
...*****...
...Hanya dua pilihan di perjuangkan atau di ikhlaskan....
...Kalau misal di perjuangkan, konsekuensinya bagaimana?...
...Kalau misal di ikhlaskan, konsekuensinya bagaimana?...
...Semua pasti ada baik dan buruknya....
...Tinggal pilih saja mana yang lebih banyak baiknya....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
“Dulu, aku takut sendiri, tapi sekarang tidak. Aku lebih takut kalau sampai salah orang lagi” batin Athena menatap dirinya lewat pantulan cermin. Ia lalu berlalu ke luar kamar menemui Arjuna beserta keluarganya.
Saat ini acara makan malam, meja makan di isi oleh Dad Alex, Mom Stefanni, Arjuna beserta Athena. Di sela-sela makan, obrolan ringan pun di selingi supaya lebih menambah keakraban antara orang tua Arjuna kepada Athena. Mereka bertanya banyak hal tentang bagaimana pendapat Athena mengenai anak mereka Arjuna.
“Athena, beberapa hari ke depan Arjuna akan menjadi seorang CEO. Tante berharap kau selalu menemani dan mendukungnya ya? Ujar Mom Stefanni menatap senyum Athena.
Mendengar itu Athena hanya tersenyum dan menganggukkan kepala “Ya, aku akan selalu mendukungnya walaupun nanti aku tidak bisa selalu menemaninya.”
Arjuna yang sedang makan, langung berhenti menyuapi makanan ke dalam mulutnya. Ia melirik Athena yang juga menatapnya dengan senyuman manis seakan tidak merasa bersalah atau aneh dengan perkataan yang ia lontarkan barusan.
“Loh kenapa mengatakan begitu, kau harus selalu menemaninya. Bukan kah kalian akan segera menikah?” tanya pula Dad Alex merasa penasaran karena perkataan kekasih dari anaknya itu.
“Aku harus kembali ke tempatku. Aku juga sudah lama meninggalkan kewajiban ku” jawab Athena sembari memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.
Dada Arjuna semakin bergemuruh mendengar percakapan Athena dengan kedua orang tuanya. Dari tadi dirinya hanya menjadi pendengar setia namun sepertinya obrolan ini sungguh menyesakkan dada Arjuna, begitu amat menggangunya.
__ADS_1
“Tapi kau akan kembali lagi kan sayang ke sini?” tanya Mom Stefanni lagi.
Tidak langsung menjawab, Athena menurunkan sendok dan garpu yang ada di tangannya. Dia beralih mengambil gelas yang telah terisi air putih, Athena langsung meneguk setengah gelas. Ia lalu menaruh gelas itu di meja dan beralih menatap Mom Stefanni dengan senyum yang sedikit hambar.
“Hem, aku akan kembali tapi tidak dalam waktu yang dekat. Biar pun begitu jikalau aku kembali maka akan ada konsekuensi yang harus aku bayar.”
Mendengar penuturan Athena barusan, Mom Stefanni dan Dad Alex langsung menyerngitkan keningnya. Ingin bertanya lagi dan Arjuna sudah memotong ucapan mereka duluan.
“Aku sudah siap makan” ucap Arjuna begitu dingin dan datar, bahkan dirinya langsung berdiri dari tempat duduk dan menatap Athena.
“Setelah kau siap makan. Temui aku di taman belakang. Aku ingin membicarakan hal penting padamu” titah Arjuna pada Athena dan tanpa menunggu jawaban dari wanita berparas cantik itu, ia langsung berjalan pergi meninggalkan meja makan menuju taman belakang.
Setelah kepergian Arjuna, Athena masih betah menatap diam punggung Arjuna yang sudah perlahan menghilang di daun pintu belakang.
Dad Alex dan Mom Stefanni yang sepertinya mengetahui bahwa hubungan Arjuna dan Athena sedang tidak baik-baik saja memilih bungkam dan diam. Tidak bertanya lagi pada Athena, mereka pun bisa melihat bahwa raut wajah Athena berubah menjadi sendu.
Tak lama setelah itu Athena pamit ingin menemui Arjuna di taman belakang setelah acara makan malamnya sudah ia selesaikan.
“Hem, aku juga tidak tahu. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya kita sebagai orang tua tidak berhak ikut campur” pungkas Dad Alex sembari mengelap mulutnya menggunakan tissue.
Mendengar penuturan sang suami, Mom Stefanni sudah tidak berani bertanya lagi ia lebih memilih menghabiskan makanannya dengan khusuk.
***
Athena yang berjalan perlahan menemui Arjuna yang sudah duduk di gazebo. Bisa di lihat dari belakang bahwa pria berperawakan tinggi dan tampan itu sedang menatap ke arah langit yang sedang di hiasi oleh beribu-ribu bintang dan satu bulan.
Athena langsung mendudukkan dirinya tepat di samping Arjuna. Kedua insan itu sama-sama diam menatap nanar di atas langit.
“Katakan, apa kau akan tetap pergi” Arjuna memulai obrolan terlebih dahulu. Namun obrolan itu langsung ke inti tanpa ada pembukaan terlebih dahulu. Suaranya bahkan terkesan datar dan dingin bahkan tidak menoleh ke arah Athena ketika bertanya matanya tetap nyalang menatap langit yang sepertinya perlahan mulai hitam pekat.
“Hem.” Jawaban yang begitu singkat, padat dan amat menyakitkan bagi Arjuna.
__ADS_1
Hati Arjuna terasa sakit seakan di hantam oleh beribu batu yang membuat daging bernama hati itu begitu sakit dan nyeri secara bersamaan.
Arjuna tertawa getir mendengar jawaban singkat Athena, “Ternyata seorang dewi Athena, selain keras hati kau juga keras kepala.”
“Ini yang terbaik” balas Athena masih tersenyum lembut bahkan tangannya terulur mengelus pelan kepala Arjuna.
“Dengar baik-baik Arjuna Rodriguez, keputusanku membantuku itu murni tidak ada persyaratan sama sekali, aku memang benar-benar membantu. Aku mengikutimu sampai jauh ke sini meninggalkan tempat yang seharusnya aku tinggali sebenarnya itu kesalahan besar. Tidak ada pembenaran akan hal itu. Untuk itu, aku harus menerima konsekuensi dari apa yang aku perbuat” jelas Athena dengan lembut namun terdengar tegas masuk ke telinga dan hati Arjuna.
Arjuna menoleh dan menatap Athena dengan tatapan yang tak terbaca.
“Apa bertemu denganku juga adalah sebuah kesalahan?” lirih Arjuna dengan suara tercekat.
Pikirannya sebenarnya sudah kemana-mana. Ia takut jika sebenarnya Athena meninggalkannya karena ingin bersama Ares.
“Hilangkan rasa curigamu itu. Itu semua tidak benar” tandas Athena menyilangkan kedua tangan di dadanya seakan ia mengetahui apa yang sedang di pikirkan oleh Arjuna.
“Salah satu yang melahirkan rasa curiga itu adalah ketidakmampuanku mengendalikan diri akan rasa takut kehilanganmu” balas Arjuna sendu.
Mendengar perkataan Arjuna, hati Athena yang semula dingin perlahan kian menghangat dan tersentuh. Sebisa mungkin ia mengukir senyum di wajah ayunya.
“Pertemuan kita bukanlah kesalahan. Kita hanya di pertemukan tanpa sengaja di suatu tempat yang tidak asing untuk kita berdua” jawab Athena menatap Arjuna.
“Tapi kau sudah berjanji Athena” sentak Arjuna dengan suara meninggi, ia menarik rambutnya kasar ke belakang serasa ia sudah frustasi di buat oleh ulah dewi ini.
“Tidak aku tidak berjanji akan hal itu. Dengar Juna jangan menutup mata hatimu tidak semua yang kau inginkan harus kau dapatkan. Berjanjilah padaku kau harus bekerja keras mulai sekarang. Buktikan bahwa kau bisa” ujar Athena pada Arjuna.
“Aku akan bekerja keras dan menjadi pria yang berwibawa tapi ku mohon tetaplah di sampingku” lirih Arjuna memelas langsung memegang tangan Athena.
“Jangan memberikan aku pada dua pilihan yang sama-sama menyakitiku Juna” lirih Athena menatap kedua tangan mereka yang saling bertautan.
__ADS_1
Yeorobun jangan lupa tinggalkan jejaknya ya buat dkung cerita othor😍😍😍