
“Aku akan kembali bila kau pun ikut bersama ku” jawab Ares dengan tegas.
Athena hanya tertawa sinis pada Ares yang terus bersikukuh mengajaknya kembali ke Olympus. “Apa kau tidak bosan berbicara omong kosong seperti itu, aku sendiri sudah sangat muak dengan ocehan mu itu” ucap Athena pada Ares sambil berlalu membuka balkon kamarnya.
Ares mengeratkan guratan wajahnya ada perasaan sedih dan tidak berterima ketika Athena mengatakan hal seperti itu padanya, “Kenapa Ath, apa yang salah tentang perasaan ku padamu” lirih Ares dengan tatapan sendunya.
Ya, sudah beribu-ribu tahun Ares mencoba meluluhkan hati seorang dewi berparas cantik baik dari parasnya maupun dari hatinya, sekaligus juga sebagai saudara tirinya. Namun Athena hanya bersikap acuh dan terkesan menjauhi sang dewa perang.
Athena yang mendengar penuturan Ares melirik sekilas kemudian kembali menatap ke arah ke balkon “Sangat salah kak, jangan mengulangi kesalahan yang pernah di lakukan oleh ayah kita pada dewi Hera” tegas Athena walau tidak memandang Ares yang terus memandangnya dengan tatapan teduh dan putus asa.
__ADS_1
“Cara pandang mu yang salah Athena. Para dewa saja membetulkan apa yang di lakukan ayah kita. Lantas mengapa kamu sangat bersikukuh begitu. Aku tau, kau juga punya perasaan yang sama pada ku kan” ucap Ares sembari melangkahkan kakinya mendekati Athena.
“Kau tahu Athena, perasaan ku untukmu mungkin tak sebesar bumi atau pun mentari. Dia hanya sebesar dua telapak kaki ku. Tapi, perlu kau juga, kaki ini rela kemana pun agar bisa bersamamu” ujar Ares tepat di belakang Athena, ia hendak mengangkat tangannya untuk sekedar memegang bahu Athena yang memunggunginya namun ia urung melakukannya takut Athena akan semakin risih terhadapnya.
Athena malah tidak menanggapi sama sekali ucapan Ares padanya, ia menganggapnya sebagai angin lalu saja.
Ares yang notabenenya sedikit tidak sabaran, langsung membalikkan punggung Athena agar bisa menghadapnya.
“Ya, kau bertingkah seolah aku yang gila dan juga salah. Pada hal kau sendiri yang membuat aku menggila” ucap Ares dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
“Dan kau, “ ucap Ares menunjuk wajah Athena dengan tatapan putus asa, “Kau menjauh seoalah aku yang membuatmu lelah pada hal kau yang lebih dulu membuatku menyerah. Dam kau juga, kau bertingkah seolah aku yang terlalu pasrah pada takdir yang membuat kita berpisah. Tapi kau sendiri yang lebih dulu melangkah tanpa ada niat untuk memperbaiki apa yang terlanjur patah” ucap Ares menggebu-gebu.
Sedangkan reaksi Athena, hanya diam terpaku, tatapannya juga sendu ketika menatap Ares namun sekuat mungkin dia menyembunyikan perasaan gundah di hatinya, ia memalingkan wajahnya ke samping guna mengindari tatapan Ares yang berkaca-kaca seoalah ada bening air mata yang siap menetes. Hatinya seakan di remas ketika mendengar untaian kata yang di lontarkan Ares padanya.
“Sebaiknya, kau mundur saja. Hati ku sudah menjadi milik orang lain” lirih Athena tanpa menoleh Ares yang saat ini berdiri tegap di hadapannya.
.
.
__ADS_1
Hellooo😁😁😁🤩💋, seperti biasa kakak ya jangan lupa tinggalkan like, comment, rate, gift serta vote mumpung hari senin ckckck 😅😅🤭😝 biar author makin semangat up nya