
Setelah berbincang lama dengan kedua orang tua Arjuna, akhirnya Athena sekarang berada di kamar tamu yang di peruntukkan untuknya.
Sejenak, Athena melihat sekeliling ruangan kamarnya bahkan melihat pemandangan yang di suguhkan dari jendela kamarnya. “Lumayan” gumamnya sambil duduk di ranjang empuk dengan bad cover warna gold.
Athena mengetuk-etukan jarinya di ranjang tersebut di selingi dengan senyuman tipis. Ia mengeluarkan semacam angin topan yang keluar dari mulutnya. Awalnya topan itu kecil tapi lama kelamaan angin tersebut semakin besar bahkan topan tersebut menyerupai semacam tubuh kuda yang bersayap. Hingga lama kelamaan topan tersebut merubah wujudnya menjadi seekor kuda jantan putih yang memiliki sayap yang sangat indah. Kuda tersebut langsung menundukkan dirinya di hadapan sang dewi.
Athena hanya tersenyum tipis kemudian berdiri dan seketika merubah wujudnya dalam bentuk seorang dewi yunani lengkap dengan aksen pakaian dan aksesorisnya.
“Pegasus” (Yunani: Πήγασος; Pégasos) pangil Athena pada kuda tersebut.
Ya nama kuda tersebut adalah Pegasus. Dia adalah seekor kuda jantan bersayap yang merupakan putra Poseidon dan Medusa dalam mitologi Yunani. Poseidon memerkosa Medusa sehingga Athena mengubah Medusa menjadi monster. Pegasus banyak dijumpai di dalam karya-karya seni baik Yunani, Romawi maupun Mesopotamia. Pegasus merupakan makhluk yang wujudnya menggambarkan adanya hubungan antara dewa-dewa dan iblis atau monster di dalam dunia kuno dan dunia klasik.
__ADS_1
“Ya dewi, hamba di sini” jawab kuda tersebut.
Mendengar itu, Athena hanya terdiam lalu berjalan mke arah balkon kamar yang memperlihatkan area taman belakang yang di penuhi dengan berbagai macam jenis bunga dan di tengahnya terdapat air mancur yang sangat indah.
“Sangat indah bukan” ucap Athena melirik Pegasus yang masih setia di belakangnya. Pegasus hanya diam, tidak menjawab hanya mengikuti kemana arah pandang dewi Athena.
“Keindahan ini tak akan ternilai jika di bandingkan dengan dirimu dewi” jawab Pegasus dengan jujur.
Mendengar itu, Athena hanya berdecih bercampur senyum tipis yang bahkan hampir tak terlihat.
“Kata manusia, dewasa yang menenangkan versi mereka itu sangat mudah asal kita tidak tahu terlalu banyak”
Pegasus hanya diam tak menjawab. Ia hanya menjadi pendengar setia tentang apa yang di katakan oleh Athena
__ADS_1
Setelah hening beberapa saat, Athena membuka suara. “Menurutmu bagaimana?” ia bertanya tanpa menatap Pegasus.
Entahlah pertanyaan yang di tujukan Athena ini mengarah ke arah mana. Sangat ambigu dan membingungkan. Tapi tidak untuk Pegasus.
Pegasus menaikkan kedua kakinya kemudian menghentakkan di samping Athena.
“Kata manusia, tamu tak akan masuk apa bila tuan rumah tidak membukakan pintunya dewi” tegas Pegasus pada Athena.
Athena kemudian melirik Pegasus dengan tatapan entah.
“Pergilah, pantau apa yang terjadi di Olympus dan beritahu padaku” titah Athena yang berdiri dari tempat duduknya.
“Sesuai keinginanmu dewi” jawab Pegasus yang langsung menunduk memberi hormat kepada sang dewi. Kemudian Pegasus berbalik dan langsung terbang jauh ke atas langit yang di penuhi dengan awan cerah yang tebal.
__ADS_1
Athena melihat kepergian Pegasus dan termenung “Apakah dewa-dewi juga akan dewasa seperti siklus hidup manusia?” gumamnya dengan suara pelan.