
...*****...
...Sesayang-sayangnya sama manusia, jangan di jadiin rumah....
...Manusia itu dinamis, rumah itu statis....
...Kalau manusia di jadiin rumah, kemudian jikalau lelah melanda,...
...Ingin pulang ke rumahnya, namun sayang rumahnya malah berubah atau tidak ya sudah pindah....
...Sampe sini paham ya?...
...*****...
“Jangan memberikan aku pada dua pilihan yang sama-sama menyakitiku Juna” lirih Athena menatap kedua tangan mereka yang saling bertautan.
Arjuna bena-benar terdiam mendengar ucapan Athena. Perlahan genggaman tangan mereka mulai melemah.
Athena menarik tangannya perlahan kemudian mengulas senyum sekilas.
“Jadi kau sungguh akan pergi?” lirih Arjuna dalam keadaan tertunduk tanpa berani memandang Athena lagi di bawah terang rembulan.
__ADS_1
Athena hanya menganggukkan kepalanya saja.
“Aku pergi Juna, 2 hari ke depan kau akan di lantik. Aku yakin kau pasti bisa menjadi pemimpin yang hebat. Setelah kau di lantik maka aku akan pergi” ucap Athena lembut.
“Kenapa? Kenapa harus menunggu ku di lantik baru kau pergi..” sarkas Juna membentak. Juna berdiri dan menatap Athena yang tengah menatapnya pula.
“Pergi. Pergilah. Jangan menunggu 2 hari ke depan. Kau sama saja memberikanku harapan palsu. Aku menyesal menjadikanmu sebagai rumahku” ucap Arjuna dengan wajah tak bersahabat.
Mendengar perkataan Arjuna, seenggok daging bernama hati itu terasa sesak dan perih. Athena sebisa mungkin menahan gejolak emosi sedihnya, matanya berkaca-kaca menatap Juna sendu. Sedangkan Arjuna menatapnya nyalang, datar dan begitu dingin.
“Junaa…” lirih Athena dengan suara tercekat. Hendak ingin menggapai tangan pria yang berdiri di hadapannya. Arjuna malah beringsuk mundur menjauhi Athena, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.
“Terimakasih karena telah membantuku dalam menyelesaikan masalahku. Terimakasih juga untuk luka yang kau berikan. Sekarang kau bisa pergi, aku tidak akan menahanmu. Pergilah” ucap Juna datar, setelah mengatakan itu Arjuna langsung pergi meninggalkan Athena.
Yang di lakukannya hanya memandang punggung Arjuna yang perlahan menjauh. Athena memegang dadanya.
“Sakit. Rupanya sakitnya seperti ini” isak Athena dalam diam. Dirinya menangis di bawah rembulan yang sedang menerangi bumi.
Cukup lama Athena menangis diam di taman belakang, dari atas balkon Arjuna menatapnya dengan tatapan tak terbaca. Ia hanya mampu mengepalkan kedua tangannya.
Kala itu kau hadir, kau hadir ketika langit tak menyukaiku.
__ADS_1
“Kau hadir ketika terang tak di sini dan tentang apa pun menolak senyum ku.
Kala itu pernah bahagia, hingga aku lupa hidup bukan hanya perihal suka.
Aku lupa, ternyata kau bisa pergi kapan saja.
Begitu banyak kata seandainya ketika kau memutuskan untuk berhenti dan berbalik arah.
Senang sempat mengenal dan melengkapi, memulai lalu mengakhiri.
Dan setelah semua ini, ketahuilah ada jiwa yang tak henti memendam pedih, dan itu adalah aku.”
Seolah bisa mendengar suara hati Arjuna, Athena menatap ke samping. Ia menatap Arjuna yang juga menatapnya. Wajah pria yang membuat dirinya mengerti bagaimana perasaan asmara dari awal jatuh cinta hingga patah hati juga.
Tatapan kedua terkunci, memandang dalam diam. Sama-sama sakit hati dengan keputusan yang di buat Athena. Wajah Arjuna bahkan enggan memberinya senyuman untuknya.
“Juna, ku mohon tersenyumlah. Berikan aku senyuman terbaikmu sebelum perpisahan dan jarak itu benar-benar akan membentengi kita” jerit batin Athena.
Namun, yang di dapatnya bukan senyuman namun wajah Athena yang datar, dingin bahkan terkesan bersahabat. Arjuna malah berlalu meninggalkan balkon dan masuk ke dalam ke kamarnya.
Athena yang menyaksikan itu hanya tersenyum getir. Sakit, sakitnya begitu terasa, lukanya amat mendalam dan begitu menyiksanya, namun sakit yang ia rasakan ini tak terlihat oleh mata. Dalam kesunyian Athena perlahan memudar hilang ketika di terpa angin malam.
__ADS_1
Ya, Athena memutuskan untuk pergi lebih cepat sesuai keinginan Arjuna. Ia tahu sebenarnya Arjuna tidak bermaksud mengusirnya, namun sepertinya ini lebih baik dari pada harus menunggu lebih lama. Karena baik cepat atau lama perpisahan di antara keduanya pasti akan tetap terjadi.