Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Eps 25 Menyibukkan Diri


__ADS_3

...*****...


...Jika hatimu merasakan luka, belajarlah untuk tidak memberikan luka dan kekecewaan itu kepada orang lain juga....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


“Kalau mau mengundurkan diri tidak masalah, silahkan berikan surat resign kalian di HRD” sahut Arjuna yang baru keluar dari ruangannya dan hendak meminta kembali file salinan progressan kerja mereka ke depannya.


Mendengar suara berat dari sang atasan membuat Dellon mau pun Bia sangat terkejut bercampur gugup.


“E-eh Tuan” Bia tersenyum kikuk pada Arjuna yang berdiri di depan mejanya seraya mengambil berkas yang ada di atas meja sang sekretaris.


Arjuna hanya menatap sekilas Bia yang tengah gugup dengan wajah yang sudah bercucuran keringat di dahi. Arjuna langsung kembali melangkahkan kakinya untuk masuk di ruangannya.


Brak…


“Eh ayam” latah Bia yang kaget bercampur rasa tertekan akibat ulah Arjuna barusan.


Ya, pintu kerja Arjuna di tutup begitu keras mungkin sang atasan marah karena ulah Bia dan Dellon yang seakan meng-cap bahwa Arjuna sangat bad.


“Sudah Bia, sebaiknya kita bekerja dengan yang benar saja jangan sampai kita di pecat dari pekerjaan baru kita sekarang bahkan belum sampai 24 jam” ucap Dellon yang langsung bergelut dengan komputer di depannya menyelesaikan pekerjaan yang di berikan Arjuna padanya sekaligus mengirimkan rekapan diskusi mereka pada sang pemilik perusahaan, Alex Rodriguez.

__ADS_1


.


.


.


Arjuna yang masih sibuk meneliti berkas proyek yang sedang mereka bangun di luar daerah sampai lupa waktu bahwa sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 WIB.


Ia menghela nafas sejenak, hari ini mungkin cukup melelahkan baginya dimana paginya pelantikan dan dari siang sampai sorenya ia langsung turun tangan dalam mengecek berkas beserta laporan proyek yang sedang mereka running.


“Sebaiknya aku pulang sekarang. Sudah cukup pemanasannya untuk hari ini” gumam Arjuna ketika melirik arlojinya bermerek Rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.


Ia menggunakan jas yang sempat ia lepas ketika sedang bekerja.


“Ehem, aku pulang dulu. Kalau pekerjaan kalian sudah siap segera kirimkan di email supaya saya bisa meng-ceknya” ujar Arjuna pada Dellon dan Arjuna.


Kedua orang itu langsung mengiyakan apa yang di perintahkan Arjuna walau pun dalam hati mereka juga sangat ingin pulang.


“Tuan, apakah perlu saya antar atau saya menghubungi supir di mansion untuk mengantar Tuan? Tanya Dellon. Bukan apa-apa juga, sebagai asisten pribadi Dellon harus memastikan atasannya nyaman dengan kinerjanya.


“Tidak perlu. Aku yang akan mengemudikan mobilnya” sahut Arjuna dingin langsung pergi menuju lift khusus CEO.


Sementara Dellon hanya bisa menghela nafas karena sifat Arjuna yang sangat terkesan dingin.

__ADS_1


Tring..


Lift terbuka di lantai lower ground (LG), Arjuna langsung melangkahkan kakinya keluar menuju pintu keluar dimana di depan lobi mobil sport miliknya yang berwarna navy bermerek Lamborghini Aventador LP700 sudah terparkir menunggu kedatangannya.


Pria yang berjas hitam langsung menundukkan kepala dan menyerahkan kunci mobil tersebut pada Arjuna.


Arjuna hanya diam saja mengambil kuncinya dan berlalu masuk di mobil. Pria tersebut langsung mengendarainya dengan sedikit kecepatan tinggi.


Di dalam mobil Arjuna menggunakan kaca mata hitam untuk menyembunyikan mata tajamnya yang siap menghunus setiap orang yang ada di depannya.


“Shit…” umpat Arjuna mencekam setir mobilnya.


“Aku harus selalu menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Berat sekali melakukannya, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik” ucapnya dengan tawa getir yang menghiasi wajah Arjuna.


.


.


.


.


Continued💗😘

__ADS_1


__ADS_2