
Ketika alunan lagu terus berputar, Athena malah terdiam seribu bahasa mencermati setiap kata per kata dari lirik lagi tersebut. Seperti ada ketakutan dan kecemasan tersendiri yang di alami Athena karena mendengar alunan lagu. Ia meremas tangannya untuk menetralisir gejolak-gejolak yang membuat batinnya tidak tenang.
Arjuna melirik sekilas Athena yang saat ini seperti di landa kecemasan, “What happened?” satu tangan Arjuna terulur menggenggam lembut tangan Athena.
Athena melirik tangannya yang sedang di genggam oleh Arjuna, ia menghela nafas kemudia menepis pelan tangan Arjuna “Aku takut, keputusan yang kita ambil saat ini nantinya akan berubah menjadi suatu kekecewaan yang akan kita sesalkan”
“Oh ayolah, jangan cemas semua akan baik-baik saja. Khawatir yang berlebihan itu sebenarnya tidak akan terjadi” ucap Arjuna dengan lembut berusaha menenangkan Athena.
Sedangkan Athena hanya menggeleng resah enggan menanggapi perkataan Arjuna, ia lebih memilih membuang muka ke arah jendela mobil untuk melihat pemandangan sekitar. Sedangkan Arjuna tidak mengganggu Athena lagi, barangkali makhluk yang di beri gelar sebagai dewi itu butuh ketenangan diri sendiri.
Ketika memasuki gerbang mansion kediaman keluarga Arjuna, sorot mata Athena menangkap sosok seorang dewa yang bertolak belakang dirinya, dewa yang terkenal akan kekejamannya, nafsu haus akan darah, dan kejantanan. Sorot matanya menujukkan kemarahan dan kemurkaan yang luar biasa. Ya, dia adalah dewa Ares putra dari dewa Zeus dan Hera, sekaligus saudara tiri dari Athena.
Athena yang melihat itu hanya tersenyum tipis kemudian memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam dari dewa Ares.
Tak lama Arjuna sudah memarkirkan mobil mereka garasi mobil dan keluar seraya berlari kecil untuk membuka pintu mobil untuk Athena.
__ADS_1
Mendapat perlakuan itu, Athena hanya tersenyum manis pada Arjuna “Terimakasih”
Sedangkan Arjuna menanggapinya dengan senyuman teduh. Mereka langsung masuk ke dalam mansion. Sebelum itu, Arjuna menyuruh beberapa pelayan untuk membawa belanjaan Athena di pusat perbelanjaan tadi siang.
“Istrahatlah, nanti aku akan menyuruh pelayan memanggilmu ketika malam tiba” ucap Arjuna ketika mengantar Athena tepat di depan pintu kamar Athena sedangkan Athena hanya mengganguk saja.
Klekkk….
Athena membuka pintu kamarnya kemudian berjalan gontai dan langsung mendudukkan pantatnya di ranjangnya yang empuk. Ia memejamkan matanya perlahan, memusatkan pendengarannya seakan mendengar jejak seseorang yang ingin menghampirinya. Sepertinya kepekaan Athena terhadap sekitarnya patut di ancungi jempol dimana dia bisa mengedus kedatangan seseorang di kamarnya yang sebangsa dengannya.
Mendengar itu, orang yang berada di hadapan Athena hanya tersenyum tipis sembari menarik kembali tangan kanannya yang berniat membelai pipi mulus Athena. Namun sayang suara Athena sudah lebih dulu menghentikan aksinya. “Kau selalu peka terhadap sekitarmu” ucap pria dengan suara beratnya. Ya, pria tersebut adalah dewa Ares.
Athena tidak menanggapi perkataan Ares, ia malah berdiri di hadapan saudara tirinya.
“Ada apa kau muncul di hadapan ku” ketus Athena tidak ada manis-manisnya sama sekali.
__ADS_1
“Itu karena aku merindukanmu sayang, bahkan aku sangat mencemaskanmu” ucap Ares dengan suara lembut bahkan tangannya terulur hendak mengelus pelan kepala Athena tetapi dengan cepat Athena menepis tangan tersebut dengan kasar.
“Jangan bicara omong kosong di hadapan ku dewa Ares, sebaiknya kau kembali ke asal mu. Aku masih ada urusan di sini” ucap Athena pada Ares sembari melayangkan tatapan permusuhan.
“Aku akan kembali bila kau pun ikut bersama ku” jawab Ares dengan tegas
.
.
.
Haiiiii kakak² sayang seperti biasa ya, kalau udh di baca jgn lupa like, comment, vote, rate, dan kirimin kopi manisnya biar author makin semangat up bab selanjutnya...
Love U all😂😂😂❤️
__ADS_1