Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 32 Matahari Terbenam


__ADS_3

...*****...


...Dinding rumah sakit lebih banyak mendengar doa orang yang tulus di banding rumah ibadah lainnya....


...Bandara lebih banyak melihat pelukan tulus di bandingkan acara pernikahan....


...Bantal dan kasur lebih banyak mendengar keluh kesah hancur hati di banding telinga seseorang....


...Stasiun lebih banyak mengetahui ekspetasi anak muda ingin merantau dan berhasil di bandingkan orang terdekatnya....


...Dan, pemakaman lebih banyak mengetahui rasa sesal dan tangis tulus di banding sajadah....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


Sementara di tempat lain,


Arjuna tengah menikmati deburan ombak yang tengah ia pijaki. Suara deburan ombak di sertai angin sejuk sedikit membuat Arjuna bisa melepaskan lelahnya seharian ini.


Ya, akhir-akhir ini ketika selesai bekerja Arjuna selalu menyempatkan wakunya untuk singgah di salah satu pantai di Jakarta hanya untuk sekedar menikmati sunset.


Memang momen matahari tenggelam kerap menjadi waktu paling ditunggu. Bahkan banyak yang rela mencari tempat terbaik dan terindah hanya untuk menikmatinya.


Hal ini dikarenakan ketika matahari tenggelam, warna langit terlihat jauh lebih indah dan memesona.

__ADS_1


Matahari tenggelam mampu menghipnotis siapapun yang memandangnya dan selalu saja indah. Matahari tenggelam selalu saja begitu, dipenuhi cinta, kenangan, rindu, dan romantisme lainnya, walau kehadirannya hanya sebentar.


“Ternyata sudah sangat lama ya kita berpisah” ucap Arjuna pada diri sendiri sembari menatap matahari yang perlahan kini terbenam.


Arjuna mengepalkan kedua tangannya menahan gejolak yang siap membuatnya sesak.


“Sialan, rupanya aku sudah benar-benar terjerat olehnya” umpat Arjuna meluapkan kekesalannya.


Sungguh Arjuna tak habis pikir, bagaimana awal pertemuannya dengan Dewi Athena seorang dewi dari mitodologi Yunani Kuno. Yang awalnya Arjuna pikir itu hanya sekedar dongeng namun ternyata sosok dewi iu memang ada, bahkan sekarang Arjuna seakan menjadi tawanan akibat jeratan dari pesona sang dewi tersebut.


“Bisa kah kau kembali lagi, di sini aku sangat merindukanmu. Apa aku harus kembali Yunani agar aku bisa kembali bersamamu” tanya Arjuna pada deburan ombak.


“Kapan pun kau ingin melihat dirinya, lihatlah matahari terbenam, maka mungkin dia akan berada di sana” ucap seseorang di balik punggung Arjuna.


Arjuna yang mendengar penuturan tersebut lantas melihat ke belakang. Dan ternyata memang ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan intens.


Sementara pria tersebut hanya diam saja, pria tersebut pun sama halnya dengan Arjuna sedang menikmati sunset di depan matanya saat ini.


Perlahan pria tersebut mulai mensejajarkan posisinya dengan Arjuna sekarang. Sementara Arjuna hanya terdiam saja, enggan bertanya kembali karena sepertinya pria tersebut sudah pasti tidak akan menjawab pertanyaannya. Namun sesekali lirikan matanya melihat pria di sampingnya, sosok pria yang cukup gagah di usianya yang cukup terbilang dewasa dan matang, tubuh yang masih tegap dan berotot namun rambut beserta garis wajahnya tidak bisa membohongi usianya sekarang.


“Kau tahu anak muda, tidak ada matahari yang lebih lama dari matahari terbenamnya, tetapi akan terbit kembali dan membawa fajar” ucap pria tadi dengan suara beratnya.


Mendengar itu, Arjuna menoleh pria yang tidak di kenalnya namun wajahnya lumayan familiar pada penglihatannya.


“Em, apa kita sebelumnya pernah bertemu?” tanya Arjuna lagi. Sekarang rasa penasarannya makin menjadi pada pria di sampingnya ini seakan setiap perkataan pria tadi sedang mewakili perasaannya yang sedang merindukan seseorang.

__ADS_1


“Pria tersebut hanya tersenyum tipis lantas menoleh Arjuna yang saat ini Arjuna pun tengah menatapnya.


“Tidak, kita tidak pernah bertemu” jawab pria tadi singkat.


Arjuna malah semakin mengerutkan keningnya, namun secepat mungkin ia tepis.


“Oh maaf sepertinya aku salah mengenali” jawab Arjuna halus.


Tak ingin berlama-lama Arjuna hendak pergi dari tepi pantai tadi namun langkahnya terhenti ketika namanya di sebut.


“Tunggu, Arjuna” panggil pria tadi dengan tegas.


Arjuna langsung melihat pria tadi, “Ya, ada apa? Dan kau juga mengenal namaku?. Sungguh Arjuna sedikit heran bagaimana pria di hadapannya yan cukup asing menurutnya bisa mengetahui namanya.


“Yang aku katakan tadi, ini bukan hanya matahari terbenam, tapi juga pada bulan yang terbit.”


Tentu saja perkataan dari pria itu membuat Arjuna benar-benar bingung. Maksud dari pria ini apa sebenarnya? Seperti ada makna terselubung di balik kata-katanya.


“Semoga kau bisa bertemu dengan seseorang yang selalu kau rindukan anak muda. Sama halnya, aku juga sama halnya denganmu. Seorang pria yang sedang menunggu seseorang datang padaku tiap pergantian musim, aku pun sangat merindukannya. Dia akan datang setelah matahari terbit, dan semoga saat ini tidak ada lagi pemisah di antara kalian.”


.


.


.

__ADS_1


Continued💗😘


__ADS_2