Terjebak Gairah Majikan

Terjebak Gairah Majikan
bab 24


__ADS_3

" Bu, Ibu kenapa?" Cemas Mira melihat sang ibu tengah menahan rasa sakit sambil memegangi dadanya tepat keberadaan jantung.


" Ibu gak apa-apa, ibu cuma kecapean aja," bohong Ani dia tidak ingin membuat anaknya khawatir. Padahal saat ini jantungnya kembali kambuh, bukan hari ini saja sebenarnya, ibu Ani sering merasakan sakit sejak lama. Namun dia berusaha untuk menutupi lantaran tidak ingin menyusahkan anaknya yang sedang mencari uang untuk kehidupan mereka bertiga.


" Beneran Ibu gak apa-apa?" Mira merasa ibunya tengah berbohong karena wajahnya begitu sangat pucat. Ibu Ani hanya mengangguk lemah sambil memaksakan senyumnya, dia berbaring supaya rasa sakitnya hilang.


" Nenek sakit lagi? Kemarin sakit, kemarin-kemarin nya lagi sakit, kok gak sembuh -sembuh?" Ceplos Arga dengan wajah polosnya.


Seusianya tentu mengingat daya ingatan yang yang cukup kuat sehingga dia dapat mengatakan jika beberapa hari yang lalu nenek Ani merasakan sakit yang sama dan itu dilihat oleh Arga bahkan anak laki-laki itu sempat bertanya nenek kenapa? Ani hanya menjawab nenek sedang sakit, dan neneknya itu merasakan hal yang sama lagi ya itu sakit makanya Arga bertanya kok sakitnya gak sembuh -sembuh.


" Jadi Ibu sakit selama ini?" Tanya Mira, omongan anak kecil tidak mungkin bohong tentu dia langsung percaya kemudian menatap sang ibu lekat.


" Jawab Bu? Apa ibu sudah lama merasakan sakit seperti ini? Apa jantung ibu kambuh lagi?" Khawatir langsung seketika, inilah yang membuat Ani berusaha untuk menyembunyikan rasa sakitnya.

__ADS_1


" Ibu minta maaf, Ibu hanya tidak ingin membuat kamu khawatir," ucapnya lemah. 


" Astaghfirullah, Ibu …" Mira mengusap wajahnya, dia merasa bersalah lantaran tidak terlalu memperhatikan ibunya akhir -akhir ini karena sibuk berjualan yang dia jalani selama tinggal di daerah Bandung yang menjadi penyambung hidupnya. Mira membuka warung makan kecil -kecilan. 


" Ayo kita pergi kerumah sakit sekarang!" Tak ingin di bantah, Mira bergegas menyiapkan pakaian ibunya dan juga Arga. 


Ani hanya bisa pasrah, dia juga sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakitnya. Ani membutuhkan obat untuk pereda rasa sakit. 


" Arga ayo ganti baju Nak. Kita kerumah sakit sekarang," bujuk Mira. 


" Masih kuat gak Bu?" Mira kembali cemas, Ani ngos-ngosan Mira pun memutuskan untuk berhenti sejenak.


Setelah berhasil menaiki angkutan umum, dan sekarang mereka sudah berada di puskesmas terdekat karena Ani sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit sehingga Mira minta supir Angkot tersebut berhenti saat melewati puskesmas. Jika ke rumah sakit butuh waktu cukup lama sementara Mira sudah sangat tidak tega melihat keadaan ibunya.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan ibu saya dok?" Tanya Mira setelah ibunya di cek kesehatannya.


" Seperti ibu kamu harus segera dirujuk ke rumah sakit," ucapnya karena penyakit jantungnya sudah cukup parah. 


Mira terkejut, dia sampai meneteskan air matanya.


Apa harus melakukan operasi Dok?" Tanyanya.


" Kalau itu nanti kamu bakalan tahu jika sudah ditangani oleh dokter spesialis jantung di rumah sakit, saya hanya bisa memberikan surat rujukan saja. Dan semoga ibu kamu lekas sembuh." Dokter di puskesmas itu hanya bisa memberikan surat rujuk saja tanpa bisa membantu lantaran penyakit jantung harus ditangani oleh dokter ahlinya, sementara dirinya hanyalah dokter umum saja. 


Sementara itu di tempat lain di waktu yang bersamaan.


" Ada apa?" Tanyanya dengan nada datar saat menerima telepon.

__ADS_1


" Kami sudah menemukan keberadaan Nona Mira, Tuan." 


" Apa?" 


__ADS_2