Terjerat Pesona Dewi Athena

Terjerat Pesona Dewi Athena
Bab 23 Berhenti


__ADS_3

...*****...


...Dan akhirnya, akan ada waktunya,...


...Berhenti mencoba...


...Berhenti berharap...


...Berhenti percaya...


...Sampe sini paham ya?...


...*****...


Malam itu juga malam yang menjadi saksi bisu bagaimana hubungan antara Athena dan Arjuna, keduanya membuat jarak di antara mereka sekaligus meninggalkan yang namanya sebuah rasa tanpa ada kepastian. Bukan munafik juga, tapi terkadang menjauh itu lebih baik.


Mengenai Arjuna? Dia tetap mendapat kebajikan yang ia terima dari Athena, perempuan itu tidak menarik sama sekali.


.


.


.


Hari terus bergalir, Arjuna kembali melanjutkan kehidupannya sebagaimana biasanya meski tanpa Athena. Sempat di tanyakan oleh Mommy dan Daddy nya dimana keberadaan Athena setelah malam itu, Arjuna hanya menjawab sekenanya. Mengatakan bahwa Athena telah kembali ke negara asalnya. Dan untuk pertanyaan yang lainnya seperti kenapa dia bisa pergi, kapan dia kembali dan kenapa Arjuna tidak menyusulnya?. Arjuna enggan menjawab itu lagi.


Besk adalah hari Arjuna akan di lantik menjadi CEO di perusahaan ayahnya. Dirinya sekarang lebih banyak mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktunya untuk mempelajari tentang bagaimana rekapan data perusahaan yang akan ia pegang nantinya.

__ADS_1


Aneh memang, jika dulu Arjuna di kenal dengan sikap konyol dan selalu menganggap gampang untuk semua hal sekarang Arjuna tidak begini. Dirinya menjadi pria yang gigih, bijak dan selalu memperhitungkan semua hal. Di tambah dengan kesan wajahnya yang dingin dan datar membuat semua orang yang bertemu dan berada di sekitarnya menjulukinya sebagai beruang kutub.


Tok tok tok…


Pintu kamar Arjuna di ketuk dari luar, Arjuna yang tengah sibuk duduk di balkonnya dan sedang membaca langsung berhenti. Mau tidak mau dirinya membuka pintu yang di ketuk. Tidak mungkin juga dia menyuruh untuk masuk karena Arjuna sendiri telah mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Akhirnya dia berjalan pelan dengan wajah datarnya membukakan pintu kamarnya menemui seseorang yang telah mengganggu waktu berharganya.


Klek..


Ajuna membuka sedikit pintu kamarnya untuk melihat siapa yang berani mengganggu ketenangannya. Dan yang terlihat adalah Naura yang merupakan adik sepupunya. Gadis ingusan yang sedang tersenyum menampilkan deretan gigi gingsulnya


“Bisa kah kau tidak mengganggu ku” ucap Arjuna datar.


“Tentu saja tidak bisa” sahut Naura langsung menerebos masuk ke dalam kamar Arjuna.


Arjuna hanya bisa menghela nafasnya kasar akan sikap Naura yang benar-benar mengganggunya.


Bagaimana tidak, kemarin ketika Naura datang ia membawa tupperware minuman dingin dengan tujuan supaya Arjuna ketika meminum itu pikirannya menjadi lebih tenang dan dingin. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Arjuna malah teriak histeris karena kepedasan karena di dalam minuman itu rupanya telah di campur cabe beserta lada hitam.


“Kak Ar, kau membaca lagi?” tanya Naura tak habis pikir karena sangat aneh jika Arjuna sekarang gemar membaca buku, parahnya lagi buku tentang edukasi bisnis dan kepemimpinan.


Arjuna malah tidak menjawab pertanyaan Naura yang sepertinya tidak terlalu penting.


Ia kembali duduk dan melanjutkan membaca.


“Haish Kak Ar benar-benar tidak asik sekali sekarang” gerutu Naura mengungakapkan kekesalannya karena Arjuna yang tidak menanggapi kedatangannya.

__ADS_1


Sebenarnya bukan maunya juga datang ke sini kalau bukan karena Mommy dari Arjuna sudah pasti anak remaja itu tidak sudi menemui pria dingin ini.


Naura langsung mendudukan kursi yang kosong di samping Arjuna dan memulai lagi aksinya untuk mengganggu ketenangan Arjuna. Dia menyetel lagu koplo ojo di bandingke yang di nyayikan oleh Farrel Prayoga dengan volume suara penuh sesekali ia menyayikan part lagu yang ia ketahui.


Tentu saja itu membuat Arjuna naik pitam lagi, kalau saja anak di sampingnya adalah bukan sepupu sekaligus anak kesayangan Mommy nya mungkin Arjuna akan mengirim jauh Naura ke luar negeri supaya anak itu tidak menganggu kehidupannya.


“Naura, berhenti bersikap kekanakkan seperti ini. Kapan kau akan berhenti mengganggu ku?” sentak Arjuna yang sudah mulai terpancing emosi.


Naura malah tersenyum miring, ia mematikan nyayian yang ia setel tadi.


“Kak Ar juga, berhenti mengurung diri seperti ini. Berhenti menjadi dingin. Ini benar-benar bukan kak Ar yang aku kenal” balas Naura serius.


Tentu saja Naura sangat tidak suka kakak sepupunya menjadi terpuruk dan dingin hanya karena seorang perempuan.


“Aku tidak mengurung diri. Aku hanya sedang sibuk” balasnya tak kalah serius.


“Ya, sibuk mendalami kesakitan yang di beri kak Athena, begitu?.”


“Berhenti menyebut namanya Naura” Arjuna sungguh tidak suka jika nama Athena di sebut lagi. Entahlah mengapa ia menjadi sangat tidak suka dengan nama itu.


“Kakak yang harusnya berhenti. Berhenti bersikap bodoh seperti ini. Kalau sakit hati ya jangan begini juga. Kak Ar menjadi pribadi yang dingin dan tak tersentuh. Berbeda dengan kak Ar yang kami kenal sangat senonoh dan slengean” sentak Naura dengan suara meninggi.


“Keluar” ucap Arjuna dengan suara yang dingin, matanya menatap tajam Naura yang seenaknya meninggikan suaranya di hadapannya.


“Aku tid..” belum sempa Naura menyelesaikan perkataannya, Arjuna kembali bersuara.


“Keluar dari kamar ku Naura” sentaknya langsung membuang sembarang bukunya di meja.

__ADS_1


Naura yang kaget karena bentakan Arjuna langsung lari keluar kamar dari pada kena amukan yang lebih parah dari ini.


“Athena, aku tidak suka nama itu terus aku ingat dan orang sekitar ku selalu menyebutnya. Kalau kalian terus menyebutnya bagaimana bisa aku berhenti melupakannya.”


__ADS_2