Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 41 Favorite Girl


__ADS_3

...*****...


...Tunggu saja, kamu pasti menemukan seseorang yang membuatmu tenang. Yang sikap dan tutur katanya membuatmu betah....


...Yang telinga dan pelukannya siap kapan saja. Yang saat bersamanya kamu merasa aman....


...Trauma-mu tidak akan terulang....


...Bersamanya sebaik-baiknya tempat pulang....


...Sampai sini paham ya?...


...*****...


Sebuah kecupan singkat yang mampu membuat aliran darah Athena berdesir hebat seakan tersengat aliran listrik bahkan jantungnya berdetak jauh lebih cepat sekarang, pupil matanya reflek melebar dan jangan lupakan pipinya yang sudah semerah tomat.


“A-apa yang kau lakukan barusan” sentak Athena pada Arjuna yang tengah tersenyum padanya.


“Mengecup-mu” jawab Arjuna gamblang.


Mendengar itu, reflek Athena menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Athena tak habis pikir bagaimana mungkin Arjuna melakukan hal sedemikian pada hal hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


“Kenapa kau tidak suka sampai kau menutup mulutmu?” tanya Arjuna tak suka Athena langsung menutup mulutnya.


“Karena kau tidak sopan” ketus Athena langsung, saat dirinya hendak menjauh meninggalkan Arjuna, pergelangan tangannya reflek di cekal oleh Arjuna.


“Harusnya aku yang berkata demikian, kau yang tidak sopan Athena” ucap Arjuna menatap tajam Athena yang terlihat bingung dengan ucapannya barusan.


“Aku? Dari segi mananya aku tidak sopan?” tanya Athena tidak mengerti dengan perkataan Arjuna.


“Ya, kau memang tidak sopan. Kau mencuri hatiku tanpa permisi dan kau juga membuat suasana hatiku selalu berantakan. Dan lebih tidak sopannya lagi kau pergi tanpa alasan yang jelas di saat aku sedang sangat mencintaimu. Sopan kah demikian? Hah.. Kau menempatkan ku pada persimpangan dilema Athena” ucap Arjuna pada Athena setengah berteriak. Ya, Arjuna meluapkan perasaannya pada Athena berharap dengan begitu Athena mampu mengerti perasaannya.


Athena yang mendengar itu merasa tertampar dengan perkataan Arjuna. Ia mengakui dirinya yang bersalah di situ. Tapi harus bagaimana lagi, perbedaan mereka sangat jauh sehingga Athena harus memilih salah satu pilihan yang menurutnya benar-benar terbaik.


Hingga tanpa di sadarinya pelupuk matanya basah, bening air mata mulai bercucuran.


“Aku tidak menyuruhmu menangis sayang” ucap Arjuna jadi tidak tega melihat Athena menangis sesegukan, tangannya terulur menghapus buliran air mata milik Athena. Arjuna langsung membawa Athena ke dalam pelukannya, tidak ada penolakan dari Athena. Perempuan itu malah menyembunyikan wajahnya pada dada bidang milik Arjuna dan memeluknya begitu erat seakan takut Arjuna akan pergi meninggalkannya.


Cukup lama berdiam dalam posisi memeluk satu sama lain, perlahan Athena mulai melepaskan tangannya pada Arjuna.


“Sudah merasa lebih baik, hem?” tanya Arjuna pada Athena seraya menghapus sisa air mata yang ada di pipi mulus Athena.


Athena sendiri hanya mengangguk pelan seraya merapikan anak rambut dan menyelipkannya di telinganya.

__ADS_1


“Juna, apa boleh aku bertanya satu hal padamu?” cicit Athena dengan suara sangat pelan.


“Semua hal pun, boleh kau tanyakan sayang” ucap Arjuna begitu manis sambil memegang kedua tangan mungil nan mulus milik Athena.


Tentu saja, itu membuat perasaan Athena kian menghangat akan perlakuan manis yang di berikan Arjuna.


“Apa sekarang kau membenciku karena sikapku yang dulu” lirih Athena pelan.


Mendengar pertanyaan itu, Arjuna kian menggenggam erat tangan Athena, “Untuk perihal membencimu karena sikapmu dulu, tentu aku tidak membencimu. Itu tidak akan pernah terjadi dari dulu, sekarang dan sampai kapan pun” tegas Arjuna.


“Kenapa, bukan kah kau bilang aku sudah sangat menyakitimu.”


“Ya, kau memang menyakitiku dan bagiku itu tidak masalah. Bukan kah ketika mencintai seseorang kita pun harus siap kapan saja ketika akan di sakiti. Dalam perihal mencintai itu ada dua hal yang akan kita dapatkan, bahagia dan sakit. Dan itu sudah aku dapatkan dua-duanya darimu” jawab Arjuna.


Setiap untaian kata yang keluar dari mulut Arjuna benar-benar membuat Athena tersentuh dan terpaku, tidak menyangka Arjuna akan mengatakan hal demikian.


“Sungguh? Kau tidak berbohong kan? Tanya Athena kembali memperjelas.


“Ya, itulah kebenarannya dewiku tersayang. Aku tidak bisa membencimu walau secuil saja. Aku lebih memilih untuk mencintaimu. Yes, I will love you forever my favorite girl” ucap Arjuna tulus.


.

__ADS_1


.


Continued💗😘


__ADS_2