
Ketika Juna telah siap meneguk minuman itu sampai tandas tak ada sisa, ia berdiam sejenak. Juna menanti reaksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Kenapa malah bengong?” tanya dewi Athena.
Mendengar itu, Juna malah mengedipkan matanya berkali-kali dan menepuk pipi kiri dan kanan.
“Loh kok tidak ada perubahan?” tanya Juna
“Hahahahaha memangnya perubahan yang bagaimana yang kau inginkan wahai manusia” balas dewi Athena.
“Ya seperti di film-film begitu, kayak ada sihir-sihirnya loh” ucap Juna sambil memukul kepalanya dengan sedikit keras.
“Aku sudah menjadi bijaksana tidak sih?” gerutu Juna yang terus mengamati dirinya.
“Juna, itu hanya anggur biasa yang kamu minum tadi hahahaha” dewi Athena malah tertawa karena melihat Juna yang sungguh di luar nalarnya.
“Jadi? Kau menipuku ya?” sentak Juna tak terima karena merasa di bodohi. Ya walaupun dia memang bodoh, tapi tidak harus tambah di bodohi lagi kan.
“Cih beraninya kau meninggikan suaramu di hadapanku” sinis dewi Athena masih dengan santainya.
Dewi Athena kemudian membuat sebuah lingkaran yang di dalam lingkaran itu terdapat dirinya dan juga Arjuna. Perlahan-lahan lingkaran itu mulai mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata dan di situ dewi Athena berkata kepada Arjuna
“Ketika kau kembali ke alam mu, maka kau sudah otomatis mendapat apa yang kau minta dariku. Dan ingat Juna kau berhutang janji padaku bahwa kau akan membawa aku bersamamu” ucap dewi Athena berjalan pelan memegang tangan Arjuna dengan lembut.
“Aku akan berjanji akan membawamu” ucap Juna sambil membalas genggaman dewi Athena. Dan di saat yang bersamaan mereka seperti di sedot di bawah lingkaran tersebut. Juna melihat dalam pintasan sedotan itu dewi Athena perlahan mulai berubah wujudnya seperti manusia, baik dari pakaiannya, kukunya yang tidak panjang, dan bahkan ia tidak melihat burung hantu yang bertengger di bahu sebelah kanan dewi Athena. Hingga dewi Athena telah menjelma menjadi wanita yang sangat cantik, putih bak susu, bibirnya yang kecil dan tipis berwarna ceri serta rambut berwarna pirang cerah seperti cahaya bulan sabit.
“Astaga cantik sekali” ucap Juna tanpa sadar di depan dewi Athena.
Mendengar itu dewi Athena hanya tersenyum manis dan berbisik pelan pada Juna tepat di telinga Juna “Jangan lupakan janjimu padaku, wujudkan keinginan ku sebagai manusia. Itu saja dan keinginanmu akan terwujud” dewi Athena kemudian menarik dirinya dan berdiri mensejajarkan dirinya di hadapan Juna sekarang.
Byaaarrrrrr…….
__ADS_1
Juna bisa melihat sebuah permata berwarna biru ke abu-abuan yang biasanya menghiasi rambut di kening sang dewi malah keluar dari kepala dewi Athena dan dalam hitungan detik Juna merasakan bahwa permata itu langsung masuk tanpa permisi di kepala Juna.
Arghhhhhhhh
Rasanya kepala Juna sangat sakit seperti tertembak pistol ia bahkan memejamkan matanya dan memegang erat tangan dewi Athena yang tadi sempat ia genggam.
“Tenanglah, sakitnya tidak akan lama. Itu hanya sebentar saja” ucap dewi Athena sambil mengelus punggung Arjuna yang sedang menahan rasa sakit di kepalanya.
Karena sakitnya malah semakin terasa, tanpa sadar Juna langsung memeluk dewi Athena
Grep..
Mendapat perlakuan seperti itu, dewi Athena langsung diam membeku tidak memblas atau juga melepaskan apalagi saa ini pelukan yang Juna berikan sangat sesak mungkin sedikit membuat dewi Athena sesak.
“Sakit” lirih Juna dengan suara berat namun sangat pelan.
“Tuan, apa yang kau lakukan?” tanya Dellon dari belakang.
Mendengar suara itu, dewi Athena buru-buru mendorong pelan tubuh Juna yang sepertinya sudah mulai tidak merasa sakit di kepalanya.
Juna mulai membuka matanya, sebenarnya ada rasa pening yang masih ia rasakan tapi tidak sesakit tadi. Juna melihat Dellon yang terbengong melihatnya.
“Ada apa Del” suara berat Juna membuyarkan kebengongan asistennya
“Tuan Juna bukan” tanya Dellon lagi
“Tentu saja. Apa kau tidak mengenali atasanmu? Balas Juna dengan suara dingin dengan wajah yang berkharisma.
Mendengar itu, Dellon malah mengucek matanya melihat Juna barang kali ia rabun. Bagaimana bisa tuan Juna berkharisma serta berwibawa seperti ini, apa lagi ketampanannya sungguh berkali-kai lipat. Aura yang terpancar pada Juna sangat berbeda.
__ADS_1
Dellon berusaha menyadarkan dirinya karena merasa terpukau dengan tuan Juna saat ini.
Dellon kemudian melirik wanita yang sangat cantik berdiri di samping tuannya bahkan sedang bergandengan tangan.
“Tu-tuan, nona ini siapa”
Juna melirik sekilas dewi Athena yang sepertinya hanya diam dan sesekali melirik kanan kiri melihat kuil Athena yang di buat sebagai tempat persembahan bagi pemuja dewi Athena.
Juna bingung harus menjawab apa.
“Namaku Athena, salam kenal tuan” ucap sang dewi sambil tersenyum manis.
“Cantik sekali” ucap Dellon tanpa sadar. Matanya berbinar-binar melihat perempuan yang ada di hadapannya saat ini. Sungguh kecantikan yang un real.
“Hei jangan memandangnya seperti itu. Dia kekasihku” ucap Juna yang langsung merangkul bahu dewi Athena. Ia tidak suka tatapan Dellon seperti tatapan memuja, menyukai dan kagum pada dewi Athena.
“Apa? Kekasih?” ucap dewi Athena dan Dellon bersamaan.
“Ya. Tentu saja” ucap Juna santai lalu menarik dewi Athena berjalan bersama dengannya.
“Hei apa yang kau katakan tadi padanya kenapa kau mengaku kita adalah sepasang kekasih?” bisik dewi Athena kepada Juna.
“Itu salah satu siasat ku dewi, agar kau bisa bersamaku. Bukan kah itu janji yang harus ku penuhi padamu” ucap Juna tanpa mengalihkan pandangannya yang lurus ke depan.
“Hmmm benar juga. Dan ini adalah perdanaku menjadi manusia Juna” ucap dewi Athena dengan senyum mengembang.
.
.
.
Habis di baca jangan lupa di like sama, comment sama di vote ya kakak sayang 🤗🤗✨👏
__ADS_1