
...*****...
...Kecepatan waktu di kalahkan oleh kecepatan hati....
...Kecepatan hati di kalahkan oleh cinta....
...Cinta di kalahkan oleh pengorbanan....
...Dan,...
...Pengorbanan di kalahkan oleh ketulusan....
...Sampai sini paham ya?...
...*****...
“Aku lebih memilih untuk mencintaimu. Yes, I will love you forever my favorite girl” ucap Arjuna tulus.
“Terima kasih telah mencintaiku, terima kasih juga telah menungguku. Maaf aku kembali sedikit lebih lama” ujar Athena pelan.
Arjuna malah menggelengkan kepalanya, “No no, tidak perlu berterima kasih. Harusnya aku yang berterima kasih. Terima kasih karena telah kembali menemuiku. Ku harap kau tidak akan pergi lagi.”
Mendengar itu, Athena langsung mengukir senyum di wajah cantiknya.
__ADS_1
“Tidak, kenapa aku harus pergi lagi. Tujuanku sekarang adalah kamu” jawab Athena bahkan langsung memeluk kembali Arjuna walau hanya sekilas kemudian melepaskannya lagi.
“Huh, ku kira kau tidak mencintaiku lagi. Jika benar begitu dugaan ku. Maka sia-sialah pengorbanan yang aku lakukan” ucap Athena menggebu-gebu.
Mendengar itu, Arjuna menyergitkan keningnya, “Pengorbanan? Maksudnya pengorbanan apa ini Athena?.”
“Ya, aku harus berkorban untuk bisa bersanding denganmu pangeran berkuda putihku” ujar Athena seraya melipat kedua tangannya pada dadanya.
“Bersanding?.”
“Haish, kau lemot sekali rupanya menangkap maksud dari perkataan ku. Aku berkorban dengan cara menjadi manusia biasa, sama sepertimu agar aku bisa bersanding denganmu” jelasnya.
“A-apa?” kaget Arjuna bukan main. Bagaimana bisa sosok perempuan di depannya ini sudah menjadi manusia, bukan kah dulunya dia seorang dewi?.
“Bukan kah itu artinya kau melawan aturan para dewa, hem?” tanya Arjuna. Sebenarnya ada perasaan takut yang hinggap di hatinya ketika Athena mengatakan dia menjadi manusia seutuhnya.
“Aku sudah melawan aturan para dewa ketika aku menjalin hubungan denganmu Juna. Ketika aku meninggalkan rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal ku” jujur Athena.
“Lalu, ketika kau tidak mengikuti aturan para dewa itu, apa kau tidak di berikan konsekuensi? Tanya Arjuna semakin penasaran. Karena sejauh yang di dengarnya, mitologi yunani itu sangat kejam jika tentang aturan dan kekuasaan.
“Ya, kau benar aku memang mendapat konsekuensi dari apa yang ku lakukan. Aku menerima panggilan untuk di hukum, dihakimi dan juga di adili oleh para dewa dewi yang berhak” jelas Athena pada Arjuna yang masih bingung tentang kronologi ceritanya.
“Jadi, kau di hukum?” ucap Arjuna tak percaya.
__ADS_1
“Katakan, bagaimana mereka menghukum mu, apa itu sangat menyakitimu? Cemas Arjuna langsung menelisik tubuh Athena.
“Aku tidak apa-apa sekarang. Aku di hukum ketika masih menjadi seorang dewi bukan saat menjadi manusia. Jadi tidak perlu cemas begitu. Lagian semuanya sudah berlalu” jawab Athena jujur seraya tersenyum haru karena melihat guratan kecemasan pada wajah Arjuna.
“Tetap saja, aku takut dan cemas Athena. Apa hukumannya sangat sakit? Oh tidak membayangkannya saja aku tidak mampu” lirih Arjuna.
“Hei tenanglah. Hukumannya hanya 99 cambukan petir dari Dewa Hades dan setelah itu aku di berikan kesempatan menjadi manusia dengan syarat hati dewiku harus di tukar dengan hati manusia yang telah terpaut pada takdirku” jelas Athena panjang lebar berharap Arjuna bisa mengerti.
“Apa, 99 cambukan? Dan apa itu hati manusia yang terpaut pada takdirmu?.” Sungguh Arjuna semakin cemas bukan main.
“Ya, 99 cambukan untuk menarik segala kekuatan spiritual yang aku punya. Dan hatiku di ambil sebagian dari hatimu sayang.”
Arjuna menaikkan sebelah alisnya, “Bagaimana aku bisa memberimu seenggok hati Athena?.”
“Tentu saja bisa, hatiku berasal dari cinta yang kau beri padaku. Dan aku berharap cintamu tidak akan pernah redup untukku, karena jikalau redup itu sama saja kamu membunuhku” tegas Athena dengan tatapan serius pada Arjuna.
“Hah, bagaimana bisa?” Arjuna benar-benar kaget, antara percaya dan tidak percaya. Namun yang pasti, Arjuna sangat terharu dan tidak menyangka pengorbanan yang Athena berikan hanya agar mereka bisa bersanding.
.
.
Continued💗😘
__ADS_1