Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 29 Hades


__ADS_3

...*****...


...Untuk seseorang yang belum bisa kau genggam tangannya,...


...Tak perlu khawatir jika jarak membatasi temu....


...Mungkin sekarang terasa mustahil untuk menjadi satu,...


...Tapi, yakinlah hati tidak akan lelah menantikannya....


...Entah nanti bersatu atau tidak, setidaknya berbahagialah karena bisa mencintai setulus itu....


...Sampai sini paham ya?...


...******...


Saat ini Athena telah sampai di tempat Hades, dunia bawah tepatnya di gerbang pintu dunia bawah.


“Huft, jangan takut. Bukan kah itu sudah menjadi konsekuensi dari jalan yang aku pilih” Athena mencoba menguatkan dirinya walau sebenarnya ada rasa takut yang membuat kakinya terasa lemas dan tak kuat untuk sekedar melanjutkan langkahnya.


Ya, meski pun seorang dewa, tetap saja ada rasa takut dan cemas yang menghampirinya. Setelah bergelut dengan pikiran dan hatinya akhirnya dia membuka gerbang yang terbuat dari besi, yang mana pad gerbang itu terukir beberapa gambaran siksaan seorang dewa dan lambang dari palu yang artinya kepastian hukum yang dibuat oleh seorang hakim.


Athena terus melangkahkan kakinya dengan wajah yang datar dan dingin. Hingga ia bisa melihat dewa Hades sedang memegang bunga narcissus dan sedang tersenyum ke arahnya menanti kedatangannya.

__ADS_1


“Akhirnya, kau datang juga” ucap dewa Hades dengan senyum yang terukir di wajahnya.


“Sudah pasti aku datang, mempertanggung jawabkan jalan yang ku pilih” jawab Athena dengan mantap.


“Bagus Athena, aku bangga padamu. Kau memang seorang dewi yang tak perlu di ragukan akan akal dan kebijakannya” puji dewa Hades.


Hades (bahasa Yunani: ᾍδης, Hadēs, atau Ἅιδης, Háidēs) adalah dewa dunia bawah dalam Mitologi Yunani. Hades merupakan putra tertua dari Kronos dan Rea. Dia bersama saudara-saudaranya mengalahkan para Titan dan mengambil alih kekuasaan atas dunia. Zeus, Poseidon dan Hades melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan dan Hades mendapat dunia bawah. Karena asosiasinya dengan dunia bawah, Hades sering dianggap sebagai dewa kematian meskipun bukan. Hades juga kadang-kadang disebut sebagai dunia bawah itu sendiri.


Dalam mitologi Romawi Hades disebut sebagai Pluto, Dis Pater dan Orkus sedangkan dalam mitologi Etruska dewa padanannya adalah Aita. Simbol yang diasosiasikan dengan Hades yaitu Helm Kegelapan dan anjing berkepala tiga, Kerberos.


Istilah Hades dalam Kekristenan (dan dalam Bahasa Yunani Koine) serupa dengan Sheol dalam ajaran Yahudi (שאול, kuburan atau lubang di bumi), dan merujuk pada tempat untuk roh manusia. Sementara konsep neraka dalam agama Kristen lebih mirip dengan konsep Tartaros dalam mitologi Yunani, bagian dari Hades yang suram dan mengerikan dan digunakan sebagai tempat penyiksaan dan penderitaan.


Dalam mitologi Yunani yang sangat kuno, dunia Hades adalah tempat tinggal roh orang mati yang suram dan berkabut (disebut juga Erebos). Pada periode selanjutnya, mitos ini berkembang dengan adanya penghakiman terhadap para roh dan adanya imbalan dan hukuman. Beberapa manusia (termasuk Herakles), boleh langsung meninggalkan tempat ini begitu mereka masuk.


Dalam mitologi Romawi, pintu masuk ke dunia bawah terletak di Avernus, sebuah kawah di dekat Cumae, dan merupakan rute yang digunakan oleh Aineias untuk pergi ke dunia bawah.


.


.


“Apa kau sudah siap dengan hukuman yang akan menantimu ke depannya?” tanya dewa Hades pada Athena dengan wajah datarnya.


“Sudah” jawab Athena singkat.

__ADS_1


Sementara Hades hanya bisa tersenyum tipis.


Tibalah mereka di dalam ruangan mencekam dengan hawa panas yang membuat siapa pun yang masuk di dalamnya terasa gelisah bercampur cemas terkecuali Hades.


Hades akhirnya memulai penghakimannya namun sebelum itu ia meminta Athena untuk menceritakan segala sesuatu yang terjadi.


Athena pun menyanggupi akan hal itu, ia pun menceritakan bagaimana bisa ia memilih jalan yang berujung melawan aturan para dewa-dewi. Athena menceritakannya dengan rinci dan detail hingga Hades tersenyum penuh arti.


“Aku akui kejujuran mu. Kau menceritakannya tanpa mengurangi atau menambahnya. Oleh karena itu sebelum aku menghakimi mu maka aku akan memberikan keringanan untukmu. Sebelum penghakiman, haruslah ada keadilan”


Athena yang saat ini posisinya sedang duduk dengan kepala tertunduk langsung mengangkat kepalanya dan menatap Hades.


“Ma-maksudnya, keadilan seperti apa ini?” Athena berusaha mencerna maksud dari Hades.


“Ya, keadilan. Dewi Themis, yang akan memberi keadilan juga untukmu serta menafsir apa yang terbaik untukmu, Athena.”


.


.


.


Continued💗😘

__ADS_1


__ADS_2