lagi seperti dulu dokter juga sudah mengatakan jika Ibu sudah sehat jadi tidak masalah jika Ibu Mira bawa pulang," ucapnya.
" Kenapa sudah tidak bekerja lagi Mira apa ada masalah di tempat kerjaan kamu?" Tanya sang Ibu sambil mengelus pucuk kepala anaknya.
" Tidak ada masalah apapun Bu tapi kontrak Mira sudah selesai makanya Mira sudah tidak bekerja lagi dan sekarang kita kembali ke rumah ya tetapi bukan rumah dulu yang kita tempati melainkan kita pindah kota ke tempat yang jauh seperti pedesaan agar ibu jauh lebih sehat dengan udara yang segar," ucap Mira.
__ADS_1
Merah berencana membawa ibunya pergi jauh dari kota Jakarta yang panas dan kejam ini dia berencana akan membawa ibunya ke daerah Bandung di mana di sana terkenal dengan udara yang cukup baik dan juga jauh dari keramaian karena Mira berencana mencari rumah di pedesaan.
" Kenapa harus pindah terus bagaimana dengan rumah yang kita tempati waktu itu?" Tanya sang ibu.
" Itu bukan rumah kita Bu melainkan rumah kontrakan rumah kita kan sudah dijual waktu itu buat pengobatan ibu. Jadi sekarang Mira ingin membeli rumah di pedesaan saja karena jika beli rumah di kota tidak cukup, nggak papa kan Bu," kata Mira.
Dengan uang tabungannya yang sudah cukup lumayan banyak selama satu tahun menabung dari hasil hubungan gelapnya bersama Aslan, Mira berencana ingin membeli sebuah rumah kecil di pedesaan dan sisa uangnya ia akan membuka usaha untuk bertahan hidup kemudian Mira juga akan mengurus surat perceraian di pengadilan Mira akan menyuap salah satu karyawan di sana untuk memberikan surat keterangan palsu untuk dirinya.
Karena dengan alasan itu warga di sana di tempat barunya nanti akan mempercayai dirinya jika sudah menikah dan bercerai tanpa mengetahui jika dirinya tengah berbadan dua. Mira terpaksa harus mengelabui semua orang dan untuk ibunya, nanti Mira akan pelan-pelan memberitahunya, pasti Ibu Mira sangat kecewa sekali kepada dirinya dan wanita itu pasti akan membenci dirinya. Entahlah, Mira tidak tahu yang jelas sekarang ini dia akan membawa pergi ibunya sejauh Mungkin.
" Ya sudah jika itu memang sudah menjadi keputusan kamu Ibu tidak bisa berbuat apa-apa karena Ibu selama ini sudah selalu menjadi beban hidup kamu. Kamu sudah berusaha sangat keras sekali terima kasih ya Nak karena berkat kamu Ibu sudah sehat kembali," ucapnya sangat tulus sekali bahkan wanita berumur hampir setengah abad itu meneteskan air mata mengingat perjuangan anaknya membiayai pengobatan dirinya sampai sembuh.
Biarlah semuanya itu menjadi rahasia anaknya saja yang penting dirinya sehat dan tidak menjadi beban lagi untuk Mira, seharusnya dirinya berterima kasih lantaran anaknya sudah berusaha keras agar dirinya sehat kembali, bukannya malah sibuk bertanya dari mana uang tersebut. Karena jika tidak seperti itu, mungkin dirinya sudah berada di dunia lain sekarang ini lantaran rasa sakit itu sangat menyiksa dirinya sekali.
" Terima kasih ya buat atas pengertiannya kalau begitu Mira akan menemui dokter untuk memberitahu jika hari ini Ibu keluar dari rumah sakit."
Kemudian Mira pergi menemui dokter dia akan meminta dokter untuk membawa ibunya pergi lantaran ibunya sudah sehat kembali hingga tidak ada alasan lagi ibunya tinggal berlama-lama di rumah sakit ini yang ada malah mengeluarkan duit dan dia takutkan Aslan akan mencari dirinya.
__ADS_1
" Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kamu saya akan memberikan resep obat untuk berjaga-jaga dan vitamin untuk ibu Fatimah. Jika Bu Fatimah merasakan nafasnya sesak atau perasaan jantungnya tidak enak segera bawa dia kembali kembali lagi untuk pemeriksaan," ucap dokter yang selama ini sudah merawat ibu Fatimah.
Dirinya diperintahkan oleh Aslan untuk merawat dan menjaga Bu Fatimah sampai benar-benar sembuh namun dia sedikit terkejut lantaran mie ra tiba-tiba meminta ibunya keluar dari rumah sakit tanpa pemberitahuan dari Aslan. Mungkin laki-laki itu sedang sibuk sehingga tidak memiliki waktu memberitahu dirinya jadi dia pun percaya begitu saja atas apa yang dikatakan Mira jika Mira sudah meminta izin kepada Aslan dulu saat meminta ibunya keluar dari rumah sakit.
Sore harinya Mira ternyata sudah membawa ibunya keluar dari rumah sakit dan wanita itu langsung membawa ibunya pergi dari kota Jakarta menuju kota Bandung, Mirra memiliki kenalan di sana melalui media sosial sehingga dia dapat bertanya-tanya apakah ada rumah yang bisa dia beli dengan harga murah yang tinggal di pedesaan dan kebenaran sekali ada rumah kecil yang sengaja dijual oleh pemiliknya tepat berada di pedesaan hingga membuat merah begitu senang sekali mendapatkan info tersebut dan dia bergegas membawa ibunya langsung ke sana untuk melihat kondisi rumah yang akan ia beli.
Sementara itu dokter yang merawat ibunya merah dia mengirim pesan kepada Aslan.
" Aslan tolong lu beri tahu kepada anaknya Bu Fatimah jika Bu Fatimah tidak boleh untuk beraktivitas berat dulu."
Aslam yang masih sibuk dengan dokumen-dokumen di meja kantornya dia membaca isi pesan tersebut keningnya berkerut lantaran membaca pesan dari dokter yang ia perintahkan untuk merawat ibunya Mira.
Karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh dokter itu, Aslan pun langsung menelponnya.
" Memangnya di rumah sakit selama ini Bu Fatimah melakukan pekerjaan berat?" Tanyanya setelah panggilan teleponnya terjawab oleh dokter yang menangani Bu Fatimah.
" Tidak Bupati Mas istirahat total selama di rumah sakit tapi kan dia hari ini keluar saya takut jika Bu Fatimah akan melakukan aktivitas berat hingga membuat jantungnya bermasalah," ucap dokter tersebut.
__ADS_1
" Apa! Bu Fatimah keluar dari rumah sakit?" Sontak Aslan terkejut lantaran dirinya tidak mengetahui kabar mengenai keluarnya Bu Fatimah dari rumah sakit.